Penjualan di Tiongkok Melemah, Apple Kembali ke India

(Business Lounge Journal – Global News) Sehubungan penjualan di Tiongkok menunjukkan tanda-tanda penurunan, Apple Inc pun mengubah strateginya untuk kembali ke India. Apple menggembar-gemborkan bahwa iPhone adalah selera rakyat India dan raksasa teknologi ini bertaruh bahwa kenaikan upah dan perluasan kelas menengah akan menarik para konsumen yang sebelumnya lebih memilih teknologi murah yang saat ini mendominasi pasar.

Dalam pelaporan laba, perusahaan melaporkan pertumbuhan iPhone yang sangat minim dan memperkirakan penurunan pendapatan pertama dalam 13 tahun, namun pasar India tampil sebagai titik terang nan langka bagi Apple.

Penjualan smartphone unggulan milik perusahaan naik 76 persen di India sejak kuartal tahun lalu, demikian dikatakan Chief Financial Officer Apple Luca Maestri, seperti dilansir oleh Reuters. Menurut data yang dikumpulkan oleh Counterpoint Technology Research, Apple menjual sekitar 800.000 iPhone di India pada kuartal keempat, yang merupakan jumlah penjuakan tertinggi yang pernah ada namun ini merupakan sebagian kecil dari 28 juta smartphone yang terjual selama periode itu.

Pertumbuhan di India adalah prospek menggiurkan oleh karena Apple bergulat dengan krisis ekonomi di Tiongkok, yang merupakan pasar terbesar kedua. Sedangkan pendapatan di Tiongkok besar naik 14 persen pada kuartal terakhir, Apple mulai melihat pergeseran dalam perekonomian, terutama di Hong Kong, demikian dikatakan Maestri kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

Tetapi dengan hampir 70 persen smartphone dijual dengan harga kurang dari $ 150 di India, ponsel high-end Apple tetap jauh dari jangkauan kebanyakan konsumen. Dasar penjualan iPhone 6S hanya di bawah USD 700 di India, atau hampir setengah upah rata-rata tahunan.

“Dalam banyak hal India sangat mirip dengan keadaan Tiongkok beberapa tahun yang lalu, tapi kelas menengah di sini masih sangat kecil dan itu bisa dua hingga tiga tahun sebelum Apple mendapat kesuksesan yang sama di India,” demikian dikatakan Counterpoint Technology Research.

CEO Apple Tim Cook kini lebih optimis, mengatakan perusahaan itu “semakin menempatkan lebih banyak energi” ke India, mengutip penduduk yang sebagian besar berusia muda dengan meningkatnya pendapatan karena lebih banyak orang bergabung dengan tenaga kerja.

Dengan cakupan 4G yang lebih cepat berkembang, Apple telah meminta pemerintah India untuk lisensi untuk mendirikan toko ritel sendiri oleh karena sepertinya pasar tampaknya akan berubah mendukungnya. Seperti di Tiongkok, produk Apple adalah simbol status yang didambakan di India, demikian dikatakan analis pasar yang mengatakan kemungkinan akan menyalip Amerika Serikat tahun depan untuk menjadi pasar smartphone terbesar kedua di dunia.

“Cinta untuk iPhone ada,” kata Carolina Milanesi, kepala penelitian dan kepala bisnis AS di Kantar Worldpanel Comtech, sebuah perusahaan riset konsumen.

nancy/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x