Meta

Reels Mengubah Meta Menjadi Mesin Iklan Video

(Business Lounge – Global News) Ketika pertama kali diluncurkan sebagai respons langsung terhadap popularitas TikTok, Reels dipandang banyak pihak sebagai langkah defensif Meta untuk menahan arus pengguna muda yang beralih ke platform pesaing. Namun beberapa tahun kemudian, fitur video pendek di Instagram dan Facebook itu justru menjelma menjadi salah satu mesin pertumbuhan terpenting Meta, dengan kontribusi pendapatan yang diperkirakan telah menembus kisaran US$50 miliar per tahun. Transformasi ini tidak hanya mengubah persepsi pasar terhadap Reels, tetapi juga mengubah arah strategi bisnis Meta secara lebih luas.

Awalnya, Reels menghadapi skeptisisme internal dan eksternal. Format video vertikal berdurasi singkat dianggap sulit dimonetisasi tanpa mengorbankan pengalaman pengguna. Di fase awal, Meta bahkan rela “mengorbankan” pendapatan jangka pendek dengan mendorong distribusi Reels secara agresif, meski imbal hasil iklannya lebih rendah dibandingkan feed tradisional. Namun pendekatan itu terbukti efektif. Basis pengguna tumbuh pesat, waktu tonton meningkat, dan algoritma rekomendasi Meta semakin terasah.

Menurut laporan The Wall Street Journal, titik balik Reels terjadi ketika Meta berhasil menyempurnakan sistem periklanan yang menyatu secara alami dengan konten video pendek. Pengiklan mulai melihat Reels bukan sekadar pelengkap, melainkan kanal utama untuk menjangkau audiens muda dengan format visual yang lebih imersif. Tingkat keterlibatan yang tinggi membuat harga iklan meningkat, sementara skala pengguna global Instagram dan Facebook memberi keunggulan distribusi yang sulit ditandingi pesaing.

Bloomberg mencatat bahwa Reels kini menyumbang porsi signifikan dari total pendapatan iklan Meta, terutama di pasar Amerika Serikat dan Eropa. Meta memanfaatkan data perilaku pengguna yang luas untuk menargetkan iklan secara presisi, sebuah keunggulan yang tidak sepenuhnya dimiliki oleh platform video pendek lain. Hasilnya, Reels berkembang dari sekadar fitur menjadi bisnis iklan bernilai puluhan miliar dolar.

Kesuksesan ini juga membantu Meta meredam kekhawatiran investor setelah perubahan privasi Apple sempat menghantam bisnis iklan perusahaan. Dengan Reels, Meta menunjukkan kemampuannya beradaptasi terhadap perubahan selera konsumen sekaligus tekanan regulasi. Seperti dikemukakan Financial Times, Reels menjadi bukti bahwa Meta masih mampu membangun produk baru berskala global di tengah persaingan yang semakin ketat.

Kini, pertanyaan berikutnya adalah apakah Reels bisa melampaui format media sosial dan merambah wilayah yang lebih menyerupai televisi. Meta mulai bereksperimen dengan video berdurasi lebih panjang, kolaborasi dengan kreator profesional, serta format iklan yang mirip siaran. Ambisi ini mencerminkan pandangan Mark Zuckerberg bahwa batas antara media sosial dan hiburan tradisional semakin kabur.

Namun lompatan ke ranah “televisi” bukan tanpa risiko. Konten berdurasi panjang membutuhkan investasi kreator yang lebih besar, sementara ekspektasi kualitas dari penonton juga lebih tinggi. Selain itu, Meta harus bersaing langsung dengan YouTube, layanan streaming, dan platform OTT yang telah mapan. Reuters menilai keberhasilan Reels sejauh ini tidak otomatis menjamin dominasi di format video panjang.

Meski demikian, perjalanan Reels dari peniru TikTok menjadi bisnis bernilai US$50 miliar menunjukkan kekuatan ekosistem Meta dalam mengubah produk menjadi mesin pendapatan. Reels bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi penting bagi masa depan Meta di dunia periklanan dan hiburan digital. Jika transisi ke format yang lebih panjang berhasil, Reels berpotensi menjadi jembatan antara media sosial dan televisi generasi baru.