Demonstran berkumpul untuk memprotes Bank Sentral Eropa dalam menangani pelunasan hutang Yunani di Trafalgar Square, London, Senin (29/6). Warga yang terkejut mendapati bank ditutup, antrian panjang supermarket dan ketidakpastian luar biasa kemarin setelah gagalnya kesepatakan antara Athena dan kreditur internasional menyebabkan Yunani tenggelam dalam krisis. ANTARA FOTO/REUTERS/Neil Hall.

Penutupan Bank di Yunani Tetap Berlanjut – Yunani Mohonkan Penghapusan Hutang

(Business Lounge – Business Insight) Bank Yunani akan tetap tutup selama dua hari ini untuk menghindari kehabisan uang tunai, sementara pemerintah terus mendapatkan desakan untuk menemukan cara memulai kembali pembicaraan dengan Eropa mengenai bailout. Perpanjangan liburnya bank selama seminggu diberikan setelah Bank Sentral Eropa (ECB) menolak permintaan dari Yunani untuk menyediakan dana darurat lebih untuk bank.

ECB juga membuat keadaan menjadi lebih sulit bagi mereka untuk mengakses dana yang ada, dengan menerapkan potongan yang lebih besar terhadap aset bank sebagai jaminannya. “Ini akan menambah kesulitan pada sektor perbankan di Yunani dan merupakan sebuah peringatan lebih lanjut untuk pemerintah Yunani bahwa kesepakatan dengan kreditur diperlukan, dan dengan segera,” demikian dikatakan Ken Wattret di BNP Paribas seperti dilansir oleh CNN. Seakan membenarkan potongan besar yang diberikannya, ECB mengatakan bahwa pihaknya hanya dapat menyediakan dana darurat terhadap mereka yang dapat memberikan jaminan yang memadai, namun itu berarti terkait dengan situasi keuangan Yunani secara keseluruhan saat ini dan saat ini bank Yunani memegang banyak aset pemerintah.

ECB adalah bank central untuk euro. Ke-19 negara yang menggunakan euro setuju untuk mematuhi aturan pada hal-hal termasuk seperti aliran uang dan regulasi perbankan. Hampir sepanjang tahun ini, ECB telah menjaga bank Yunani untuk dapat bertahan melalui pendanaan darurat.

Sampai hari ini pemberlakukan pembatasan harian untuk penarikan uang tunai dari ATM senilai 60 Euro bagi pemegang kartu bank Yunani akan tetap diberlakukan, demikian dikatakan oleh asosiasi perbankan Yunani pada Senin (6/7). Pembatasan lainnya adalah pergerakan uang ke luar negeri juga tetapi diberlakukan dan akan diperpanjang. Bank-bank telah kehabisan uang tunai dengan cepat. Yunani telah terkuras puluhan miliar euro dari rekening mereka dalam beberapa bulan terakhir, dikarenakan adanya ketakutan atas konsekuensi keruntuhan ekonomi yang mungkin saja terjadi.

Bank ditutup seminggu yang lalu setelah Yunani walkout dari perundingan dengan Eropa ketika Eropa menawarkan dana bantuan yang dapat menjaga Yunani untuk tetap beraktifitas. Seperti yang telah diketahui bahwa Yunani telah mengadakan referendum untuk menentukan apakah rakyatnya akan menerima bailout dari Uni Eropa. Namun pada Minggu (7/7) referendum telah menghasilkan penolakan terhadap bailout yang ditawarkan. Kedudukan Yunani pun menjadi tidak pasti bahkan terancam akan meninggalkan zona Eropa.

Pada pekan lalu Yunani telah gagal untuk membayar hutangnya kepada Dana Moneter Internasional (IMF), dan jika tidak dapat menyepakati bailout baru, maka akan Yunani akan menghadapi kesulitan keuangan baru. Pada Selasa (7/7), para pemimpin Eropa akan bertemu kembali untuk membahas proposal Yunani untuk melanjutkan pembicaraan. Yunani menginginkan bailout baru dengan persyaratan yang lebih mudah, dan pemutihan atas hutang-hutangnya. Tidak ada kepastian bahwa negara-negara Zona Eropa lainnya akan setuju untuk kondisi ini.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Antara

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x