Atasi Sitting Disease: Cara Praktis Kurangi Duduk di Kantor

(Business Lounge Journal – Medicine)

Dalam dunia kerja modern, kebiasaan duduk terlalu lama menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pekerja kantoran. Aktivitas yang tampak sederhana ini ternyata dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti pegal kronis, gangguan postur, hingga meningkatnya risiko penyakit serius. Kondisi ini sering disebut sitting disease, yaitu keadaan ketika tubuh terlalu lama dalam posisi diam dan minim gerakan. Untuk itu, para pekerja perlu menerapkan langkah-langkah sederhana agar tetap sehat, aktif, dan produktif.

Berikut beberapa cara praktis yang bisa dilakukan untuk mengurangi waktu duduk saat bekerja di kantor:

  1. Berdiri dan Bergerak Setiap 30–45 Menit
    Atur alarm pengingat untuk bangun dan bergerak singkat setiap setengah jam. Cukup berdiri, meluruskan kaki, atau berjalan kecil di sekitar meja untuk melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan otot.

  2. Gunakan Standing Desk Secara Bergantian
    Jika memungkinkan, manfaatkan standing desk untuk bekerja sambil berdiri pada waktu tertentu. Kombinasi duduk dan berdiri efektif mengurangi tekanan pada punggung dan pinggul.

  3. Tambahkan Aktivitas Ringan di Lingkungan Kantor
    Pilih tangga daripada lift, berjalan ke meja rekan kerja untuk berdiskusi, atau ambil air minum secara rutin. Aktivitas kecil ini membantu menambah langkah harian sehingga tubuh lebih aktif.

  4. Lakukan Stretching Sederhana di Meja Kerja
    Peregangan ringan seperti menggerakkan leher, bahu, lengan, dan pinggang dapat dilakukan tanpa meninggalkan kursi. Cara ini membantu mencegah kekakuan otot akibat duduk terlalu lama.

  5. Terapkan Postur Duduk yang Ergonomis
    Pastikan posisi duduk tegak, bahu rileks, dan layar komputer sejajar dengan mata. Kursi yang ergonomis sangat membantu menjaga kenyamanan serta mengurangi risiko cedera otot.

Selain kebiasaan individu, peran perusahaan juga penting dalam membangun kebiasaan kerja yang lebih sehat. Perusahaan dapat menyediakan area berdiri untuk rapat, mengadakan sesi movement break singkat, atau menata ruang kantor agar mendorong karyawan bergerak lebih sering. Lingkungan yang menunjang aktivitas fisik terbukti meningkatkan semangat kerja dan produktivitas tim.

Dengan menerapkan kebiasaan kecil namun konsisten, pekerja kantoran dapat mengurangi dampak buruk akibat duduk terlalu lama. Mengatasi sitting disease bukan hanya soal mencegah risiko kesehatan, tetapi juga membantu menjaga energi, fokus, dan performa kerja setiap hari. Pekerjaan tetap lancar, tubuh pun tetap sehat.