(Business Lounge – Global News) Raksasa makanan global Nestle bersiap melakukan perombakan besar dengan melepas bisnis es krimnya dan merapikan operasi ke dalam empat kategori utama. Langkah ini menandai salah satu restrukturisasi paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring perusahaan berupaya mempertajam fokus dan meningkatkan efisiensi.
Menurut laporan Reuters, Nestle berencana memisahkan unit es krim—yang menaungi merek-merek terkenal seperti KitKat Ice Cream dan Haagen-Dazs di beberapa pasar—untuk membuka nilai lebih besar bagi pemegang saham. Bisnis es krim selama ini menyumbang pendapatan miliaran dolar, namun memiliki karakteristik musiman dan kebutuhan operasional berbeda dibanding lini makanan dan minuman inti lainnya.
Restrukturisasi ini akan mengelompokkan operasi Nestle ke dalam empat pilar besar, yang mencakup kategori seperti kopi, nutrisi, makanan hewan peliharaan, serta makanan dan minuman utama. Financial Times menilai pendekatan ini bertujuan menyederhanakan struktur manajemen dan mempercepat pengambilan keputusan di tengah pasar global yang makin kompetitif.
Keputusan melepas bisnis es krim datang saat banyak perusahaan makanan global meninjau kembali portofolio mereka. Investor mendorong manajemen untuk fokus pada segmen dengan margin lebih tinggi dan pertumbuhan stabil. Bloomberg mencatat bahwa bisnis kopi dan makanan hewan peliharaan menjadi mesin pertumbuhan yang lebih konsisten bagi Nestle dibanding kategori yang sangat bergantung pada musim dan cuaca.
Bisnis es krim memang memiliki daya tarik merek yang kuat, tetapi rantai pasoknya kompleks dan biaya logistiknya tinggi karena memerlukan penyimpanan beku. Di sisi lain, kategori seperti kopi instan dan kapsul, termasuk lini premium, menawarkan margin lebih tebal dan loyalitas konsumen yang tinggi.
Langkah ini juga mencerminkan perubahan lanskap konsumsi global. Permintaan produk nutrisi kesehatan dan makanan hewan meningkat, sementara konsumen makin selektif terhadap produk yang dianggap kurang esensial. Nestle ingin memastikan sumber dayanya terkonsentrasi pada segmen yang memiliki momentum jangka panjang.
Reuters menyebut bahwa pelepasan bisnis es krim bisa dilakukan melalui penjualan langsung atau pemisahan unit menjadi entitas terpisah. Opsi tersebut akan dievaluasi berdasarkan potensi nilai dan minat investor. Pasar menyambut kabar ini dengan perhatian besar, melihatnya sebagai sinyal disiplin portofolio yang lebih tegas.
Bagi Nestle, restrukturisasi bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah melepas sejumlah bisnis non-inti dan mengakuisisi merek di segmen yang tumbuh cepat. Strategi ini bertujuan membentuk portofolio yang lebih ramping dan adaptif terhadap perubahan selera konsumen.
Di tengah tekanan inflasi dan volatilitas biaya bahan baku, efisiensi operasional menjadi prioritas. Dengan mengonsolidasikan bisnis ke dalam empat kategori utama, Nestle berharap dapat menyederhanakan rantai komando dan memangkas kompleksitas internal.
Meski bisnis es krim akan dilepas, merek-merek di dalamnya tetap memiliki posisi kuat di pasar global. Potensi minat pembeli atau investor strategis cukup besar, mengingat segmen ini masih memiliki basis konsumen luas dan daya tarik merek global.
Perombakan ini menunjukkan bahwa bahkan perusahaan makanan terbesar dunia pun terus beradaptasi. Dengan memusatkan energi pada kategori inti dan melepas unit yang kurang sinergis, Nestle berupaya menjaga pertumbuhan dan profitabilitas dalam iklim bisnis yang berubah cepat.
Langkah berani ini menjadi babak baru dalam perjalanan panjang Nestle. Di tengah dinamika pasar global, perusahaan memilih merampingkan struktur dan memperjelas arah. Bagi investor dan pelaku industri, keputusan ini menegaskan bahwa fokus dan ketajaman strategi kini menjadi mata uang utama dalam persaingan raksasa pangan dunia.

