Menumbuhkan Wirausaha Kebangsaan dengan Culturepreneurship

(Business Lounge Journal – Entrepreneurship)

Pernah dengar istilah ini? Betul! Gabungan dari kata culture dan entrepreneurship ini memang sedang banyak dibicarakan. Untuk Indonesia yang kaya budaya dari Sabang sampai Merauke maka peluang untuk menjadi seorang culturepreneur sangat besar.

Culturepreneurship adalah kombinasi antara kegiatan budaya (culture) dan kewirausahaan (entrepreneurship). Ini melibatkan pemanfaatan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan dan mempromosikan produk atau layanan yang terkait dengan budaya, seni, tradisi, atau warisan lokal suatu komunitas.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk menjadi seorang culturepreneur:

1. Mengidentifikasi potensi budaya: Melakukan riset dan pemahaman yang mendalam tentang potensi budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai basis bisnis.

2. Membuat rencana bisnis: Mengembangkan rencana bisnis yang mencakup strategi penjualan, pemasaran, produksi, dan manajemen untuk memasarkan produk atau layanan budaya dengan efektif.

3. Membentuk jaringan dan kemitraan: Menghubungi dan menjalin kemitraan dengan pihak-pihak yang terkait, misalnya seniman, perajin, komunitas budaya, pemerintah daerah, atau investor yang tertarik dengan budaya.

4. Membangun merek dan identitas: Membangun merek yang kuat dengan memahami nilai-nilai budaya yang ingin diwakili dan mencerminkan identitas bisnis.

5. Mendapatkan pendanaan: Menjelajahi berbagai sumber pendanaan seperti pinjaman usaha, program bantuan pemerintah, atau investor yang tertarik dengan industri budaya.

Culturepreneurship dapat diterapkan dalam berbagai industri. Beberapa industri yang umum menggunakan pendekatan culturepreneurship adalah seni dan kerajinan, pariwisata budaya, makanan tradisional, mode, desain, festival budaya, dan pendidikan seni dan budaya.

Tentunya untuk menjadi seorang culturepreneur memerlukan modal. Namun hal yang terpenting adalah mampu melihat peluang dari daerah atau budaya masing-masing dan penuh kreatifitas yang akan menghasilkan inovasi baru.

Hubungan antara culturepreneurship, kreativitas, dan inovasi adalah bahwa culturepreneurship memanfaatkan kreativitas dan inovasi dalam pengembangan dan pemasaran produk atau layanan budaya yang unik dan menarik. Kreativitas diperlukan untuk menghasilkan ide-ide baru yang inovatif, sedangkan inovasi diperlukan untuk menerapkan ide-ide tersebut ke dalam praktik bisnis yang sukses. Kreativitas dan inovasi menjadi alat penting bagi culturepreneur untuk membedakan diri mereka di pasar dan menarik minat konsumen.

Sebut saja makanan khas daerah yang dijual sebagai oleh-oleh daerah tersebut misalnya Gudeg Jogya, Bakphia Patok, Krupuk Bangka, Pempek Palembang, Rendang Padang dan lain sebagainya. Belum lagi barang kerajinan yang khas seperti batik berbagai daerah dan aneka jenis kain dengan motif daerah dimana motif batik Cirebon berbeda dengan batik Solo atau batik Bali. Bahkan daerah yang tadinya tidak punya batik, kini mulai memiliki batik seperti di Nusa Tenggara Timur atau di Papua. Semuanya merupakan culturepreneurship dan dapat dikembangkan lebih jauh lagi.

Rajin melihat peluang yang ada di daerahmu dan mulailah berinovasi! Peluang sangat banyak bertebaran di mana-mana. Ayo menjadi seorang culturepreneur.

Semoga sukses!