Kaki Sering Bermasalah? Kenali Tiga Penyakit Utama Ini!

Masalah di kaki sering dianggap hal sepele. Banyak orang mengira rasa pegal, nyeri, atau tidak nyaman di kaki hanyalah akibat terlalu lama berdiri atau kelelahan. Padahal, dalam beberapa kasus, keluhan di kaki bisa menjadi tanda gangguan kesehatan yang cukup serius. Tiga kondisi yang cukup sering terjadi adalah Deep Vein Thrombosis (DVT), penyakit arteri perifer, dan Restless Leg Syndrome. Meski sama-sama menyerang kaki, tingkat bahayanya sangat berbeda.

  1. DVT: Paling Serius dan Bisa Mengancam Nyawa

DVT adalah kondisi paling serius di antara ketiganya. Penyakit ini terjadi ketika darah menggumpal di pembuluh darah vena bagian dalam, biasanya di betis atau paha. Awalnya mungkin hanya terasa nyeri seperti kram atau bengkak di satu kaki, tetapi masalah besarnya adalah gumpalan darah tersebut bisa terlepas dan terbawa ke paru-paru. Jika itu terjadi, bisa menyebabkan emboli paru yang mengancam nyawa. DVT sering dialami oleh orang yang terlalu lama duduk atau berbaring, seperti setelah operasi, perjalanan jauh, saat hamil, atau pada perokok dan orang dengan berat badan berlebih. Yang membuatnya semakin berbahaya, DVT tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Tanda-tanda yang sering muncul:

  • Satu kaki tiba-tiba bengkak
  • Nyeri seperti kram atau tertarik
  • Kulit terasa hangat dan kemerahan
  • Sakit saat berdiri atau berjalan
  1. Penyakit Arteri Perifer: Bahaya Diam-Diam dalam Jangka Panjang

Berbeda dengan DVT, penyakit arteri perifer berkembang secara perlahan dan sering tidak disadari. Kondisi ini terjadi saat pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke kaki menyempit akibat penumpukan lemak dan kolesterol. Aliran darah pun menjadi tidak lancar. Meski tidak langsung mengancam nyawa, penyakit ini tidak bisa dianggap ringan. Penyakit arteri perifer biasanya menjadi tanda bahwa pembuluh darah di bagian tubuh lain, termasuk jantung dan otak, juga bermasalah. Risiko serangan jantung, stroke, bahkan amputasi pun meningkat bila tidak ditangani.

Gejala yang sering dirasakan:

  • Kaki terasa nyeri saat berjalan, tapi membaik setelah istirahat
  • Kaki sering dingin
  • Luka di kaki lama sembuh
  • Kulit kaki tampak kering dan mengkilap

PAD memang tidak secepat DVT dalam mengancam nyawa, tapi sangat serius dalam jangka panjang. Penyakit ini biasanya jadi tanda bahwa pembuluh darah jantung dan otak juga bermasalah, sehingga risiko serangan jantung dan stroke ikut meningkat.

  1. Restless Leg Syndrome: Tidak Mematikan, Tapi Bikin Tersiksa

Sementara itu, Restless Leg Syndrome adalah kondisi yang paling ringan secara medis, tetapi sangat mengganggu kualitas hidup. Penderitanya merasakan sensasi tidak nyaman di kaki, seperti geli, panas, atau nyeri samar, terutama saat sedang duduk diam atau berbaring. Dorongan untuk menggerakkan kaki terasa sangat kuat, dan gejala biasanya membaik setelah kaki digerakkan. Meski tidak berbahaya, gangguan ini sering membuat penderitanya sulit tidur dan merasa lelah sepanjang hari. Dalam beberapa kasus, Restless Leg Syndrome berkaitan dengan kekurangan zat besi, kehamilan, atau gangguan saraf.

Ciri khasnya:

  • Muncul saat kaki diam
  • Mendingan kalau digerakkan
  • Sering bikin susah tidur

Jadi, Manakah yang Paling Berbahaya?

  • Paling berbahaya dan bisa mengancam nyawa: DVT
  • Berbahaya dalam jangka panjang: Penyakit arteri perifer
  • Tidak mematikan tapi mengganggu hidup: Restless Leg Syndrome

Kalau kaki sering bengkak, nyeri sebelah, atau sakit tiap berjalan, jangan cuma dianggap capek biasa. Bisa jadi, kaki sedang memberi sinyal penting tentang kondisi kesehatan tubuh Anda.