maskapai penerbangan Boeing

Boeing Berupaya Meningkatkan Produksi 737 dengan Menutup ‘Shadow Factory’

(Business Lounge Journal – Global News)

Boeing tengah berupaya meningkatkan produksi pesawat 737 dengan menutup fasilitas ‘shadow factory’, yakni jalur perakitan yang lebih banyak digunakan untuk memperbaiki pesawat daripada membangun unit baru. Dengan langkah ini, perusahaan berharap dapat mengalokasikan tenaga kerja terampil untuk produksi pesawat baru yang lebih efisien.

Tantangan utama dalam rencana ini adalah membersihkan puluhan pesawat yang masih berada di shadow factory, termasuk pesawat MAX dan 787 yang masih menunggu pemeriksaan kualitas. Boeing telah menghabiskan lebih banyak waktu untuk inspeksi dan perbaikan pesawat daripada produksi awalnya, yang mengakibatkan penundaan dan peningkatan biaya. Untuk mengatasi permasalahan ini, Boeing berencana meningkatkan produksi 737 MAX menjadi 38 unit per bulan dan menghentikan pembakaran kas yang terjadi akibat penundaan produksi.

Selain itu, Boeing juga mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pabrik dan kinerja pemasoknya. Salah satu langkah penting yang diambil adalah akuisisi Spirit AeroSystems, pemasok utama komponen pesawat. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kendali Boeing atas rantai pasokan dan memastikan produksi berjalan lebih konsisten. Dengan kontrol yang lebih baik atas rantai pasokan, perusahaan berharap dapat mengurangi hambatan produksi yang selama ini menjadi kendala utama.

Langkah ini tidak hanya berdampak bagi Boeing, tetapi juga bagi seluruh industri penerbangan. Maskapai penerbangan dan pemasok sangat bergantung pada kestabilan produksi Boeing, mengingat pesawat-pesawat baru sangat dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Jika produksi tidak berjalan sesuai rencana, maskapai penerbangan bisa menghadapi keterlambatan dalam mendapatkan armada baru, yang pada akhirnya berimbas pada layanan kepada pelanggan.

Boeing juga berfokus pada peningkatan standar kualitas dengan melakukan inspeksi ketat terhadap setiap pesawat yang diproduksi. Perusahaan telah mengembangkan berbagai metode baru dalam proses manufaktur untuk memastikan bahwa setiap pesawat yang keluar dari jalur produksi memenuhi standar keselamatan tertinggi. Dengan adanya langkah ini, Boeing berharap dapat menghindari permasalahan teknis yang sempat menurunkan kepercayaan publik terhadap produk-produknya.

Meskipun ambisi Boeing untuk meningkatkan produksi sangat tinggi, perusahaan masih menghadapi tantangan besar, termasuk kepatuhan terhadap regulasi dan peningkatan standar keselamatan. Para ahli manufaktur menyebutkan bahwa perusahaan masih perlu melakukan perbaikan besar dalam budaya keselamatan dan kontrol kualitas agar dapat menghindari insiden serupa di masa depan. Upaya peningkatan kualitas ini menjadi salah satu aspek utama dalam strategi jangka panjang Boeing untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di industri penerbangan.

Dengan reformasi yang tepat dan strategi produksi yang lebih efisien, Boeing berupaya memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri penerbangan global. Penutupan shadow factory menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan memperbaiki reputasi perusahaan di mata publik serta pemangku kepentingan. Keberhasilan langkah ini akan sangat menentukan bagaimana Boeing menghadapi persaingan ketat di industri penerbangan dalam beberapa tahun ke depan.