(Business Lounge Journal – Human Resources)
– Pengembangan diri tidak harus mahal—strategi sederhana ini bisa berdampak besar pada penghasilan dan posisi karier Anda. –
Banyak orang berpikir kenaikan gaji datang dari adanya regulasi tahunan. Padahal, cara tercepat untuk meningkatkan nilai karier justru dimulai dari investasi pada diri sendiri.
Berbagai studi menunjukkan bahwa pekerja yang mengikuti program peningkatan keterampilan (upskilling) mengalami kenaikan pendapatan signifikan. Selain membuka peluang gaji lebih tinggi, pengembangan diri juga memperbesar peluang promosi atau pindah ke pekerjaan yang lebih baik. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat—termasuk otomatisasi dan AI—menunggu perusahaan berinisiatif mengembangkan karyawan justru semakin berisiko.
Kabar baiknya, meningkatkan kualitas karier tidak harus mahal. Berikut tiga strategi low-cost yang relevan untuk pekerja Indonesia di 2026.
1. Manfaatkan Pembelajaran Online Gratis dan Terjangkau
Akses belajar saat ini semakin terbuka. Banyak platform pembelajaran online menyediakan kursus gratis atau berbiaya rendah, bahkan tanpa harus berlangganan penuh. Platform seperti LinkedIn Learning, Coursera, hingga berbagai akademi digital menawarkan materi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini—mulai dari manajemen, pemasaran digital, data, hingga AI dasar.
Selain itu, semakin banyak perusahaan teknologi dan platform bisnis yang menyediakan company academy gratis. Akademi semacam ini biasanya menawarkan sertifikasi yang diakui industri, terutama untuk keterampilan praktis seperti pemasaran digital, product management, CRM, hingga manajemen proyek.
Di Indonesia, strategi ini sangat relevan karena:
- Banyak profesional belajar secara mandiri sambil bekerja penuh waktu
- Sertifikasi online mulai diperhitungkan dalam proses rekrutmen
- Biaya pendidikan formal semakin tinggi
Tak kalah penting, beberapa perusahaan di Indonesia mulai menyediakan learning allowance atau subsidi pelatihan. Sebelum mengeluarkan uang pribadi, ada baiknya mengecek kebijakan internal perusahaan.
2. Jadikan Networking sebagai Kebiasaan, Bukan Formalitas
Networking sering dianggap hanya penting saat sedang mencari kerja. Padahal, membangun relasi profesional adalah bagian dari pengembangan karier jangka panjang.
Berinteraksi dengan orang-orang di posisi serupa di perusahaan lain, senior di jalur karier yang sama, atau bahkan lintas industri, memberi perspektif yang tidak bisa didapat dari kelas formal. Percakapan ringan sering kali membuka wawasan tentang tren industri, standar gaji, hingga peluang karier yang belum dipublikasikan.
Di Indonesia, networking bisa dilakukan dengan cara sederhana dan hemat biaya:
- Coffee chat informal
- Diskusi di LinkedIn atau komunitas profesional
- Menghadiri seminar gratis, webinar, atau meet-up industri
- Bergabung dengan asosiasi profesi atau komunitas industri
Banyak asosiasi menawarkan biaya keanggotaan terjangkau, terutama bagi profesional muda. Manfaatnya tidak hanya relasi, tetapi juga akses ke pelatihan, diskon acara, dan forum diskusi eksklusif.
3. Bangun Pengalaman Nyata Lewat Side Project atau Side Hustle
Ingin menambah skill tanpa harus resign? Side project bisa menjadi jawabannya.
Semakin banyak profesional yang membangun pengalaman di luar pekerjaan utama—baik melalui freelance, proyek pribadi, maupun kegiatan sukarela. Di Indonesia, tren ini juga meningkat, terutama di kalangan pekerja muda dan profesional digital.
Side project memberi tiga keuntungan sekaligus:
- Pengalaman praktis yang bisa langsung ditunjukkan di CV atau portofolio
- Penghasilan tambahan, meski tidak selalu menjadi tujuan utama
- Perluasan jaringan, karena sering melibatkan kolaborasi lintas komunitas
Contoh side project yang relevan:
- Mengelola media sosial UMKM
- Menulis newsletter atau blog profesional
- Membantu organisasi sosial dalam pengelolaan data atau komunikasi
- Membangun dashboard sederhana untuk analisis bisnis
- Freelance sesuai keahlian utama
Keunggulan utama side project adalah fleksibilitas. Anda mengatur waktu, memilih topik, dan menyesuaikan proyek dengan minat serta arah karier yang diinginkan.
Skill dengan ROI Tertinggi di 2026
Di tengah maraknya teknologi dan AI, banyak orang berfokus hanya pada keterampilan teknis. Namun, tren global menunjukkan bahwa soft skills justru semakin krusial.
Keterampilan seperti berpikir analitis, kepemimpinan, komunikasi, empati, dan kemampuan beradaptasi menjadi pembeda utama di dunia kerja yang semakin kompleks. Teknologi bisa dipelajari, tetapi kemampuan manusia untuk berpikir kritis dan berkolaborasi tetap sulit tergantikan.
Dua area yang dinilai paling bernilai saat ini:
- Komunikasi: kemampuan menyampaikan ide dengan jelas, memimpin diskusi, dan membangun pengaruh
- AI literacy: memahami cara memanfaatkan AI sebagai alat bantu, bukan bergantung sepenuhnya
Untuk komunikasi, banyak komunitas dan organisasi non-profit yang fokus pada public speaking dan kepemimpinan dengan biaya terjangkau, bahkan tersedia di berbagai kota besar di Indonesia.
Di 2026, karier yang berkembang bukan milik mereka yang menunggu, tetapi mereka yang proaktif. Investasi terbaik sering kali bukan yang paling mahal, melainkan yang paling konsisten.
Belajar mandiri, membangun relasi, dan mencari pengalaman nyata bisa menjadi pembeda antara karier yang stagnan dan karier yang terus naik level. Dan kabar baiknya—semua itu bisa dimulai hari ini, tanpa harus menguras tabungan.

