Bridestory – Make Your Wedding Memorable

Banner-Bridestory_1200x520px

(Business Lounge – Entrepreneurial News) – Semua orang, pastinya menginginkan pernikahan yang berkesan. Semua hal untuk mempersiapkan pernikahan akan diatur sedemikian rupa, mulai dari baju pengantin, mobil pengantin, tempat resepsi, dan lainnya. Semua hal tersebut pastilah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya untuk kelangsungan pernikahan dari pasangan yang berbahagia.

Menginginkan pernikahan yang penuh kesan, pastilah merupakan impian setiap orang. Tetapi, di dalam pelaksanaannya tentulah tidak semudah yang dibayangkan. Banyak hal memang perlu untuk dipikirkan, seperti mencari tempat penyewaan baju pengantin, mencari fotografer yang sesuai dengan tema pernikahan, mencari jasa makeup pengantin, dan lainnya. Belum lagi, semuanya harus disesuaikan dengan budget yang sudah dipersiapkan.

Memang, jika dipikir, mempersiapkan pernikahan itu pasti membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit. Belum lagi jika kita masih dalam tahapan memilih vendor yang kita inginkan. Mau tidak mau, kita pasti akan berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mencocokkan vendor yang sesuai dengan keinginan dan budget kita. Tetapi kini, mempersiapkan pernikahan sudah semakin praktis. Mencari vendor untuk event organizer, bridal, catering, bahkan tempat honeymoon bisa Anda lakukan dengan mudahnya, yaitu dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh Bridestory.

Bridestory1

Bridestory dimulai pada tahun 2014 oleh Kevin Mintaraga, entrepreneur muda yang pernah meraih berbagai penghargaan, seperti EY Young Entrepreneur Of The Year 2013 dari Ernst & Young Indonesia, 40 Under 40 dari Fortune Magazine, 30 Young Entrepreneurs Under 40 dari SME Magazine, dan juga penghargaan Young Entrepreneur Award – Advertising sector dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2012. Kevin Mintaraga memang merupakan seorang entrepreneur yang kreatif. Sebelum mendirikan Bridestory, dengan beberapa orang partner, ia pernah mendirikan bisnis digital agency yang bernama Magnivate pada tahun 2008.

Pengalaman menjadi entrepreneur, mungkin itulah yang menjadi bekal Kevin Mintaraga dalam menjalankan bisnis Bridestory. Dan memang, perkembangan dari Bridestory tergolong pesat. Hanya dalam waktu 1 tahun saja, sudah ada 10.000 vendor yang terdaftar di Bridestory. Semuanya sudah termasuk bridal, catering, decoration & lighting, photography, dan jasa lainnya.

Bridestory2

Mengenai nama Bridestory sendiri, memang ada alasan tersendiri mengapa Kevin Mintaraga memilih nama tersebut “setiap wanita, pasti sebelum menikah sudah mengidamkan dream wedding mereka. Dan saya percaya, bahwa setiap couple itu unik, mereka mempunyai relationship stories mereka sendiri, dan lain sebagainya. Dari situ, kita ingin membuat story mereka spesial dengan menghubungkan mereka dengan inspirasi yang keren, dan juga vendor yang dapat membantu mereka. Itu sebabnya kita mempunyai nama Bridestory, karena kita percaya, setiap bride mempunyai story mereka sendiri, yang dapat kita create jadi special theme wedding.” katanya menjelaskan.

Mengelola Bridestory dengan 10.000 vendor, memang bukan perkara yang mudah. Namun, semuanya dijalani Kevin dengan gembira. Bahkan, kepuasan semua vendor tersebut, merupakan prioritas baginya. “Kita bayangkan, kita bertanggung jawab terhadap kehidupan 10.000 vendor yang bisa kita kasih proyek. Kalau mereka dapat proyek atau revenue, berarti kan kesejahteraan mereka meningkat. So, small things yang membuat perkembangan yang baik pada mereka, membuat saya bahagia. Apalagi ketika mereka bilang “wah, thank you, gara-gara Bridestory bulan ini saya dapat 5 klien.” Ya, pokoknya the joy in the giving” katanya. “

Kevin Mintaraga

Kesuksesan Bridestory memang terlihat jelas. Hampir setiap bulannya, bahkan setiap hari, vendor yang mendaftar semakin banyak. Bahkan, Kevin Mintaraga sendiri juga mengungkapkan bahwa sebagian besar vendor yang mendaftar di Bridestory memang tergolong aktif menggunakan jasa yang disediakan oleh Bridestory. “Yang pasti vendor kita sangat aktif, karena setidaknya, lebih dari 70% vendor kita masuk ke dalam website kita (Bridestory-red) untuk mengupload project dan lain sebagainya, minimal sebulan sekali. Dan dari segi pengguna, kita melihat banyak sekali, lebih dari 50% pengguna kita selalu datang kembali untuk mencari inspirasi. Jadi, our product is very sticky and engaging.” katanya kepada Businesslounge.

Melihat kesuksesan Kevin Mintaraga sebagai seorang entrepreneur saat ini, siapa sangka kalau perjalanan Kevin Mintaraga bisa dikatakan penuh perjuangan. Diceritakannya, ia pernah juga mengalami putus kuliah karena masalah biaya. Meskipun awalnya sedih, namun Kevin tidak berlama-lama di dalam kesedihan, tetapi berjuang untuk bangkit. Kevin bercerita ” Saya sendiri kan backgroundnya dulu, waktu tahun 2006 kan saya tidak lulus kuliah, keluarga saya tidak mampu membiayai saya,  jadi saya harus mulai segala sesuatu dari nol, ya saya cukup desperate lah. Jadi saya minta tolong kepada Tuhan. Karena kebaikan Dialah saya ada hari ini.”

Mengenai rencana kedepannya, Kevin Mintaraga ingin agar Bridestory bisa menjadi global business. Dan untuk menjalankan rencananya, memang ia tidak main-main. Terbukti, ia sudah melakukan launching di Singapura, dan rencananya bahkan akan launching lagi di beberapa negara lainnya.

Bridestory3

Melihat keberhasilan Bridestory, ketika ditanya mengenai visi misi, Kevin Mintaraga pun menjawabnya dengan jawaban yang sederhana ” we want to touch as many as people’s heart as possible, we want to sit down with influence job content to help them to build strong marriage.” katanya. Success for you, Kevin Mintaraga!

Business Analysis : Dalam mengelola Bridestory, yang merupakan website penyedia jasa untuk pernikahan, Kevin Mintaraga memang benar-benar memperhatikan 4C’s yang penting dalam internet marketing , yaitu cost, communications with company, customer needs and wants, dan customer convenience. Mengenai cost, harga yang ditetapkan oleh Kevin Mintaraga untuk vendor yang mendaftar di Bridestory cukup beragam, namun bisa dikatakan pantas untuk fasilitas dan kemudahan yang didapatkan oleh vendor. Salah satu kemudahannya adalah, vendor bisa lebih mudah terhubung dengan klien mereka. Mengenai communications with company, Bridestory membantu pasangan yang akan menikah, untuk lebih mudah berkomunikasi dengan vendor, dimulai dari memilih vendor yang mereka inginkan, dan setelah itu bisa menghubungi dan berkomunikasi langsung dengan vendor yang diinginkan. Mengenai customer needs and wants, Bridestory menyediakan kemudahan bagi para vendor, yang merupakan customer mereka, untuk menemukan calon pengantin yang akan menjadi klien potensial mereka. Dan mengenai customer convenience, website Bridestory merupakan website yang aman untuk diakses. Bagi vendor, website Bridestory memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk mempromosikan produk atau jasa mereka. Dan bagi calon pengantin, website Bridestory cukup user-friendly dalam memberikan informasi mengenai vendor yang mereka inginkan secara lengkap. Semua kemudahan tersebut, menjadikan Bridestory website yang nyaman dan diminati oleh pihak yang berbisnis di bidang produk atau jasa yang berhubungan dengan pernikahan, dan tentunya juga diminati oleh calon mempelai yang menginginkan kemudahan dalam mempersiapkan pernikahan.

Fanny Sue/VMN/BL
Editor: Fanya Jodie
Image: Courtesy of Kevin Mintaraga & Bridestory

 

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x