Grab mempercepat langkahnya dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Vietnam dengan rencana memperluas jaringan stasiun pengisian daya hingga 15 kali lipat pada tahun 2028. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di kalangan mitra pengemudi sekaligus menghadirkan alternatif infrastruktur pengisian daya yang tidak bergantung pada satu merek kendaraan.
Berbeda dengan jaringan pengisian daya milik VinFast yang dirancang terutama untuk kendaraan produksinya sendiri, Grab memilih pendekatan yang lebih terbuka atau brand-neutral. Melalui kerja sama dengan sejumlah mitra lokal, perusahaan asal Singapura tersebut ingin memastikan pengemudi yang menggunakan berbagai merek kendaraan listrik dapat mengakses fasilitas pengisian daya dengan lebih mudah.
Vietnam saat ini menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan kendaraan listrik tercepat di Asia Tenggara. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, ditambah dukungan pemerintah terhadap transisi energi bersih, mendorong permintaan terhadap infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya. Namun, keterbatasan jumlah stasiun yang kompatibel dengan berbagai merek kendaraan masih menjadi tantangan utama.
Grab melihat celah tersebut sebagai peluang untuk memperkuat ekosistem transportasi berkelanjutan. Perusahaan bekerja sama dengan Eboost, salah satu penyedia layanan pengisian daya kendaraan listrik di Vietnam, guna memperluas akses bagi para pengemudi. Melalui kemitraan ini, pengemudi Grab tidak hanya memperoleh lebih banyak pilihan lokasi pengisian daya, tetapi juga dapat menikmati proses pengisian yang lebih praktis dan efisien.
Ekspansi jaringan ini juga menjadi bagian dari komitmen Grab dalam mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi. Sebagai platform ride-hailing terbesar di Asia Tenggara, Grab memiliki jutaan perjalanan setiap hari. Peralihan armada menuju kendaraan listrik dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan emisi gas rumah kaca di kawasan.
Selain manfaat lingkungan, penggunaan kendaraan listrik juga menawarkan keuntungan ekonomi bagi para pengemudi. Biaya operasional kendaraan listrik umumnya lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin karena biaya energi dan perawatan yang lebih murah. Dengan semakin banyaknya stasiun pengisian daya, hambatan berupa kekhawatiran kehabisan daya (range anxiety) juga dapat dikurangi, sehingga pengemudi lebih percaya diri beralih ke kendaraan listrik.
Persaingan dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Vietnam pun semakin menarik. VinFast selama ini unggul melalui jaringan pengisian daya yang luas untuk kendaraan produksinya. Namun, pendekatan Grab yang bersifat terbuka berpotensi menciptakan ekosistem yang lebih inklusif, karena dapat melayani berbagai merek kendaraan listrik yang mulai memasuki pasar Vietnam, termasuk produsen asal China, Korea Selatan, Jepang, hingga Eropa.
Strategi ini sekaligus mencerminkan perubahan lanskap industri mobilitas di Asia Tenggara. Tidak hanya fokus menyediakan layanan transportasi digital, perusahaan ride-hailing kini juga mulai berinvestasi pada infrastruktur pendukung yang menjadi fondasi pertumbuhan kendaraan listrik. Infrastruktur yang memadai dipandang sebagai faktor penting agar transisi menuju mobilitas rendah karbon dapat berlangsung lebih cepat.
Apabila target ekspansi hingga 2028 berhasil tercapai, jaringan pengisian daya yang didukung Grab diperkirakan akan menjadi salah satu yang terbesar di Vietnam untuk kendaraan listrik lintas merek. Kehadiran jaringan tersebut diharapkan mempercepat adopsi kendaraan listrik di sektor transportasi daring sekaligus memperkuat posisi Vietnam sebagai salah satu pusat perkembangan mobilitas listrik di Asia Tenggara.
