Horgos, Sabuk Ekonomi Jalur Sutra Tiongkok

(Business Lounge – Business Insight) Tiongkok terus bergiat untuk membangun negerinya. Berita terbaru mengabarkan visi Beijing untuk menata ulang peta geopolitik di Asia. Visi besar ini dimulai di Horgos, sebuah lembah di perbatasan Tiongkok-Kazakhstan. Pemandangan di sekutar Horgos sendiri didominasi oleh puncak pegunungan bersalju. Lokasinya yang terpencil, membuat banyak orang tak mengira bahwa Horgos adalah tempat persinggahan bagi para pedagang-pedagang Jalur Sutra. Dan sekarang, di kawasan yang seolah-olah jauh dari dunia, Tiongkok membangun jalur sutra baru. Suatu ide yang brilian dan menantang.

Horgos adalah sebuah kota mungil. Penduduknya hanya ada sekitar 85.000 warga sejak didirikan pada bulan September. Kota mungil ini juga merupakan gabungan dari beberapa kota kecil yang sudah ada sebelumnya, ditambah desa-desa di sebuah area yang dikenal oleh penduduk setempat karena kebun bunga lavender.

Kini Tiongkok berambisi mengubah kota sepi di perbatasan itu menjadi pusat rel kereta, energi, dan logistik internasional yang dinamakan “Sabuk Ekonomi Jalur Sutra.” Proyek mercu suar ini diumumkan Presiden Xi Jinping tahun 2013 lalu. Tujuannya tak lain untuk membangun rute perdagangan dan transportasi baru antara Tiongkok, Asia Tengah, dan Eropa.

Rencana Beijing ini juga meliputi kerja sama perdagangan bebas Asia Pasifik, pendirian Bank Investasi Infrastruktur Asia senilai $50 miliar, serta program Dana Jalur Sutra sebesar $40 miliar yang diumumkan Xi minggu lalu. Pemerintah juga menjanjikan bantuan serta investasi dari perusahaan-perusahaan negara dan swasta Tiongkok.

Mimpi Tiongkok

Seperti dilansir oleh The Wall Street Journal, dalam pidatonya di hadapan para petinggi perusahaan, Minggu, Xi mengatakan Jalur Sutra yang baru akan mendorong pertumbuhan dan memperbaiki infrastruktur di seluruh Asia. Ini dimaksudkan demi mewujudkan “mimpi Asia-Pasifik”, yang selaras dengan slogan politik Xi di dalam negeri, “Mimpi Tiongkok” untuk meremajakan kembali negara Tirai Bambu tersebut. “Dengan kebangkitan kekuatan nasional, Tiongkok mampu dan bersedia menyediakan lebih banyak barang-barang publik untuk Asia Pasifik dan seluruh dunia,” kata Xi. Selain itu, Xi juga mengatakan bank infrastruktur yang baru dan Dana Jalur Sutra akan “melengkapi, bukan menggantikan” institusi kredit yang telah ada di Tiongkok.

Menurut diplomat dan analis yang meneliti rencana Beijing, Horgos adalah bagian kecil dari usaha Tiongkok untuk merangkul wilayah di sekeliling negara itu melalui saluran pipa gas, jalan, rel kereta, dan pelabuhan namun demikian perwakilan pemerintah Tiongkok tidak merespons permintaan untuk berkomentar.

Jika menengok ke tahun lalu maka Sabuk Ekonomi Jalur Sutra adalah salah satu pilar “Mimpi Tiongkok”. Xi pernak kemukakan ini saat melakukan kunjungan ke Asia Tengah pada September tahun 2013. Xi menyerukan pembangunan koridor transportasi yang dapat menghubungkan Samudera Pasifik dengan Laut Baltik serta menjalin Asia Timur dengan Asia Selatan dan Timur Tengah. Koridor ini akan melayani pasar gabungan dengan total konsumen sekitar tiga miliar orang.

Lain lagi saat melawat ke Indonesia, Oktober tahun 2013, Xi kembali mempresentasikan pilar lain yaitu sebuah koridor perdagangan maritim yang disebutnya sebagai Jalur Sutra Maritim Abad ke-21. Ini mencakup pembangunan atau perluasan pelabuhan dan kompleks industri di seluruh Asia Tenggara dan beberapa negara seperti Sri Lanka, Kenya, dan Yunani. Xi juga targetkan untuk raih pencapaian besar dari perdagangan bilateral dengan Asia Tenggara sampai $1 triliun pada tahun 2020. Target ini lebih dari dua kali lipat nilai perdagangan Tiongkok-Asia Tenggara pada tahun lalu.

Saat itu, Xi mengutip semangat Zheng He, yang juga dikenal sebagai Cheng Ho yang merupakan laksamana yang memimpin armada kapal harta Tiongkok ke Afrika pada abad ke-15. Cheng Ho dipandang sebagai wajah era kepemimpinan maritim Tiongkok.

Para analis berpendapat bahwa rencana besar Xi ini tampaknya mencerminkan sikap Tiongkok untuk lebih memilih berpihak pada negara berkembang daripada menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat. Tiongkok nampaknya ingin menegaskan tak inginkan dominasi dunia Barat.

Febe/Journalist/VMN/BL
Editor: Tania Tobing
Image: Wikipedia

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x