Kestabilan Jakarta Potensi Menjadi Pemimpin Global

Lembaga konsultan asal Amerika Serikat, A.T. Kearney, menyatakan  Jakarta pada posisi tertinggi dari 34 kota di negara berpendapatan rendah dan menengah yang akan menjadi pemimpin global dalam 20 tahun ke depan. Beberapa sektor yang menjadi pertimbangan dalam melakukan prediksi ini, mulai dari bisnis, keamanan, juga kesehatan tenaga kerja. Posisi berikutnya ditempati oleh Manila, dan setelah itu Addis Ababa yang adalah ibu kota dari Ethiopia.

Beberapa kota di Asia Tenggara yang juga masuk dalam 34 kota ini adalah Kuala Lumpur (ke-10), Bangkok (ke-21), dan Ho Chi Minh City (29).

Hal yang dicatat dalam laporan konsultan ini adalah sistem politik di Jakarta yang semakin stabil. Juga tingkat keseriusan Jakarta dalam menangani ketimpangan pendapatan dan masalah lingkungan. Beberapa hal ini yang menjadi Jakarta menempati posisi tertinggi.

Euben Paracuelles, ekonom senior Nomura untuk Asia Tenggara mengatakan bahwa kita tahu akan seberapa besar potensi Indonesia. Semua proses globalisasi ini sangat bergantung pada hasil Pemilihan Presiden. Koalisi dari partai yang memenangkan pemilihan presiden ini akan sangat menentukan bagaimana pelaksanaan reformasi di Jakarta ini, akan sangat memberikan dampak secara nasional.

Itu sebabnya menurut Paracuelles, Manila justru lebih menjanjikan jika dibandingkan Jakarta. Apabila Manila terus mempertahankan reformasi yang dia lakukan maka Manila bisa mencapai prestasi yang lebih menjanjikan dibanding Jakarta.

Pemerintahan Presiden Benigno Aquino cukup memperkuat ekonomi  dan memiliki pemerintahan yang reformis. Janjinya untuk menangkal korupsi juga berhasil memikat banyak investor asing. Sehingga saat ini pun laju pertumbuhan ekonomi  Filipina sekitar 7,2 %, ada di ranking kedua setelah China. Bahkan bank Dunia perkirakan di tahun 2014 ini pertumbuhan ekonomi  Filipina mencapai 6,6 % – angka yang tinggi dalam lambatnya pertumbuhan ekonomi Asia.

Beberapa kategori penilaian dalam survei ini adalah kemajuan infrastruktur,  kemudahan dalam berbisnis, ketimpangan pendapatan, serta stabilitas lingkungan hidup. Jakarta memperoleh nilai yang cukup besar dalam pengukuran seperti kesetaraan pendapatan, juga  penguatan stabilitas dan keamanan. Sementara dalam hal infrastruktur dan kemacetan jalan masih banyak yang memerlukan perbaikan. Survey ini didasarkan pada evaluasi perkembangan kota antara 2008 dan 2013.

Arum/Journalist/VM/BL-wsj
Editor: Iin Caratri
Image: wikimedia.org

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x