Mungkinkah Menghasilkan Sel Otak Baru di Usia Lanjut?

(Business Lounge Journal – Medicine)

Karakteristik dari sel otak yang disebut neuron adalah bila sel ini mati tidak bisa dihidupkan kembali, penelitian saat ini sedang mencari cara untuk melindungi neuron yang masih ada, memperlambat kematian neuron lebih lanjut, dan merangsang pertumbuhan neuron baru. Orang yang sudah berusia tua sebenarnya masih bisa menghasilkan neuron baru, meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat dibandingkan orang yang lebih muda. Neuron yang telah mati seperti dalam kasus Alzheimer dan Parkinson, umumnya tidak dapat dihidupkan kembali.

 Pembentukan Sel Otak Baru

Namun, terjadinya neuron baru bukanlah hal yang tak mungkin. Ada beberapa hal yang perlu kita pahami terkait pembaharuan neuron:

  1. Kemampuan Neuron untuk Pulih
  • Neuron yang Rusak vs. Neuron yang Mati: Neuron yang mengalami cedera atau kerusakan dapat memiliki kemampuan untuk pulih, tergantung pada tingkat kerusakannya. Jika neuron masih hidup tetapi fungsinya terganggu, dalam beberapa kasus, perbaikan atau regenerasi dapat terjadi melalui proses neuroplastisitas dan neurogenesis.
  • Neuroplastisitas: Otak memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan membentuk koneksi baru. Jika beberapa neuron dalam area tertentu terganggu, neuron yang masih hidup di sekitar dapat memperkuat sambungan mereka untuk mengganti fungsi yang hilang. Ini adalah bagian dari mekanisme pemulihan otak setelah cedera.
  1. Neurogenesis

Meskipun neuron yang mati tidak bisa dihidupkan kembali, otak dapat memproduksi neuron baru melalui proses yang disebut neurogenesis, terutama di hipokampus. Peningkatan aktivitas fisik, stimulasi mental, dan faktor-faktor lingkungan positif dapat memicu neurogenesis.

Penelitian telah menunjukkan bahwa hipokampus tetap dapat memproduksi neuron baru sepanjang hidup, meskipun jumlah neuron yang dihasilkan akan berkurang seiring bertambahnya usia.

  1. Pentingnya Stimulasi Mental dan Fisik:

Melakukan aktivitas fisik secara teratur dan terlibat dalam aktivitas yang menantang secara mental (seperti belajar keterampilan baru, bermain alat musik, atau bermain puzzle) dapat mendukung produksi neuron baru dan kesehatan otak secara keseluruhan.

Meskipun neurogenesis berkurang seiring bertambahnya usia, orang tua masih memiliki kemampuan untuk membentuk neuron baru. Dengan menjaga gaya hidup sehat, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan tetap aktif secara mental, dapat membantu mendukung proses ini dan mempertahankan kesehatan otak.

  1. Kemajuan dalam Penelitian

Beberapa penelitian berfokus pada teknik seperti terapi sel untuk menggantikan neuron yang hilang atau mati. Misalnya, transplantasi sel induk menjadi area otak yang terkena telah dijelajahi sebagai cara untuk menggantikan neuron yang hilang, tetapi ini masih dalam tahap eksperimental dan pengembangan.

  1. Ada beberapa faktor dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menghasilkan neuron baru, diantaranya:
  • Kualitas tidur: Tidur yang cukup dan berkualitas juga berperan penting dalam proses pembentukan neuron baru.
  • Gaya Hidup Sehat: Aktivitas fisik, nutrisi yang baik (seperti asam lemak omega-3 dan flavonoid), dan stimulasi mental (belajar atau menyelesaikan tantangan baru) dapat meningkatkan kadar BDNF dalam otak. BDNF  (Brain-Derived Neurotrophic Factor) yang merupakan protein untuk perkembangan sel otak, dapat meningkatkan neurogenesis dan kesehatan otak secara keseluruhan.
  • Stres: Kadar stres yang tinggi dapat menurunkan produksi BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor), yang berdampak negatif pada neurogenesis. Dan sebaliknya. Ini menunjukkan bahwa menjaga keseimbangan emosi dan mengelola stres sangat penting untuk mendorong neurogenesis sehat.

Meskipun neuron yang telah mati tidak dapat dihidupkan kembali, otak memiliki beberapa mekanisme untuk mendukung pemulihan neuron yang rusak dan mempromosikan pembentukan neuron baru. Penelitian terus berlanjut untuk memahami lebih jauh tentang cara melindungi dan memulihkan neuron di dalam otak, terutama dalam konteks penyakit degeneratif dan cedera otak.

Peran Penting BDNF

Salah satu protein yang mendukung  perkembangan sel otak dan fungsi otak adalah BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor). Protein ini termasuk dalam kelompok faktor pertumbuhan yang membantu dalam berbagai aspek, termasuk:

  1. Pertumbuhan Neuron: BDNF berperan dalam diferensiasi dan pertumbuhan neuron baru, yang penting untuk perkembangan sistem saraf selama masa perkembangan dan pembelajaran.
  2. Neuroplastisitas: BDNF mendukung kemampuan otak untuk beradaptasi dan berubah, yang dikenal dengan neuroplastisitas. Ini memungkinkan otak untuk belajar dari pengalaman, memperkuat koneksi antara neuron, dan memperbaiki diri setelah cedera atau gangguan.
  3. Memori dan Pembelajaran: BDNF terlibat dalam proses kognitif, termasuk memori dan pembelajaran. Peningkatan kadar BDNF telah dikaitkan dengan peningkatan kemampuan belajar dan mengingat.
  4. Perlindungan Sel Saraf: BDNF juga memiliki efek neuroprotektif, yang berarti ia membantu melindungi neuron dari kerusakan dan kematian yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk stres dan penyakit neurodegeneratif.

Tingkat BDNF yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan mental, termasuk depresi dan kecemasan. Olahraga terbukti meningkatkan kadar BDNF dalam otak, yang membantu mendukung kesehatan otak secara keseluruhan. Aktivitas yang menantang mental, seperti belajar sesuatu yang baru atau bermain alat musik, dapat meningkatkan produksi BDNF.

Secara keseluruhan, BDNF memiliki peran yang krusial dalam memfasilitasi perkembangan dan kesehatan otak, serta dalam menjaga kognisi yang baik sepanjang hidup.

Neurogenesis dan BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) memiliki hubungan yang erat dan saling memengaruhi. Hubungan antara keduanya adalah seperti di bawah ini:

  1. Peran BDNF dalam Neurogenesis

– Stimulasi Pertumbuhan Neuron: BDNF adalah faktor pertumbuhan yang sangat penting untuk proses neurogenesis. Ia terutama berfungsi untuk mendukung kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan diferensiasi neuron baru di otak. BDNF meningkatkan kemampuan neuron untuk bertahan hidup dan berkembang dengan baik, yang esensial dalam proses pembentukan neuron baru.

– Regulasi Faktor Genetik: BDNF dapat memodulasi ekspresi gen yang terlibat dalam neurogenesis, mempengaruhi protein dan faktor lain yang berperan dalam pembentukan neuron baru.

  1. Neuroplastisitas

BDNF juga memainkan peran kunci dalam neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi dan membentuk koneksi baru sebagai respons terhadap pengalaman dan lingkungan. Neurogenesis adalah salah satu aspek dari neuroplastisitas; peningkatan BDNF mendukung kemampuan otak untuk menciptakan dan mengubah koneksi neuron, yang penting untuk pembelajaran dan memori.

3. Implikasi Klinis

Penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kadar BDNF telah dikaitkan dengan gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Mengingat peran BDNF dalam neurogenesis, meningkatkan kadar BDNF melalui intervensi (seperti olahraga, terapi perilaku, atau suplementasi nutrisi) dapat membantu merangsang neurogenesis dan memperbaiki gejala gangguan mental.

Hubungan antara neurogenesis dan BDNF sangat kuat; BDNF berfungsi sebagai mediator kunci yang mendukung proses pembentukan neuron baru di otak. Dengan memahami cara meningkatkan kadar BDNF, kita dapat mendorong neurogenesis yang sehat, yang berkontribusi pada kesehatan otak yang lebih baik serta fungsi kognitif selama hidup.

Tiga Makanan Peningkat BDNF

Makanan juga memiliki faktor penting, tiga makanan yang kaya akan komponen yang dapat meningkatkan kadar BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor):

  1. Ikan Berlemak (Seperti Salmon dan Sardin):
  • Kandungan: Ikan berlemak kaya akan asam lemak omega-3, terutama EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid).
  • Manfaat: Omega-3 telah terbukti meningkatkan produksi BDNF di otak, dan juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat melindungi neuron dari kerusakan. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan berlemak dapat mendukung kesehatan mental dan fungsi kognitif.
  1. Kakao (Cokelat Hitam):
  • Kandungan: Kakao tinggi flavonoid, yaitu senyawa antioksidan yang ditemukan dalam cokelat hitam.
  • Manfaat: Flavonoid dalam kakao dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan meningkatkan kadar BDNF. Selain itu, konsumsi kakao telah dikaitkan dengan peningkatan mood dan fungsi kognitif, serta pengurangan risiko depresi.
  1. Beri (Seperti Blueberry, Strawberry, dan Raspberry):
  • Kandungan: Berries kaya akan antioksidan, vitamin C, serat, dan senyawa flavonoid.
  • Manfaat: Beri, terutama blueberry, telah menunjukkan potensi dalam meningkatkan kadar BDNF dan meningkatkan fungsi kognitif. Antioksidan yang terkandung dalam buah beri membantu melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan, yang dapat mendukung kesehatan otak secara keseluruhan.

Makanan yang kaya akan omega-3, flavonoid, dan antioksidan tidak hanya membantu meningkatkan produksi BDNF tetapi juga berkontribusi pada kesehatan otak yang optimal. Menambahkan ikan berlemak, kakao, dan berries ke dalam diet sehari-hari dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan dan fungsi otak.

Jadi, jangan putus harapan… baik untuk diri Anda maupun orangtua Anda, ada harapan untuk pembentukan sel otak yang baru.