(Business Lounge Journal – Human Resources)
Dari teknisi lift hingga energi terbarukan, inilah jalur karier terampil yang makin diminati dan menjanjikan masa depan stabil.
Seiring perubahan pasar tenaga kerja, pekerjaan blue collar mulai meninggalkan stigma lama. Jika dulu dianggap sebagai pilihan terakhir, kini profesi berbasis keterampilan teknis justru menjadi salah satu jalur karier dengan pertumbuhan tercepat dan pendapatan paling kompetitif menjelang 2026.
Dorongan pembangunan infrastruktur, transisi energi, urbanisasi, serta gelombang pensiun tenaga kerja senior menciptakan kebutuhan besar akan pekerja terampil. Banyak peran blue collar bahkan menawarkan penghasilan setara atau melampaui pekerjaan kantoran—tanpa harus menempuh pendidikan sarjana empat tahun dan relatif lebih tahan terhadap otomatisasi.
Tak heran, generasi muda dan para profesional yang ingin career switch mulai melirik sektor ini. Selain potensi penghasilan tinggi, pekerjaan blue collar menawarkan kepastian kerja, hasil kerja yang nyata, serta jalur karier yang jelas. Berikut enam pekerjaan blue collar yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan dan daya saing tinggi di 2026, khususnya relevan dengan kebutuhan Indonesia.
1. Teknisi Lift dan Eskalator
Di kota-kota besar yang terus tumbuh vertikal seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, kebutuhan akan teknisi lift dan eskalator semakin meningkat. Pembangunan gedung bertingkat, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga stasiun transportasi massal membuat profesi ini sangat dibutuhkan.
Pekerjaan ini menuntut keterampilan teknis, ketelitian tinggi, dan sertifikasi khusus. Namun sebagai gantinya, teknisi lift dan eskalator menikmati stabilitas kerja jangka panjang, peluang spesialisasi, serta penghasilan yang kompetitif—terutama bagi mereka yang bekerja di proyek-proyek besar atau perusahaan multinasional.
2. Teknisi Turbin Angin
Transisi energi global juga mulai terasa di Indonesia. Pengembangan energi terbarukan, termasuk angin dan surya, membuka peluang besar bagi teknisi turbin angin. Peran ini menuntut kemampuan mekanik, listrik, dan keselamatan kerja, serta kesiapan bekerja di lokasi terpencil atau ketinggian. Meski menantang, profesi ini menawarkan peluang jangka panjang seiring komitmen pemerintah dan sektor swasta dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Bagi generasi muda yang tertarik pada isu lingkungan dan teknologi, teknisi turbin angin menjadi kombinasi menarik antara green jobs dan karier teknis.
3. Teknisi Instalasi dan Perawatan Jaringan Listrik
Modernisasi jaringan listrik, pembangunan kawasan industri, serta meningkatnya kebutuhan energi nasional membuat teknisi jaringan listrik tetap menjadi profesi esensial.
Teknisi instalasi dan perawatan jaringan listrik berperan penting dalam menjaga pasokan energi tetap andal. Pekerjaan ini relatif tahan terhadap otomatisasi karena membutuhkan kehadiran fisik, penilaian situasional, dan keahlian teknis di lapangan.
Di Indonesia, profesi ini juga membuka peluang untuk bekerja di BUMN, kontraktor besar, hingga proyek infrastruktur strategis nasional.
4. Teknisi Listrik dengan Spesialisasi EV dan Panel Surya
Profesi listrik kini berkembang jauh melampaui instalasi konvensional. Permintaan terhadap teknisi listrik yang memahami sistem kendaraan listrik (EV), stasiun pengisian daya, serta instalasi panel surya meningkat pesat.
Dengan ekosistem EV yang mulai tumbuh di Indonesia—termasuk pabrik baterai dan kendaraan listrik—teknisi listrik yang memiliki keahlian tambahan di bidang ini akan semakin dibutuhkan. Fleksibilitas dan peluang peningkatan skill menjadikan profesi ini salah satu jalur blue collar paling adaptif di 2026.
5. Teknisi Pesawat dan Avionik
Pemulihan industri penerbangan mendorong peningkatan kebutuhan teknisi pesawat dan avionik. Bandara baru, armada maskapai yang bertambah, serta peningkatan lalu lintas udara menjadikan profesi ini sangat strategis.
Teknisi pesawat membutuhkan pelatihan khusus dan standar keselamatan yang ketat. Namun, keahlian yang spesifik membuat profesi ini relatif terlindungi dari fluktuasi ekonomi dan menawarkan jalur karier yang jelas, baik di maskapai, MRO (maintenance, repair, and overhaul), maupun industri pertahanan.
6. Tukang Pipa, Pipefitter, dan Steamfitter
Meski jarang disorot, profesi tukang pipa dan pipefitter tetap menjadi tulang punggung sektor konstruksi dan industri. Pembangunan gedung, pabrik, dan proyek retrofit bangunan lama memastikan permintaan yang konsisten.
Keunggulan utama profesi ini adalah stabilitas, kemandirian kerja, dan relevansi jangka panjang. Dengan pengalaman dan sertifikasi yang tepat, banyak pekerja di bidang ini mampu membuka usaha sendiri atau menjadi kontraktor spesialis.
Mengapa Pekerjaan Blue Collar Semakin Menarik di 2026?
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan percepatan teknologi, pekerjaan blue collar menawarkan sesuatu yang semakin langka: kepastian dan keberlanjutan. Banyak dari peran ini:
- Sulit digantikan oleh AI atau otomatisasi
- Langsung terhubung dengan kebutuhan dasar manusia
- Memiliki jalur peningkatan skill dan pendapatan yang jelas
Bagi Indonesia, penguatan tenaga kerja terampil juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan industrialisasi. Investasi pada pendidikan vokasi, sertifikasi, dan pelatihan teknis menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi ini.
Tahun 2026 menandai pergeseran besar dalam cara kita memandang karier. Pekerjaan blue collar bukan lagi pilihan cadangan, melainkan jalur strategis menuju masa depan yang stabil dan bermakna. Dengan keterampilan yang tepat dan kesiapan untuk terus belajar, profesi-profesi ini bisa menjadi fondasi karier yang kuat—baik secara finansial maupun profesional.

