Onigiri, Warisan Kepalan Nasi Jepang yang Tak Lekang oleh Waktu

(Business Lounge Journal – Culture)

Onigiri adalah hidangan tradisional Jepang yang dibuat dari nasi putih yang dipadatkan dan dibentuk menjadi segitiga, silinder, atau bulat. Biasanya, onigiri dibalut dengan rumput laut kering (nori) agar mudah digenggam dan menjaga bentuknya tetap rapat. Walaupun tampak sederhana, onigiri memiliki hubungan yang kuat dengan sejarah dan kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.

Onigiri telah dikenal sejak abad ke-11 sebagai cara praktis untuk menyimpan dan membawa nasi. Pada masa itu, para prajurit Jepang sering membawa onigiri sebagai bekal karena dapat dimakan tanpa alat dan bisa disimpan cukup lama. Kebiasaan ini terus berlanjut hingga era modern, dan onigiri tetap menjadi makanan yang dekat dengan aktivitas harian, baik untuk sekolah, bekerja, piknik, maupun perjalanan jauh.

Bahan utama yang dipakai adalah nasi Jepang yang teksturnya lengket sehingga mudah dibentuk dengan tangan. Proses pembuatannya pun terbilang sederhana. Nasi hangat dikepal menggunakan tangan yang sudah dibasahi sedikit air agar tidak menempel. Setelah itu, bagian tengahnya diisi, lalu dibentuk menjadi segitiga, bulat, atau bentuk lain sesuai keinginan. Setelah selesai, onigiri biasanya dibungkus nori untuk memberi rasa gurih dan memudahkan saat dimakan.

Isian onigiri sangat beragam. Beberapa isian klasik yang sudah populer sejak dulu antara lain salmon asin, umeboshi (acar plum asin), mentaiko (telur ikan pollock pedas), dan kombu (rumput laut kelp yang dimasak). Isian tersebut dipilih bukan hanya karena rasanya enak, tetapi juga karena dapat membantu nasi tetap bertahan lebih lama. Seiring perkembangan waktu, muncul berbagai isian modern seperti ayam pedas, ayam teriyaki, tuna mayo, hingga daging cincang berbumbu. Hampir setiap daerah di Jepang memiliki gaya dan isian khas yang membuat variasi onigiri semakin kaya.

Di zaman sekarang, onigiri menjadi salah satu makanan paling digemari di toko serba ada (konbini). Hampir semua konbini di Jepang menyediakan banyak pilihan rasa, mulai dari rasa klasik sampai edisi musiman. Harganya yang ramah di kantong membuat onigiri disukai oleh pelajar, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga wisatawan. Onigiri sangat diminati karena praktis untuk dibawa dan disantap di mana dan kapan saja. Hal ini menjadikannya pilihan cepat bagi siapa pun yang membutuhkan makanan mengenyangkan tanpa harus makan di restoran.

Selain hadir dalam kehidupan sehari-hari, onigiri juga sering muncul di anime, film, dan drama Jepang. Kehadirannya di berbagai media membuat onigiri semakin dikenal di banyak negara. Banyak orang di luar Jepang yang mencoba membuat onigiri sendiri karena bahan dan langkah pembuatannya yang sederhana.

Onigiri membuktikan bahwa makanan yang sederhana dapat memiliki tempat istimewa dalam budaya suatu bangsa. Dengan bentuk yang mudah dibuat, rasa yang beragam, serta nilai sejarah yang kuat, onigiri berhasil bertahan dan terus berkembang dari masa ke masa. Hingga kini, onigiri tetap menjadi lambang perhatian, kesederhanaan, dan kehangatan yang hadir dalam setiap kepalan nasi.