(Business Lounge – Global News) PwC Amerika Serikat mengumumkan akan menggandakan jumlah divisi konsultasinya dari empat menjadi delapan unit baru yang lebih terfokus pada industri spesifik, efektif mulai 1 Juli 2025. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang semakin menginginkan layanan berbasis sektor dan bukan pendekatan generik. Dalam pengumumannya, PwC menyatakan bahwa reorganisasi ini juga akan memperluas peran layanan managed services di dalam setiap divisi, memungkinkan perusahaan memberikan solusi end-to-end yang lebih tajam dan sesuai dengan tantangan yang dihadapi klien di setiap industri.
Transformasi ini berlangsung saat industri konsultasi mulai bangkit kembali setelah tekanan ekonomi yang menyebabkan penurunan proyek pada tahun 2023 dan 2024. Meskipun PwC sempat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 3.000 pegawai di divisi pajak dan audit selama dua gelombang PHK, strategi baru ini menunjukkan bahwa perusahaan kini melihat peluang ekspansi. Dalam wawancaranya dengan The Wall Street Journal, kepala divisi advisory Tyson Cornell menyatakan bahwa PwC kini merekrut ribuan tenaga profesional baru untuk memperkuat tim advisory dan memperluas kapasitasnya dalam menjawab tantangan era digital. Reorganisasi ini akan menyasar sekitar 36.000 karyawan advisory PwC AS, termasuk 15.000 staf yang bekerja dari India.
Platform baru akan mencakup bidang seperti front-office consulting, cloud dan analytics, rantai pasok, serta layanan keuangan dan SDM. Selain itu, divisi terkait keamanan siber serta manajemen risiko dan regulasi akan dipisahkan untuk menangani masalah yang semakin kompleks dan sektoral. Layanan deals tetap dipertahankan dengan branding sebelumnya, namun kini setiap divisi akan dilengkapi dengan managed services sebagai bagian integral, bukan hanya pelengkap. Strategi ini dirancang agar PwC dapat memberikan layanan yang lebih tepat sasaran bagi klien di sektor-sektor seperti ritel, manufaktur, layanan kesehatan, energi, dan teknologi.
Restrukturisasi ini tidak hanya mencerminkan respons PwC terhadap permintaan klien yang berubah, tetapi juga menunjukkan posisi kompetitifnya di tengah ketatnya industri jasa profesional. Dengan fokus baru pada AI, data, dan teknologi transformasional, PwC menargetkan menjadi konsultan yang tidak hanya menawarkan saran strategis, tetapi juga eksekusi teknologi dan implementasi operasional. Perusahaan mengindikasikan bahwa ke depan mereka akan lebih banyak merekrut tenaga ahli lintas disiplin, termasuk ilmuwan data, arsitek cloud, dan analis risiko sektor untuk memperkuat platform baru ini.
Restrukturisasi ini menggarisbawahi perubahan mendasar dalam model bisnis konsultasi yang selama ini cenderung bersifat horizontal. PwC kini bertransformasi menjadi organisasi yang vertikal dengan spesialisasi industri yang lebih dalam. Model ini tidak hanya memberikan efisiensi internal, tetapi juga memungkinkan pengembangan solusi yang lebih kompleks dan bernilai tinggi. Di tengah dorongan pasar untuk solusi cepat, terintegrasi, dan berbasis teknologi, PwC tidak sekadar menyusun ulang organigram—mereka merancang ulang bagaimana jasa profesional akan didefinisikan dalam satu dekade mendatang.

