(The Manager’s Lounge – Leadership) – Kepemimpinan yang berlangsung di dunia ini sangat kaya dengan variasi sehingga muncullah berbagai teori kepemimpinan dan benar2 mampu untuk mengubahkan banyak hal. Kepemimpinan mampu mengubah sekelilingnya entahkah menjadi lebih baik ataupun lebih buruk.
Sebagai pemimpin maka haruslah ada dalam hati pemimpin untuk melakukan sesuatu. Suatu kutipan yang bagus dari John Quincy Adams mengatakan “ If your actions inspire others to dream, to learn and to do more… then you are a Leader!”
Dari kutipan ini, maka kita melihat hal-hal yang membuat seorang layak dikatakan sebagai pemimpin :
-Seorang pemimpin adalah seorang penggerak, seorang yang mampu membuat orang lain untuk bergerak maju
-Seorang yang menjadi inspirator dan motivator bagi semua orang.
-Seorang yang membuat orang yang tadinya tidak berani bermimpi menjadi berani bermimpi.
-Seorang yang membuat orang lain terdorong untuk belajar dan melakukan yang lebih daripada apa yang biasanya mereka lakukan
Hal ini membawa suatu dampak yang luas. Seorang kepala rumah tangga dapat membawa dampak bagi seisi rumahnya. Seorang pemimpin perusahaan membawa dampak bagi seluruh karyawan , customer dan bahkan partner bisnisnya. Apalagi seorang pemimpin negara.
A leader can do more….more…more and more!!
Dampak yang terjadi mampu membuat sekelompok orang yang dipimpin berubah menjadi lebih baik. Hal inilah yang dinamakan transformasi. Transformasi adalah suatu perubahan bentuk dalam segala aspek, jasmani dan rohani. Menurut Kamus Besar Indonesia, transformasi adalah perubahan bentuk dalam rupa, sifat, fungsi dan struktur. Transformasi bukanlah reformasi dan juga bukanlah suatu kebangkitan karena perubahan yang biasa. Transformasi benar-benar mengubah sesuatu menjadi bentuk yang baru yang belum pernah ada sebelumnya. 180 derajat berubah!.
Katakanlah ada negara yang penuh dengan pejabat yang korupsi, masyarakat yang rata-rata penjahat. Jika negara ini, melalui seorang pemimpin negara, mampu melenyapkan korupsi hingga total dalam negaranya maka presiden ini adalah seorang transformer. Ataupun masyarakat yang penjahat kini menjadi taat hukum dan tingkat kejahatan yang tinggi berganti menjadi tingkat keamanan yang luarbiasa, maka itulah transformasi!!.
Transformasi bukanlah perubahan yang sepotong, bukan suatu perubahan yang sementara dan tidak bertahan lama, bukan suatu kebangkitan sesaat… melainkan suatu perubahan yang mengubah untuk selamanya.
Tidak banyak orang yang berkelas sebagai transformational leader kelas dunia tapi sebenarnya cukup banyak mereka di dunia ini mereka yang diakui sebagai transformer misalnya adalah:
1. Mahatma Gandhi
Seorang pemimpin yang menjadi inspirasi yang luarbiasa bagi para pengikutnya sehingga para pengikutnya puas mengikut kepemimpinannya. Visinya jauh ke depan dan ia sangat sensitif terhadap apa yang menjadi kebutuhan dari pengikutnya.
2. A.G Lafle, CEO P&G sejak tahun 2000 ,menginspirasikan karyawannya untuk mengambil tanggung jawab dalam menjalankan visi perusahaan sehingga dalam kepemimpinannya P&G telah berhasil meningkatkan pendapatan, laba dan harga saham P&G.
3. Microsoft – Bill Gates
Sangat transformational terhadap dunia. Keberadaan Microsoft membuat dunia mengalami demam komputer hingga saat ini. Banyak lagi contoh2 yang dapat kita peroleh dari kepemimpinan transformational.
Bagaimanakah kepemimpinan para negarawan Indonesia? Pemimpin yang diperlukan di Indonesia adalah yang mampu menjadi inspirator yang luarbiasa yang sanggup mengubah moralitas bangsa ini ke arah yang lebih baik, mampu menjadi motivator utama yang membuat semua orang mau berubah menjadi lebih baik dan lebih baik dan lebih baik lagi. Sosok pemimpin yang seperti ini sulit ditemukan di Indonesia. Sejumlah pemimpin yang pernah ada sesungguhnya adalah orang yang cerdas, yang memiliki kemampuan memimpin dan memang adalah orang pilihan rakyat. Namun, apakah mereka cukup kuat untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang tinggi dan luhur moralitasnya seperti potret Indonesia jaman dulu?
Ki Hajar Dewantara yang merupakah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi,dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Ia melakukan sesuatu yang mengubah nasib sebuah bangsa bahkan mengangkat derajat bangsa. Hal ini sungguh mengagumkan. Hal yang sama juga ditempuh oleh RA Kartini yang memperjuangkan emansipasi wanita hingga wanita Indonesia dapat berkembang seperti sekarang ini adalah buah dari apa yang dikerjakan RA Kartini. Jika Anda menemukan potret bangsa ini tidaklah seideal yang Anda impikan maka kesenjangan itu letaknya pada kepemimpinan. dari para Para pemimpin bangsa yang tidak memberikan contoh yang baik tidak mampu menjadi panutan dari para pengikutnya. Sekarang , begitu banyak kehancuran moral yang sudah menggerogoti bangsa ini sehingga bagaikan besi berkarat yang sudah tidak dapat dibersihkan lagi karatnya.
Kepemimpinan transformasional dari seorang pemimpin yang visioner sangat diperlukan bagi bangsa ini. Siapakah yang akan tampil sebagai seorang transformer dari bumi Indonesia? “Just wait & see” waktu yang akan membuktikannya… Semoga bangkit para pemimpin yang mampu mengubah Indonesia menjadi suatu bangsa baru yang memiliki kembali keluhuran moralitasnya seperti pada jaman nenek moyang bangsa ini.
pic : 123rf
(dr.Vera Herlina/IK/TML)