Bahasa Prancis adalah Salah Satu Bahasa Terindah Dunia

(Business Lounge Journal – Culture)

Pernahkah Anda mendengar orang berbicara dalam bahasa Prancis?
Seperti apa bunyi bahasa yang terdengar?

Meskipun tidak mengerti artinya, bunyi bahasa Prancis terdengar sangat indah di telinga. Fonetiknya terdengar seperti ada suara sengau dari hidung yang dilafalkan secara melodius dan berkesan menarik, riang, bahkan bagaikan nyanyian—terutama jika penuturnya adalah seorang wanita. Bahasa ini benar-benar terdengar sangat indah; kadang terdengar lembut, dengan nuansa artistik dan romantis. Hingga ada yang menjuluki bahasa Prancis sebagai “bahasa cinta” (La langue de l’amour).

Karena nuansa bahasanya yang terdengar indah dan memikat, banyak orang menekuni bahasa Prancis. Mereka ingin menuturkan bahasa indah ini langsung dari mulut mereka sendiri. Meskipun hanya beberapa patah kata, biasanya para pemula merasa senang dan bangga mengucapkan bahasa Prancis. Ada kesan elegan dan aristokrat.

Saat mempelajari bahasa Prancis, bahasa ini memang memiliki sejumlah peraturan demi keindahan bunyi. Faktor apa saja yang membuat bahasa Prancis terdengar sangat indah?

1. Bahasa Prancis sangat memperhatikan keindahan bunyi

Pada tingkat dasar mempelajari bahasa Prancis, kita akan belajar membaca abjad dari A, B, C hingga Z. Pada tahap ini, tidak ditemukan banyak kesulitan. Yang unik adalah bagaimana kita melafalkan huruf “V” yang dibaca dari hidung seperti “veh”, berbeda dengan huruf “F” yang bisa dibaca langsung. Proses ini terasa menantang, namun mengasyikkan. Sekali kita bisa melafalkan huruf “V”, selamanya kita bisa mengucapkannya dengan baik.

Di tahap ini, kita bisa merasakan bahwa bahasa Prancis adalah bahasa yang indah. Ada rasa kesenangan tersendiri ketika kita bisa mempelajari kata demi kata, kalimat demi kalimat, hingga bisa merangkai kalimat dengan aksen naik-turun yang terdengar merdu.

Bahasa Prancis juga memiliki aturan sendiri dalam membaca huruf ganda, seperti:

  • Oi dibaca “wa”. Contoh: moi (mwa) = saya
  • In dibaca “ang”. Contoh: prince (prangs) = pangeran
  • En dibaca “eng”. Contoh: lentement (lengtemeng) = lambat
  • Au dibaca “o”. Contoh: au (o) = ke
  • Eau dibaca “o”. Contoh: beau (bo) = tampan
  • Ch dibaca “sy”. Contoh: chaud (syoh) = panas
    Dan lain sebagainya.

2. Memiliki aturan penghubung (liaison)

Dalam penyebutan kata dalam bahasa Prancis, terdapat aturan unik. Ketika suku kata terakhir berakhiran huruf “s” dan diikuti huruf hidup, maka cara membacanya harus disambung. Seketika itu, huruf “s” dibaca menjadi “z”.

Contoh:

  • Les amies (teman-teman) dibaca “lezami”
  • Des artistes (para artis) dibaca “dezartis”
  • Trois enfants (tiga anak) dibaca “trowazangfang”

Ada yang mengatakan bahwa dalam fenomena ini, bahasa Prancis terdengar lebih menawan, manis, dan berwibawa.

3. Faktor sejarah

Bahasa Prancis mengalami perjalanannya sendiri sebagai salah satu bahasa dunia yang dianggap termasyhur. Pada masa pemerintahan monarki di Prancis, kaum bangsawan menggunakan bahasa Prancis dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk diplomasi, perdagangan, hingga persahabatan di seluruh Eropa. Hingga saat ini, banyak yang mengatakan bahwa bahasa Prancis adalah bahasa kaum bangsawan.

Negara Prancis sendiri sangat bangga memiliki bahasa yang terdengar indah. Mereka menjaga kemurnian dan keindahan bahasa Prancis yang distandardisasi oleh Académie Française sejak tahun 1635.

Bahasa Prancis dituturkan di Belgia, Swiss, Monako, Luksemburg, Republik Demokratik Kongo, Senegal, Pantai Gading, Mali, Guinea, Togo, Benin, Burkina Faso, Niger, Aljazair, Maroko, Tunisia, Seychelles, Mauritius, Komoro, Kanada, Vanuatu, dan Guyana Prancis.

Selain bahasa Prancis, ada beberapa bahasa lain yang juga dianggap indah, seperti bahasa Italia (The Language of Romance), bahasa Jepang (The Language of Clarity), bahasa Islandia (The Language of Sagas), serta bahasa Arab (The Language of Artistry).

Pic: Moria