Kekayaan Para Miliarder Hong Kong Ungguli Singapura

(Business Lounge – Business Today) – Jumlah miliarder terbanyak dan total kekayaan gabungan yang dimiliki Hong Kong sudah melangkahi Singapura. Pemicunya adalah lonjakan nilai saham di bursa Asia pada 2012, demikian menurut laporan terbaru RBC Wealth Management dan Capgemini yang terbit Rabu lalu.

Menurut laporan itu, total gabungan kekayaan miliarder Hong Kong pada 2012 naik 37% mencapai sebesar $560 miliar. Angka ini mengungguli total kekayaan miliarder Singapura yang sebesar $489 miliar. Miliarder dalam laporan ini didefinisikan sebagai individu yang memiliki aset untuk investasi senilai lebih dari $1 juta atau Rp9,9 miliar.

Keadaan ini berbalik dari 2011. Saat itu kekayaan para miliarder Singapura mencapai $438,6 miliar, lebih besar dari miliarder Hong Kong pada $408,2 miliar, demikian menurut laporan tersebut.

hongkong02

Menurut Barend Janssens, kepala unit emerging markets di RBC Wealth Management, perbedaan ini antara lain disebabkan oleh kinerja pasar saham Asia yang menakjubkan tahun lalu. Miliarder Hong Kong adalah investor yang lebih agresif ketimbang miliarder Singapura, sehingga mereka meraup lebih banyak keuntungan di pasar ekuitas, ujar Janssens.

Hang Seng Index naik 20% pada 2012, sementara Straits Times Index milik Singapura naik mendekati 18%.

Kedua bekas koloni Inggris tersebut bersaing untuk menjadi pusat finansial di Asia. Jumlah kekayaan miliarder yang lebih besar dapat menjadi salah satu faktor yang menguntungkan Hong Kong. Meski demikian, Janssens menambahkan, kekayaan Hong Kong begitu tergantung kinerja pasar, sehingga justru menjadikannya lebih rentan.

Bagaimanapun, Singapura dan Hong Kong tertinggal jauh dari Jepang, Cina, dan Korea Selatan, tiga negara Asia dengan jumlah miliarder terbanyak. Menurut laporan ini, jumlah miliarder Cina naik 14% menjadi 643 ribu orang selama periode 2011-2012.
wsj 3
Penelitian ini menanyai 4.400 responden kaya di 21 negara tentang pilihan dan sikapnya dalam berinvestasi. Sama dengan investor aset di wilayah lainnya, sekitar setengah dari total miliarder di Asia Pasifik lebih menyukai memakai jasa hanya satu firma manajemen aset. Namun investor Asia lebih berpotensi untuk berhubungan dengan beberapa bankir dalam satu firma tersebut. Berdasarkan laporan ini, hanya 24% yang mengatakan mereka lebih memilih berhubungan dengan satu orang saja dalam satu perusahaan pengelola aset, berbanding terbalik dengan Amerika Utara (51%) dan Eropa (31%).

Secara keseluruhan, investor di Asia Pasifik kurang tertarik membeli saham ketimbang investor Amerika Utara. Rata-rata investor Asia Pasifik memegang 22% portofolio dalam bentuk saham, sedangkan di Amerika Utara 37%. Namun investor Asia Pasifik lebih berorientasi pada pertumbuhan ketimbang investor di Eropa atau Amerika Latin. Hanya 23% dari total aset investor Asia Pasifik berbentuk tunai, lebih sedikit dari rata-rata global sebesar 28%.

(sumber : Wallstreet Journal)

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x