(Business Lounge – Business Today) Sebuah pengadilan di Jerman menolak klaim senilai lebih dari USD 2 miliar terhadap Apple yang diajukan oleh perusahaan paten, Ipcom GmbH. Sebelumnya, Ipcom telah menuduh Apple melakukan pelanggaran paten.
Perusahaan Jerman itu menuntut Apple untuk membayar ganti rugi senilai EUR 1,57 miliar (USD 2,17 miliar) atas banyaknya keluhan kerusakan iPhone yang dijual di Jerman.
Pengadilan daerah Mannheim, yang mengadili kasus ini juga menolak gugatan serupa yang diajukan Ipcom terhadap produsen smartphone asal Taiwan, HTC. Di mana Ipcom menuduh HTC sudah menggunakan paten mereka untuk memberikan beberapa akses khusus dari jaringan selular kepada perangkatnya.
Keputusan pengadilan Mannheim ini akan meringankan Apple, HTC, dan produsen smartphone lainnya dari ancaman hukum bernilai mahal. Selain kepada Apple dan HTC, Ipcom juga telah menggugat produsen smartphone lain termasuk Nokia untuk dugaan pelanggaran paten di beberapa negara.
“Saya sangat terkejut dengan keputusan ini, terutama sejak pengadilan tidak peduli dengan isu pelanggaran paten di Jerman dan Inggris. Sudah banyak ditentukan banyak pelanggaran paten oleh para produsen di banyak negara,” ujar Frohwitter seperti yang dilansir WSJ.
Sejauh ini, Apple masih menolak untuk mengomentari keputusan tersebut. Selain itu, para hakim pengadilan Mannheim sendiri juga tidak mengungkapkan alasan penolakan klaim itu.
Pengacara Apple berargumen bahwa standar komunikasi ponsel memiliki delapan tingkat hak prioritas jaringan akses untuk perangkat dan dikirim menggunakan teknologi tiga bit.
Pengacara Ipcom mengatakan, deskripsi paten mengenai masalah ini harus dibaca secara logis, bukan secara harfiah. Menurutnya, paten yang digugat Ipcom juga menggunakan teknologi tiga bit.
Ipcom juga mengatakan akan ada sejumlah keputusan lebih lanjut mengenai pelanggaran paten serupa tahun ini. Ipcom saat ini memiliki beberapa paten teknologi, beberapa di antaranya telah sedikit desain yang berbeda.
Jerman telah menjadi medan pertempuran hukum bagi para produsen smartphone, mengingat negara ini merupakan ekonomi terbesar di Eropa.
(ja/IC/bl-wsj)
