Samsung Electronics Co.

Samsung Perluas Ambisi Otomotif Lewat Akuisisi ADAS

(Business Lounge – Tech) Samsung Electronics menyepakati akuisisi unit Advanced Driver Assistance Systems milik ZF Friedrichshafen dengan nilai hampir US$1,8 miliar, sebuah langkah strategis yang menegaskan ambisi konglomerat Korea Selatan itu untuk memperdalam pijakan di industri otomotif global. Transaksi ini diperkirakan rampung pada paruh kedua 2026 dan menjadi bagian dari upaya Samsung memanfaatkan pertumbuhan teknologi kendaraan pintar dan otonom.

Unit ADAS ZF dikenal sebagai pemasok sistem bantuan pengemudi untuk produsen mobil global, mencakup teknologi seperti kamera, radar, dan perangkat lunak yang mendukung fitur keselamatan aktif. Dengan mengakuisisi bisnis ini, Samsung memperoleh portofolio teknologi dan basis pelanggan yang mapan di industri otomotif, sekaligus memperkuat kapabilitasnya di luar bisnis elektronik konsumen dan semikonduktor.

Menurut laporan Reuters, kesepakatan ini mencerminkan strategi Samsung untuk memperluas lini bisnis yang memiliki pertumbuhan struktural jangka panjang. Permintaan terhadap sistem bantuan pengemudi meningkat seiring regulasi keselamatan yang semakin ketat dan perlombaan produsen mobil untuk menawarkan fitur semi-otonom sebagai standar. ADAS kini dipandang sebagai jembatan menuju kendaraan otonom penuh, menjadikannya aset strategis bagi perusahaan teknologi.

Bagi ZF Friedrichshafen, penjualan unit ini merupakan bagian dari penataan ulang portofolio. Perusahaan Jerman tersebut tengah menghadapi tekanan biaya dan kebutuhan investasi besar untuk elektrifikasi dan perangkat lunak otomotif. Bloomberg mencatat bahwa melepas sebagian bisnis ADAS memberi ruang bagi ZF untuk memperkuat neraca keuangan dan memfokuskan sumber daya pada area inti lainnya, sambil tetap mempertahankan kemitraan industri.

Samsung sendiri bukan pendatang baru di sektor otomotif. Melalui anak usaha Harman International, yang diakuisisi pada 2017, Samsung telah memiliki eksposur signifikan ke sistem infotainment, audio kendaraan, dan solusi konektivitas. Akuisisi unit ADAS ZF dipandang sebagai langkah pelengkap yang memperluas spektrum teknologi otomotif Samsung, dari hiburan dan konektivitas hingga keselamatan dan bantuan pengemudi.

Financial Times menilai bahwa kesepakatan ini juga mencerminkan konvergensi antara industri teknologi dan otomotif. Produsen mobil semakin bergantung pada pemasok teknologi untuk sistem berbasis perangkat lunak dan sensor, sementara perusahaan teknologi melihat kendaraan sebagai platform komputasi baru. Dengan kendali lebih besar atas teknologi ADAS, Samsung berpotensi memadukan keunggulan semikonduktor, layar, dan perangkat lunak dalam satu ekosistem otomotif.

Meski demikian, integrasi bisnis lintas budaya dan industri tetap menjadi tantangan. Unit ADAS ZF beroperasi dalam lingkungan otomotif yang sangat teregulasi dan berorientasi pada siklus pengembangan jangka panjang, berbeda dengan ritme cepat industri elektronik. Keberhasilan Samsung akan bergantung pada kemampuannya mempertahankan hubungan dengan produsen mobil sekaligus mempercepat inovasi teknologi.

Dengan akuisisi ini, Samsung mengirimkan sinyal kuat bahwa masa depan pertumbuhan tidak hanya berada di ponsel pintar atau chip memori, tetapi juga di balik kemudi kendaraan generasi berikutnya. Jika integrasi berjalan mulus, langkah ini dapat menempatkan Samsung sebagai salah satu pemain teknologi paling berpengaruh dalam transformasi industri otomotif global.