(Business Lounge – News & Insight) Manta Ray (Pari Manta) memang terancam punah. Hewan raksasa laut yang lemah lembut ini dapat meluncur tanpa suara dengan jangkauan siripnya yang dapat mencapai 7 meter. Sebenarnya belum banyak yang diketahui oleh para peneliti tentang hewan ini kecuali bahwa mereka sedang menghadapi resiko yang tinggi dari kepunahan di alam yang liarnya.
Sebuah kelompok konservasi internasional milik Amerika kemudian membuat sebuah proyek penelitian bekerja sama dengan RWS (Resorts World Sentosa) akuarium laut untuk lima tahun sejak Januari lalu untuk melakukan penelitian dan usaha-usaha pelestarian lingkungan demikian seperti dilansir oleh straitstimes. Salah satu yang menjadi proyeknya adalah mengamati dan mempelajari lebih lanjut tentang pola migrasi MantaRay dan bagaimana untuk melindungi mereka. Untuk itu para peneliti akan melakukan penandaan dengan melekatkan 30 microchip kepada Manta Ray untuk melacak gerakan mereka selama satu tahun.
Adapun 30 manta yang akan ditandai itu berasal dari perairan Indonesia, yaitu Bali, Raja Ampat, Berau dan Komodo, sebagai tempat di mana mereka berkumpul dalam jumlah besar.
Mengenal Manta Ray
Manta Ray atau dikenal dengan Pari manta adalah pari elang besar yang termasuk dalam genus Manta Spesies yang lebih besar Manta Birostris dengan rentangan sirip yang dapat mencapai 7 m sedangkan yang lebih kecil Manta Alfredi dengan rentangan sirip yang dapat mencapai 5,5 m. Keduanya memiliki sirip dada segitiga, sirip cephalic berbentuk tanduk dan besar, menghadap ke depan mulut. Mereka diklasifikasikan antara Elasmobranchii (hiu dan pari) dan ditempatkan di keluarga eagle ray, Myliobatidae. Untuk dapat mendapatkan aliran air yang kaya akan oksigen pada insang mereka maka manta harus terus menerus bergerak.
Manta ditemukan di perairan beriklim sedang, subtropis dan tropis. Spesies Manta Birostris bermigrasi melintasi lautan terbuka baik secara sendiri-sendiri atau dengan berkelompok, sedangkan Manta Alfredi cenderung tinggal menetap. Sebagai makanan Manta adalah zooplankton dalam jumlah yang besar. Manta menelan dengan mulut terbuka saat mereka berenang. Sesekali Manta akan melakukan gerakan-gerakan sebagai upaya untuk membersihkan parasit yang menempel padanya, hal ini juga dilakukan oleh ikan paus.
Kedua spesies ini memang telah terdaftar sebagai spesies yang rentan punah oleh International Union for Conservation of Nature, sebuah organisasi internasional untuk konservasi alam. Ancaman antropogenik termasuk polusi, penangkapan ikan yang berlebihan, termasuk upaya pengambilan insang yang digunakan dalam pengobatan Cina. Ditambah lagi tingkat reproduksi yang lambat semakin menambah ancaman kepunahan ini. Kehamilan pada Manta akan berlangsung lebih dari setahun. Setiap tahun, ribuan Manta Ray, terutama Manta Birostris, ditangkap dan dibunuh semata-mata untuk mengambil insang mereka. Sebuah studi perikanan di Sri Lanka dan India memperkirakan bahwa lebih dari 1000 insang dijual di pasar ikan di negara itu setiap tahunnya.
Pada perairan internasional keberadaan mereka dilindungi oleh Convention on Migratory Species of Wild Animals. Tetapi jika mereka mendekati pantai, maka perlindungan ini tidak berlaku lagi sehingga membuat keberadaan mereka semakin terancam.
Area berkumpulnya manta selalu menjadi popular di kalangan wisatawan, seperti di Bahama, Kepulauan Cayman, Spanyol, Kepulauan Fiji, Thailand, Hawaii, Australia Barat, Maladewa dan tentu saja Indonesia yang merupakan perairan terbesar untuk Manta. Tetapi ada juga akuarium-akuarium raksasan yang dapat memelihara mereka dan menjadi objek wisatawan seperti yang dapat kita temui di Sea World, Jakarta. Secara umum, ikan besar ini termasuk jarang terlihat dan sulit untuk dipelajari.
Pada tahun ini Indonesia telah mengeluarkan larangan menangkan dan mengekspor Manta, hal ini juga terkait bahwa sektor pariwisata yang ditimbulkan oleh Manta Ray ini lebih menguntungkan daripada membiarkan ikan besar ini dibinasakan.
Seekor Manta mati bernilai $ 40 hingga $ 500, sedangkan pariwisata Manta Ray dapat mendatangkan $ 1 juta sepanjang kehidupan seekor Manta Ray yang dapat mencapai hingga 50 tahun.
uthe/Journalist/VMN/BL
Image: wikipedia

