Merck

Merck Bidik Akuisisi Besar di Onkologi

(Business Lounge – Global News) Merck tengah dalam pembicaraan untuk mengakuisisi Revolution Medicines dalam kesepakatan yang diperkirakan bernilai sekitar US$30 miliar, sebuah langkah yang akan menjadi salah satu taruhan terbesar perusahaan farmasi itu di bidang obat kanker dalam beberapa tahun terakhir. Jika tercapai, transaksi ini akan memperkuat portofolio onkologi Merck di tengah persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan terapi generasi baru yang mampu menggantikan obat-obat blockbuster yang akan segera kehilangan perlindungan paten.

Menurut The Wall Street Journal, pembicaraan ini bisa membuahkan hasil secepatnya akhir bulan ini, meskipun belum ada jaminan kesepakatan akan benar-benar terwujud. Revolution Medicines adalah perusahaan bioteknologi yang berfokus pada pengembangan terapi kanker berbasis molekuler, dengan sejumlah kandidat obat yang menargetkan mutasi genetik tertentu yang selama ini sulit diobati. Profil ilmiah yang kuat inilah yang membuatnya menarik bagi Merck, yang sedang mencari sumber pertumbuhan jangka panjang di luar Keytruda, obat imunoterapi andalannya.

Bloomberg mencatat bahwa valuasi sekitar US$30 miliar mencerminkan premi besar atas kapitalisasi pasar Revolution Medicines, menunjukkan betapa mahalnya aset biotek berkualitas tinggi dalam perlombaan global menguasai terapi kanker mutakhir. Investor memandang obat-obat bertarget sebagai masa depan onkologi, karena pendekatan yang lebih presisi berpotensi menghasilkan efektivitas lebih tinggi dan efek samping yang lebih rendah dibandingkan kemoterapi tradisional.

Bagi Merck, akuisisi ini akan memperdalam jalur riset dan pengembangan yang saat ini menjadi fokus strategis. Financial Times menyoroti bahwa perusahaan farmasi besar semakin agresif mengakuisisi perusahaan biotek dengan pipeline yang menjanjikan, alih-alih mengandalkan sepenuhnya inovasi internal yang mahal dan berisiko tinggi. Tekanan untuk mengamankan pertumbuhan pendapatan jangka panjang semakin besar seiring semakin dekatnya berakhirnya hak paten sejumlah obat unggulan.

Namun, kesepakatan sebesar ini juga membawa risiko. Banyak kandidat obat biotek masih berada dalam tahap uji klinis, sehingga keberhasilannya belum terjamin. Jika hasil uji tidak sesuai harapan, nilai akuisisi bisa tergerus signifikan. Reuters mengingatkan bahwa sejarah industri farmasi penuh dengan contoh akuisisi mahal yang tidak pernah menghasilkan blockbuster yang diharapkan.

Meski demikian, pasar saat ini relatif menyambut baik strategi ekspansi melalui M&A, terutama ketika perusahaan seperti Merck memiliki neraca yang kuat dan arus kas besar. Dengan tingkat suku bunga yang mulai stabil dan valuasi biotek yang berfluktuasi, peluang untuk mengunci aset berkualitas dianggap semakin menarik.

Jika Merck dan Revolution Medicines mencapai kesepakatan, transaksi ini akan menjadi sinyal bahwa perlombaan global di bidang onkologi kembali memanas. Lebih dari sekadar akuisisi, langkah ini akan mencerminkan bagaimana raksasa farmasi berlomba mengamankan teknologi yang dapat mendefinisikan generasi berikutnya dalam pengobatan kanker.