(Business Lounge Journal – Human Resources)
Kamu pernah malas? Atau selalu malas? Malas seringkali menyerang dalam berbagai bentuk di segala bidang kehidupan. Mulai dari malas bangun pagi hingga terbenamnya matahari, kemalasan dapat datang setiap saat. Bahkan ada manusia yang “mager” (malas gerak) tidak melakukan apapun selain pegang HP dan makan. Kondisi “mager” ini banyak dialami oleh anak2 muda jaman sekarang.
Kemalasan pada manusia merupakan hal yang seringkali muncul dalam beberapa situasi tertentu. Setiap orang memiliki tingkat energi dan motivasi yang bervariasi, jadi adanya rasa malas pada manusia memang dapat saja terjadi. Namun demikian, jika kemalasan berlangsung terus-menerus dan mengganggu produktivitas atau kesejahteraan seseorang, maka bisa kemalasan akan menjadi masalah yang perlu diatasi.
Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan manusia menjadi malas, di antaranya:
- Kurangnya motivasi: Ketika seseorang tidak memiliki tujuan yang jelas atau motivasi yang kuat, mereka cenderung menjadi malas dalam melakukan tugas atau aktivitas.
- Kurangnya energi: Ketidakseimbangan energi dalam tubuh, misalnya kurang tidur, kurang olahraga, atau pola makan yang tidak sehat, dapat menyebabkan kelelahan dan rasa malas.
- Kurangnya minat atau kebosanan: Ketika seseorang tidak memiliki minat yang cukup terhadap suatu tugas atau pekerjaan, mereka bisa merasa malas untuk melakukannya.
- Kurangnya pengetahuan atau keterampilan: Jika seseorang merasa tidak yakin atau tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menyelesaikan suatu tugas, mereka bisa merasa malas untuk melakukannya.
Semua yg dikerjakan manusia berhubungan dengan otak. Tentunya ada hubungan antara malas dan kerja otak. Rasa malas dapat mempengaruhi fungsionalitas otak seseorang. Beberapa dampak kemalasan terhadap otak manusia antara lain:
- Menurunnya daya konsentrasi: Rasa malas dapat mengganggu kemampuan untuk berkonsentrasi dan fokus, sehingga berdampak pada performa otak dalam memproses informasi.
- Menurunnya kemampuan belajar: Rasa malas bisa menghambat kemampuan belajar dan memengaruhi kemampuan otak untuk memperoleh pengetahuan baru.
- Penurunan produktivitas: Ketika rasa malas dominan, produktivitas otak dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan akan menurun.
- Meningkatnya stres dan kecemasan: Rasa malas yang berkelanjutan dapat menyebabkan peningkatan stres dan kecemasan, yang dapat mempengaruhi fungsi otak dan kesehatan mental secara keseluruhan.
- Merugikan kesehatan mental: Rasa malas yang kronis dapat berkontribusi pada masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.
- Menurunnya kreativitas: Rasa malas dapat menghambat kemampuan otak untuk berpikir kreatif dan mencari solusi inovatif.
- Menurunnya motivasi: Kemalasan yang berkepanjangan dapat menghancurkan motivasi dalam seseorang dan menghambat pertumbuhan pribadi.
- Mengurangi kemampuan pengambilan keputusan: Rasa malas dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk memproses informasi dan membuat keputusan yang baik dan rasional.
- Menurunnya memori: Rasa malas tidak hanya dapat memengaruhi kemampuan otak untuk belajar, tetapi juga mengganggu kemampuan untuk menyimpan dan mengingat informasi.
- Penurunan kualitas tidur: Kebiasaan malas yang berlebihan dapat mengganggu pola tidur, yang berdampak negatif pada fungsi otak dan kesehatan secara keseluruhan.
Namun jangan putus asa, selalu ada cara untuk keluar dari kemalasan. Dengan catatan memang ada niat untuk memerangi kemalasan tentunya. Nah, berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memerangi kemalasan yg datang.
- Menentukan tujuan yang jelas: Memiliki tujuan yang jelas dapat memberikan motivasi dan arah dalam melakukan tugas atau aktivitas.
- Membuat jadwal atau rutinitas: Mengatur jadwal yang teratur dan membagi waktu dengan bijaksana dapat membantu melawan rasa malas.
- Mengatur lingkungan kerja yang baik: Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan bebas dari gangguan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi rasa malas.
- Menggunakan teknik manajemen waktu: Menggunakan teknik manajemen waktu seperti metode Pomodoro atau Time Blocking dapat membantu meningkatkan fokus dan menghindari prokrastinasi.
- Memulai dengan tugas kecil: Memulai dengan tugas kecil atau mudah dapat membantu untuk mengatasi rasa malas dan menciptakan momentum positif.
- Mencari motivasi intrinsik: Mencari motifasi yang muncul dari dalam diri sendiri dapat membantu mendorong diri untuk tetap bergerak dan mengatasi kemalasan.
- Menghindari gangguan dan godaan: Menghindari gangguan seperti media sosial atau aktivitas yang mengalihkan perhatian dapat membantu mengurangi rasa malas.
- Mencari dukungan sosial: Berbagi tujuan dan tantangan dengan orang lain serta mendapatkan dukungan dan dorongan dari mereka dapat membantu dalam melewati rasa malas.
- Beristirahat dan mencukupi kebutuhan fisik: Memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup, tidur yang baik, dan pola makan yang seimbang dapat memberikan energi yang diperlukan untuk mengatasi rasa malas.
- Memotivasi diri sendiri dengan reward: Memberikan hadiah atau reward untuk mencapai tujuan kecil dapat menjadi dorongan yang efektif dalam mengatasi rasa malas.
Jika kamu adalah orang yang bekerja, rasa malas juga dapat muncul di tengah pekerjaan. Perlu beberapa strategi untuk memerangi malas di tengah pekerjaan. Hal yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengadakan istirahat singkat: Mengambil istirahat singkat dan bergerak sejenak dapat membantu menyegarkan pikiran dan mengurangi kelelahan.
- Mengubah fokus atau tugas: Beralih ke tugas yang berbeda atau memfokuskan pada hal-hal kecil yang dapat diselesaikan dapat membantu memulai kembali momentum.
- Mencari sumber inspirasi: Melihat sumber-sumber inspirasi atau mencari motivasi dari luar dapat membantu membangkitkan semangat kembali.
- Menggunakan teknik manajemen emosi: Mengenali dan mengelola emosi negatif seperti kebosanan atau frustrasi dapat membantu melewati rasa malas.
- Menetapkan batasan waktu: Menetapkan batasan waktu untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan tertentu dapat membantu untuk tetap fokus dan menghindari prokrastinasi.
- Menggunakan teknologi untuk membantu produktivitas: Ada berbagai aplikasi dan alat bantu yang dapat membantu mengatur waktu dan meningkatkan produktivitas.
- Mengingat tujuan akhir: Mengingat tujuan akhir atau manfaat jangka panjang dari tugas atau pekerjaan dapat membantu memotivasi untuk melanjutkan meskipun merasa malas.
Semua langkah ini tentunya akan bervariasi keefektifannya tergantung pada individu dan situasinya. Penting untuk menemukan strategi yang paling cocok untuk mengatasi rasa malas dan meningkatkan produktivitas dalam diri sendiri.
Ayo, keluar dari kemalasan dan perangi. Pasti berhasil!