Meta

Proyek “Avocado” Meta Tertunda, Google Gemini Justru Berpeluang Unggul

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Di tengah perlombaan global untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan (AI), bahkan raksasa teknologi seperti Meta tidak kebal dari hambatan. Perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg itu dilaporkan harus menunda peluncuran model AI terbarunya yang diberi nama kode “Avocado”, sebuah proyek yang sebelumnya diharapkan menjadi langkah besar Meta untuk mengejar ketertinggalan dari para pesaing seperti OpenAI dan Google.

Penundaan ini tidak hanya soal jadwal produk. Ia mencerminkan tantangan besar yang dihadapi Meta dalam perlombaan AI global—perlombaan yang kini semakin ditentukan oleh kecepatan inovasi, kualitas model bahasa besar (LLM), dan kemampuan mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem digital.

Model “Avocado” dirancang sebagai model AI generasi berikutnya yang akan menggantikan atau melampaui kemampuan model sebelumnya dari keluarga Llama. Proyek ini menjadi bagian penting dari ambisi Meta untuk menciptakan “superintelligence”—AI yang dapat menjalankan berbagai tugas kompleks seperti penalaran, penulisan, pemrograman, hingga analisis data secara lebih canggih. Namun, pengujian internal menunjukkan bahwa performa model tersebut belum memenuhi harapan. Dalam sejumlah uji coba, Avocado memang menunjukkan peningkatan dibanding model AI Meta sebelumnya, tetapi masih tertinggal dari teknologi pesaing. Secara khusus, model ini disebut berada di antara kemampuan Google Gemini 2.5 dan Gemini 3, sehingga belum cukup kuat untuk bersaing di garis depan industri.

Akibatnya, Meta memutuskan untuk menunda peluncuran yang semula direncanakan pada awal 2026 menjadi setidaknya Mei 2026 atau bahkan lebih lama.

Ironi: Meta Pertimbangkan Menggunakan Teknologi Google

Yang lebih menarik, laporan internal menyebut bahwa para pemimpin divisi AI Meta bahkan sempat mempertimbangkan untuk melisensikan teknologi Google Gemini sebagai solusi sementara untuk mendukung produk AI mereka. Jika benar terjadi, langkah ini akan menjadi ironi besar. Meta selama ini berusaha membangun ekosistem AI yang mandiri, bahkan menghabiskan miliaran dolar untuk infrastruktur, perekrutan talenta AI, dan pembangunan pusat data. Namun, kenyataan bahwa perusahaan tersebut mungkin perlu menggunakan teknologi pesaing menunjukkan betapa ketatnya persaingan dalam industri ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Google secara agresif mengintegrasikan Gemini ke dalam berbagai produknya, mulai dari pencarian, layanan produktivitas, hingga perangkat Android. Hal ini memberi Google keunggulan karena AI tidak hanya menjadi teknologi eksperimen, tetapi langsung tertanam dalam produk yang digunakan miliaran orang.

Pergeseran Strategi: Dari Open Source ke Model Tertutup

Selain persoalan performa, proyek Avocado juga menandai perubahan penting dalam strategi AI Meta. Selama bertahun-tahun, Meta dikenal sebagai pendukung kuat pendekatan open-source AI melalui model Llama. Dengan membuka akses model AI kepada para pengembang, Meta berharap dapat mempercepat inovasi dan membangun ekosistem yang luas. Namun Avocado kemungkinan besar akan menjadi model tertutup (closed-source), artinya teknologi inti tidak akan tersedia secara bebas untuk publik.

Keputusan ini dipengaruhi beberapa faktor:

  • Kekhawatiran keamanan terkait teknologi AI tingkat lanjut
  • Persaingan ketat dengan OpenAI dan Google
  • Pengalaman bahwa teknologi open source Meta sering dimanfaatkan pesaing

Dengan kata lain, Meta kini tampaknya mulai mengambil pendekatan yang lebih protektif terhadap teknologi intinya.

Perlombaan AI yang Semakin Mahal

Penundaan Avocado juga terjadi di tengah investasi yang sangat besar dalam pengembangan AI. Meta diperkirakan akan mengalokasikan antara 115 hingga 135 miliar dolar AS untuk belanja modal pada 2026, sebagian besar untuk pembangunan pusat data dan infrastruktur AI. Namun investasi besar tidak selalu menjamin hasil cepat. Perlombaan AI modern membutuhkan kombinasi yang kompleks antara:

  • komputasi skala besar
  • data berkualitas tinggi
  • talenta riset kelas dunia
  • strategi produk yang tepat

Meta memang memiliki sumber daya finansial yang besar, tetapi eksekusi teknologi tetap menjadi faktor penentu.

Mengapa Penundaan Ini Penting

Bagi industri teknologi, keterlambatan Avocado memiliki arti lebih luas daripada sekadar penundaan produk. Pertama, hal ini menunjukkan bahwa bahkan perusahaan teknologi terbesar sekalipun masih menghadapi kesulitan dalam membangun model AI frontier. Kedua, penundaan tersebut memberi waktu tambahan bagi pesaing, terutama Google dan OpenAI, untuk memperkuat posisi mereka. Ketiga, hal ini menyoroti fakta bahwa perlombaan AI bukan hanya soal uang, tetapi juga kecepatan inovasi dan kemampuan mengubah riset menjadi produk yang benar-benar digunakan oleh masyarakat.

Meski mengalami hambatan, banyak analis menilai bahwa proyek Avocado masih dapat menjadi titik balik bagi Meta jika berhasil dirilis dengan performa yang kompetitif.

Dengan miliaran pengguna di Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta memiliki platform distribusi yang sangat besar. Jika model AI yang kuat berhasil diintegrasikan ke dalam ekosistem tersebut, dampaknya bisa sangat luas—mulai dari peningkatan produktivitas pengguna hingga revolusi baru dalam industri periklanan digital.

Namun untuk saat ini, pesan dari penundaan Avocado cukup jelas: dalam perlombaan AI global, bahkan raksasa teknologi pun tidak selalu berada di depan.