(Business Lounge Journal – Human Resources)
Kecerdasan buatan (AI) kini bukan sekadar teknologi eksperimental, tetapi telah menjadi bagian fundamental dari operasi bisnis modern. Laporan Upwork 2026 In-Demand Skills menunjukkan bahwa permintaan atas keterampilan terkait AI di pasar kerja lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir. Hal ini tidak hanya mencerminkan tren teknologi, tetapi juga perubahan substansial dalam cara organisasi bekerja dan berinvestasi dalam tenaga manusia yang tepat untuk memaksimalkan penerapan AI.
AI Membentuk Ulang Pasar Kerja
Laporan data nyata dari platform freelance Upwork mengungkap bahwa keterampilan yang secara eksplisit berkaitan dengan penerapan AI tumbuh 109% dibandingkan tahun sebelumnya — suatu indikator kuat bahwa perusahaan tidak lagi sekadar bereksperimen, tetapi benar-benar mengintegrasikan AI dalam proses kerja mereka.
Pertumbuhan ini terjadi di berbagai sektor dan disiplin, terutama pada keterampilan yang mendukung produktivitas operasional dan hasil nyata, bukan sekadar teori atau penelitian. Berikut adalah enam keterampilan AI yang paling meningkat permintaannya pada 2026:
1. AI Video Generation dan Editing — paling dibutuhkan
Permintaan untuk keterampilan pembuatan dan pengeditan video dengan AI tumbuh 329% year-over-year, menjadikannya keterampilan paling cepat berkembang di marketplace. Ini menunjukkan bagaimana AI membantu percepatan produksi konten, namun tetap membutuhkan kreativitas dan pengawasan manusia untuk menyusun hasil yang siap dipublikasikan dan sesuai dengan standar merek.
2. Integrasi AI ke Dalam Sistem Operasional
Keterampilan AI integration tumbuh 178%, mencerminkan kebutuhan perusahaan untuk menghubungkan alat AI dengan sistem dan workflow yang sudah ada — dari platform analitik hingga sistem pelanggan. Profesional yang bisa melakukan integrasi ini secara andal kini berada dalam posisi strategis, karena AI tidak lagi hanya sebagai alat tambahan tapi menjadi bagian dari infrastruktur kerja.
3. Data Annotation dan Labeling — Fondasi Pembelajaran Mesin
AI membutuhkan data berlabel berkualitas tinggi untuk belajar dan bekerja dengan baik, serta permintaan untuk AI data annotation and labeling meningkat 154%. Meskipun automatisasi membantu, pengawasan manusia masih krusial untuk akurasi, konteks, dan keandalan dataset.
4. Pengembangan Chatbot AI
Permintaan untuk AI chatbot development naik 71%. Perusahaan mempekerjakan profesional yang bisa merancang, melatih, dan menerapkan sistem chatbot — baik untuk layanan pelanggan, alat internal, maupun engagement pengguna. Walau AI membuat respons otomatis, manusia penting dalam merancang struktur percakapan dan memastikan integrasi berjalan mulus.
5. AI-Driven Automation Engineering
Permintaan dalam bidang automation engineering juga meningkat signifikan. Tenaga ahli yang bisa merancang automated workflows, mengatasi bottleneck, dan memastikan hasil yang konsisten sangat dibutuhkan, karena automasi AI membantu organisasi menghemat waktu dan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi.
6. Machine Learning (ML) Engineering — Keahlian Tradisional Tetap Relevan
Permintaan machine learning engineering terus meningkat. Peran ini membantu melatih model, menyesuaikan algoritma, dan menerapkan solusi AI yang siap diproduksi, bukan hanya sekadar prototipe. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tren AI otomatis, keahlian teknis lanjutan tetap menjadi basis penting dalam ekosistem AI.
Apa Artinya Bagi Pencari Kerja dan Profesional?
Permintaan keterampilan AI yang melambung ini menunjukkan perubahan paradigma di dunia kerja:
- AI tidak menggantikan tenaga manusia, tetapi justru meningkatkan kebutuhan akan profesional yang bisa mengelola, mengarahkan, dan memanfaatkan AI secara efektif.
- Keterampilan yang dicari tidak hanya bersifat teknis — seperti pengembangan sistem dan integrasi — tetapi juga yang memadukan kreativitas, analisis data, dan judgment manusia.
- Profesional yang bisa menggabungkan keahlian AI dengan domain keahlian spesifik (misalnya pemasaran, konten, operasi bisnis) akan lebih diminati dan memiliki daya tawar tinggi di pasar kerja masa depan.
Era kerja 2026 dipenuhi dengan peluang baru yang berasal dari adopsi AI secara luas. Keterampilan AI yang saat ini paling dicari mencerminkan kebutuhan organisasi untuk menggabungkan teknologi dengan kapabilitas manusia yang strategis, kreatif, dan praktis. Persiapan dengan keterampilan yang tepat bukan hanya akan meningkatkan peluang karier — tetapi juga membantu pekerja tetap relevan dalam ekonomi yang semakin didorong oleh AI.

