(Business Lounge – Global News) Perusahaan ekuitas swasta global KKR dan Warburg Pincus muncul sebagai dua dari sejumlah peminat utama untuk mengakuisisi operator sekolah di Asia Tenggara, dalam proses penjualan yang dipimpin oleh TPG. Firma investasi asal Amerika Serikat itu sebelumnya telah membuka proses penawaran resmi bulan lalu dan menargetkan kesepakatan dapat difinalisasi sebelum akhir kuartal pertama tahun depan.
Menurut The Wall Street Journal, aset yang ditawarkan merupakan jaringan pendidikan swasta yang beroperasi di beberapa negara Asia Tenggara, dengan fokus pada pendidikan dasar dan menengah berstandar internasional. Model bisnisnya bertumpu pada pertumbuhan kelas menengah regional yang semakin memprioritaskan kualitas pendidikan, khususnya kurikulum internasional dan pendekatan bilingual. Karakteristik ini menjadikan sektor pendidikan swasta sebagai salah satu target favorit investor ekuitas swasta dalam beberapa tahun terakhir.
Minat KKR dan Warburg Pincus mencerminkan tren yang lebih luas di industri investasi global, di mana pendidikan dipandang sebagai sektor defensif dengan arus kas relatif stabil. Berbeda dengan sektor siklikal seperti manufaktur atau komoditas, permintaan terhadap pendidikan cenderung bertahan bahkan di tengah perlambatan ekonomi. Financial Times mencatat bahwa banyak dana global kini melihat pendidikan sebagai kombinasi antara dampak sosial dan potensi pertumbuhan jangka panjang.
TPG sendiri telah memiliki aset tersebut selama beberapa tahun dan disebut tengah mencari valuasi yang mencerminkan ekspansi regional operator sekolah tersebut. Selama berada di bawah kepemilikan TPG, jaringan sekolah itu memperluas kehadirannya melalui pembukaan kampus baru dan akuisisi sekolah lokal, sekaligus meningkatkan standar operasional dan kurikulum. Langkah-langkah ini dinilai meningkatkan daya tarik aset di mata calon pembeli strategis maupun finansial.
Bagi KKR, investasi di sektor pendidikan bukan hal baru. Firma ini memiliki rekam jejak panjang dalam menanamkan modal pada bisnis jasa berbasis konsumsi, termasuk pelatihan profesional dan layanan pendidikan tinggi. Asia Tenggara, dengan populasi muda yang besar dan urbanisasi yang cepat, dipandang sebagai pasar strategis. Bloomberg menilai bahwa KKR melihat potensi untuk mendorong pertumbuhan lebih lanjut melalui digitalisasi pembelajaran dan penguatan merek regional.
Warburg Pincus juga dikenal aktif di sektor pendidikan dan layanan kesehatan di Asia. Firma ini cenderung berfokus pada investasi jangka panjang dengan pendekatan operasional yang intensif. Ketertarikan mereka terhadap operator sekolah Asia Tenggara mencerminkan keyakinan bahwa permintaan pendidikan premium akan terus meningkat, seiring naiknya pendapatan rumah tangga dan aspirasi global kelas menengah di kawasan tersebut.
Selain KKR dan Warburg Pincus, sejumlah investor lain dikabarkan ikut mempelajari aset ini, meski tidak semuanya akan melanjutkan ke tahap akhir penawaran. Proses seleksi diperkirakan akan menilai tidak hanya harga, tetapi juga kemampuan calon pembeli untuk mendukung ekspansi jangka panjang dan menjaga reputasi institusi pendidikan tersebut. Dalam transaksi sektor pendidikan, faktor nonfinansial seperti kualitas akademik dan stabilitas manajemen sering kali menjadi pertimbangan penting.
Jika transaksi tercapai sesuai jadwal, kesepakatan ini berpotensi menjadi salah satu penjualan aset pendidikan terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini sekaligus menegaskan meningkatnya minat investor global terhadap sektor pendidikan di kawasan berkembang. Reuters mencatat bahwa Asia Tenggara kini menjadi salah satu pasar pendidikan swasta dengan pertumbuhan tercepat di dunia, didorong oleh demografi dan keterbatasan kapasitas sekolah negeri.
Bagi TPG, penjualan ini akan menjadi bagian dari strategi daur ulang modal, di mana dana hasil divestasi dapat dialokasikan ke peluang baru di sektor lain. Sementara bagi calon pembeli, akuisisi ini menawarkan platform regional yang sudah mapan, dengan potensi untuk diperluas baik secara organik maupun melalui akuisisi lanjutan.
Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, perhatian pasar kini tertuju pada siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Apapun hasilnya, proses ini menegaskan satu hal: pendidikan swasta di Asia Tenggara telah bertransformasi dari bisnis lokal menjadi aset investasi global yang diperebutkan oleh raksasa ekuitas swasta dunia.

