(Business Lounge – Global News) Rumah semakin berubah menjadi sebuah sistem energi yang dapat membaca, mengatur, dan merespons kebutuhan penghuninya. Lampu, sakelar, sensor, pemanas, pendingin udara, hingga perangkat listrik kini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terhubung melalui perangkat lunak yang memungkinkan konsumsi energi dipantau secara digital. Perubahan inilah yang sedang dibidik Schneider Electric melalui rencana akuisisi Shelly Group, perusahaan asal Bulgaria yang mengembangkan perangkat pintar dan platform manajemen energi rumah. Schneider berencana mengajukan penawaran tunai €70 per saham yang menilai Shelly sekitar €1,2 miliar atau sekitar US$1,4 miliar. The Wall Street Journal melaporkan bahwa transaksi tersebut diperkirakan dapat selesai pada kuartal pertama 2027.
Nilai transaksi itu menjadi menarik bukan hanya karena ukurannya, tetapi karena memperlihatkan arah baru ekspansi Schneider Electric. Perusahaan Prancis tersebut selama ini dikenal kuat dalam manajemen energi, elektrifikasi dan otomatisasi, termasuk solusi untuk bangunan dan fasilitas industri. Shelly memberikan lapisan yang berbeda: perangkat pintar yang terhubung dengan perangkat lunak dan dirancang untuk mengendalikan serta mengoptimalkan penggunaan energi di rumah. Kombinasi keduanya berpotensi mempertemukan perangkat keras kelistrikan Schneider dengan ekosistem digital Shelly, mulai dari rumah baru hingga bangunan lama yang membutuhkan modernisasi tanpa harus dibangun kembali dari awal. Reuters menyebut transaksi ini akan memperdalam posisi Schneider di pasar connected home dan melengkapi bisnisnya di sektor bangunan.
Shelly sendiri berkembang dari kebutuhan yang semakin sederhana tetapi besar: bagaimana membuat rumah biasa menjadi lebih pintar tanpa memerlukan perubahan infrastruktur yang terlalu rumit. Perangkat perusahaan memungkinkan berbagai peralatan listrik dipantau dan dikendalikan melalui konektivitas digital. Model seperti ini menjadi semakin relevan karena rumah dan bangunan menghadapi tekanan untuk menggunakan energi secara lebih efisien. Ketika biaya energi, kebutuhan elektrifikasi, kendaraan listrik, baterai rumah, panel surya, dan sistem pemanas semakin terintegrasi, kemampuan mengetahui kapan dan bagaimana listrik digunakan menjadi bagian penting dari pengelolaan energi. Di sinilah perangkat pintar tidak lagi sekadar aksesori teknologi rumah, tetapi mulai menjadi bagian dari infrastruktur energi.
Kesepakatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pasar smart home sedang bergerak menuju konsep yang lebih luas daripada sekadar kenyamanan. Selama beberapa tahun, rumah pintar sering dipasarkan melalui perangkat seperti kamera, speaker, lampu atau termostat yang menawarkan kemudahan bagi konsumen. Kini fokusnya semakin bergeser ke energy intelligence: kemampuan sistem untuk mengetahui pola konsumsi, mengoptimalkan penggunaan listrik dan menghubungkan berbagai sumber maupun perangkat energi. Schneider mengatakan kombinasi platform energi berbasis perangkat lunak Shelly dengan portofolio teknologinya akan mencakup bangunan residensial, proyek retrofit dan bangunan komersial kecil.
Dari sisi struktur transaksi, Schneider menawarkan €70 untuk setiap saham Shelly. Harga tersebut mencerminkan premi sekitar 27% dibandingkan harga referensi Shelly sebelum munculnya spekulasi mengenai transaksi dan sekitar 22% di atas harga saham pada 23 September. Dua pendiri Shelly, Dimitar Dimitrov dan Svetlin Todorov, secara bersama-sama menguasai sekitar 57% modal perusahaan dan telah memberikan komitmen bersyarat untuk menjual kepemilikan mereka. Dengan dukungan para pendiri, Schneider memiliki fondasi penting untuk menjalankan proses pengambilalihan, meskipun transaksi tetap membutuhkan persetujuan regulator dan pemenuhan persyaratan lainnya.
Bagi Schneider, transaksi tersebut relatif kecil dibandingkan ukuran perusahaan secara keseluruhan. Reuters mencatat kapitalisasi pasar Schneider berada di sekitar €165 miliar, sehingga nilai akuisisi Shelly hanya sebagian kecil dari nilai perusahaan Prancis tersebut. Namun ukuran transaksi tidak selalu mencerminkan nilai strategis sebuah akuisisi. Shelly dapat memberikan akses yang lebih dalam ke pasar konsumen dan perangkat pintar yang langsung berada di dalam rumah, sementara Schneider membawa jaringan global, kemampuan teknologi energi dan pengalaman dalam mengelola sistem kelistrikan berskala besar. Dengan kata lain, yang dibeli Schneider bukan sekadar produsen perangkat pintar, melainkan sebuah lapisan teknologi yang dapat ditempatkan di atas sistem energi yang sudah menjadi keahliannya.
Langkah ini juga berlangsung di tengah strategi Schneider untuk mempertemukan dunia fisik dan digital. Dalam laporan semester pertama 2026, Schneider menyatakan bahwa permintaan terhadap elektrifikasi, otomatisasi dan solusi digital tetap kuat, sementara perusahaan terus memperluas kemampuan teknologi melalui transaksi dan investasi baru. Perusahaan sebelumnya juga mengumumkan rencana akuisisi Cognite untuk memperkuat kemampuan berbasis AI dan menghubungkan aset fisik dengan teknologi digital. Akuisisi Shelly karena itu dapat dibaca sebagai bagian dari arah yang lebih luas: energi bukan hanya soal menghasilkan dan menyalurkan listrik, tetapi juga tentang bagaimana perangkat di ujung jaringan berkomunikasi dan membuat keputusan berdasarkan data.
Jika transaksi ini selesai sesuai rencana, batas antara perusahaan kelistrikan dan perusahaan teknologi rumah pintar akan semakin kabur. Rumah dapat menjadi titik terakhir dari jaringan energi sekaligus titik awal bagi data konsumsi yang sangat bernilai. Setiap perangkat yang terhubung dapat memberikan informasi mengenai bagaimana energi digunakan, kapan permintaan meningkat dan bagaimana konsumsi dapat disesuaikan. Bagi Schneider Electric, Shelly membuka pintu menuju ruang tersebut. Dan bagi industri, transaksi US$1,4 miliar ini memberikan sinyal bahwa masa depan bangunan bukan hanya tentang memasang lebih banyak perangkat listrik, tetapi tentang membuat seluruh sistem energi di dalamnya semakin terkoneksi, terukur dan mampu mengambil keputusan secara digital.

