Militer Thailand menyatakan telah membebaskan tahanan sebanyak 124 orang, termasuk di dalamnya sejumlah politikus yang ditahan setelah terjadinya kudeta.
Juru bicara militer mengatakan bahwa telah dilakukan pemanggilan terhadap 253 orang. Sebanyak lima puluh tiga orang tidak datang, sementara 76 orang lainnya ditahan. Selain politikus, dikabarkan militer juga menahan akademisi.
Pemimpin dari kudeta yang terjadi di Thailand, pada minggu lalu telah mengambil alih kekuasaan dan mendapat dukungan raja Thailand Bhumibol Adulyadej pada hari Senin, tanggal 26 Mei 2014.
Hari ini, militer membebaskan Yingluck Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailand, dengan sejumlah pembatasan.
Dikabarkan, pimpinan dari gerakan anti pemerintah telah dibebaskan, tetapi wakil dari pendukung pemerintah masih ditahan.
Junta militer mengambil alih kekuasaan di Thailand pada tanggal 22 Mei 2014, dan menyatakan bermaksud untuk mengembalikan stabilitas keamanan setelah keributan yang terjadi selama berbulan-bulan.
Langkah ini diambil setelah terjadinya kebuntuan politik selama enam bulan. Sementara itu, para demonstran berunjuk rasa dalam rangka menentang pemerintahan dari Yingluck Shinawatra. Akibat dari unjuk rasa di Thailand, kurang lebih 28 orang tewas dan ratusan orang lainnya dinyatakan mengalami cedera.
Saat ini, kudeta dari junta militer yang menjatuhkan pemerintahan terpilih, telah menimbulkan kecaman dunia.
Fanny Sue/VM/BL
Editor : Fanya Jodie
Foto : ANTARA FOTO/REUTERS/Chaiwat Subprasom

