(Business Lounge – Business Today) Kinerja maskapai penerbangan di kawasan Asia Pasifik semakin menunjukkan pertumbuhan khususnya dalam perihal menerbangkan penumpang-penumpang internasional menurut hasil survey yang dilakukan terhadap beberapa maskapai penerbangan di kawasan tersebut oleh Asosiasi Penerbangan Asia Pasifik (AAPA).
Asosiasi ini melaporkan peningkatan dalam jumlah penumpang internasional yang diterbangkan oleh maskapai yang menjadi member dari asosiasi ini. Maskapai penerbangan dalam asosiasi tersebut dilaporkan berhasil menerbangkan 145.300.000 penumpang internasional selama tujuh bulan dalam tahun 2014.
Berdasarkan survey AAPA seperti yang dilansir oleh Japan Today, jumlah penumpang internasional tersebut meningkat 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong bertumbuhnya permintaan penerbangan internasional sebesar 4,9% pada periode yang sama.
Dan untuk bulan Juli lalu, kinerja maskapai penerbangan di kawasan Asia Pasifik ini menunjukkan suatu pertumbuhan baik jumlah penumpang maupun jumlah armadanya. Untuk jumlah penumpang, maskapai-maskapai didalam AAPA telah berhasil menerbangkan 22,1 juta penumpang internasional yang mengalami peningkatan 4,3% dibandingkan tahun sebelumnya dengan peningkatan kapasitas kursi hingga 5,7%.
Pertumbuhan juga tidak hanya terjadi pada lalu lintas penumpang namun terhadap pengiriman cargo yang juga mengalami peningkatan . Pada bulan Juli lalu kapasitas pengiriman yang ditawarkan meningkat sebesar 3,2%, yang mengarah ke peningkatan kargo internasional yang rata-rata 65,3%.
Pertumbuhan ini menunjukkan terjadinya pemulihan yang cukup lama tertunda dalam volume perdagangan internasional pasca memburuknya kondisi ekonomi global. Tren meningkatnya penumpang dan permintaan kargo internasional sangat positif seiring pertumbuhan yang berkelanjutan di pasar negara berkembang dan prospek ekonomi global yang relatif stabil.
Namun demikian, maskapai penerbangan Asia Pasifik masih menghadapi kondisi bisnis yang sangat menantang, dengan penambahan maskapai yang akan mempengaruhi persaingan harga dan juga hasilnya. Akibatnya, pertumbuhan pendapatan bis loyo, dan profitabilitas tetap sulit didapatkan banyak operator di kawasan ini.
Joel/Journalist/VM/BL
Editor : Jul Allens
image : pixabay

