(Business Lounge – Global News) Airbus SE berhasil mencapai target pengiriman pesawat yang telah direvisi setelah periode tantangan dalam industri penerbangan global. Menurut laporan Reuters, perusahaan tersebut mengirimkan 793 pesawat komersial sepanjang tahun lalu, hampir tepat sesuai dengan panduan internal yang menetapkan sekitar 790 pengiriman. Hasil ini menunjukkan bahwa Airbus mampu menavigasi tekanan rantai pasok dan permintaan yang berubah sambil tetap memenuhi komitmen kepada maskapai di seluruh dunia.
Perusahaan pembuat Airbus itu menghadapi berbagai hambatan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk gangguan pasokan semikonduktor, lonjakan biaya bahan baku, serta fluktuasi permintaan akibat dinamika perjalanan udara pasca pandemi. Meski demikian, pencapaian pengiriman 793 unit mencerminkan perbaikan operasional dan disiplin produksi yang kuat, menurut Reuters.
Kinerja ini juga menunjukkan bahwa Airbus berhasil menyelaraskan produksi dengan permintaan pasar. Panduan perusahaan yang direvisi — sekitar 790 pengiriman — sudah memperhitungkan tantangan tersebut, dan hasil akhir yang sedikit di atas angka panduan menunjukkan eksekusi yang stabil. Sejumlah analis industri mencatat bahwa pencapaian ini penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan, terutama maskapai besar yang bergantung pada kepastian jadwal pengiriman untuk perencanaan rute dan armada.
Permintaan dari operator di Asia dan Timur Tengah dilaporkan menjadi pendorong utama volume pengiriman. Maskapai-maskapai di wilayah ini terus memperluas jaringan mereka dan meningkatkan kapasitas armada untuk memenuhi pertumbuhan perjalanan udara. Sebaliknya, beberapa maskapai di Amerika Utara dan Eropa menghadapi tekanan ekonomi dan pengelolaan biaya yang lebih ketat, sehingga ada pergeseran fokus dalam portofolio pengiriman.
Menurut Reuters, pencapaian pengiriman ini juga relevan dalam konteks persaingan yang ketat dengan rivalnya, Boeing Co., yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi masalah produksi dan sertifikasi model-model tertentu. Kinerja pengiriman Airbus yang konsisten memberi sinyal bahwa perusahaan mampu memanfaatkan peluang pasar ketika kompetitor mengalami hambatan.
Airbus sendiri telah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan efisiensi produksi. Perusahaan sedang memodernisasi fasilitas pabrik dan memperkuat hubungan dengan pemasok inti guna mengurangi risiko gangguan di masa depan. Langkah-langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mempertahankan posisi yang kuat di industri pesawat komersial global.
Selain itu, Airbus juga memperluas fokus pada pesawat berbahan bakar alternatif dan teknologi efisiensi tinggi untuk memenuhi tuntutan regulasi lingkungan yang semakin ketat. Permintaan terhadap model-model baru yang lebih hemat bahan bakar menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian maskapai, terutama karena tekanan terhadap emisi karbon semakin meningkat di seluruh dunia.
Kelompok Airbus menyatakan bahwa pencapaian pengiriman hampir mencapai target tidak hanya penting untuk kinerja keuangan jangka pendek, tetapi juga untuk memperkokoh hubungan jangka panjang dengan pelanggan globalnya. Keandalan pengiriman menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan maskapai ketika memilih antara pabrikan pesawat besar.
Pencapaian pengiriman 793 pesawat komersial tahun lalu mencerminkan kemampuan Airbus untuk bekerja efektif dalam lingkungan industri yang penuh tantangan, sekaligus memenuhi ekspektasi pelanggan dan pasar. Hasil ini memperkuat posisi Airbus sebagai salah satu pemain utama di sektor penerbangan komersial global dan memberi momentum positif menjelang target produksi di tahun-tahun mendatang.

