(Business Lounge – Global News) Bentley memasuki babak baru industri otomotif dengan meluncurkan kendaraan listrik pertamanya, Torcal, sebuah SUV mewah yang dibanderol sekitar US$230.000. Langkah ini menjadi ujian penting bagi produsen mobil ultra-mewah yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi dilema: kendaraan listrik menawarkan peluang pertumbuhan baru, tetapi permintaan dari konsumen kelas atas belum selalu bergerak secepat transformasi teknologi yang diharapkan industri. Torcal diperkenalkan di London pada September 2026 sebagai model keempat Bentley, melengkapi lini Continental GT, Flying Spur dan Bentayga. Dengan harga awal £173.000 di Inggris, Bentley menempatkan Torcal sebagai salah satu pintu masuk paling rendah ke mereknya, sekaligus mencoba memperluas pasar kepada pembeli yang sebelumnya belum pernah memiliki Bentley. The Wall Street Journal mencatat bahwa peluncuran tersebut merupakan bagian dari upaya produsen mobil mewah Eropa mencari pertumbuhan melalui kendaraan listrik.
Secara teknologi, Torcal dirancang untuk menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak harus berarti meninggalkan karakter tradisional sebuah merek mewah. SUV ini mampu menempuh hingga sekitar 375 mil atau 600 kilometer dalam satu kali pengisian berdasarkan standar WLTP, sementara versi performanya dapat berakselerasi dari 0 hingga 60 mil per jam dalam waktu kurang dari tiga detik. Pengisian baterai juga menjadi salah satu bagian penting dari daya tariknya, dengan kemampuan mengisi dari 10% hingga 80% dalam waktu sekitar 20 menit pada infrastruktur 400 kW. Bentley bahkan memberikan perhatian besar pada aspek emosional yang biasanya hilang dari mobil listrik: suara mesin. Alih-alih membiarkan kabin sepenuhnya senyap, perusahaan mengembangkan soundtrack yang menggunakan instrumen seperti drum dan timpani untuk menciptakan sensasi yang mengingatkan pengemudi pada karakter mesin pembakaran internal. WIRED melaporkan bahwa Torcal menawarkan jarak tempuh hingga 375 mil dan kemampuan pengisian 10% hingga 80% sekitar 16 menit pada daya 400 kW.
Strategi tersebut memperlihatkan bahwa Bentley tidak ingin menjual kendaraan listrik hanya sebagai produk teknologi. Tantangan yang dihadapi merek seperti Bentley jauh lebih kompleks karena konsumen membeli bukan sekadar alat transportasi, melainkan identitas, desain, material, kenyamanan dan pengalaman berkendara. Karena itu, desain Torcal tetap mempertahankan bahasa visual Bentley, termasuk bentuk lampu berlian yang secara visual mengingatkan pada grille tradisional. Pendekatan ini menjadi pembeda dari sebagian kendaraan listrik yang sengaja menampilkan desain futuristis untuk menegaskan perbedaan dengan mobil bermesin bensin. Reuters melaporkan bahwa Bentley melihat ketertarikan yang cukup besar dari Eropa, Timur Tengah dan sejumlah negara bagian Amerika Serikat dengan tingkat adopsi kendaraan listrik yang tinggi. Menariknya, sekitar separuh minat awal disebut berasal dari pelanggan Bentley yang sudah ada, sementara separuh lainnya berasal dari calon pelanggan baru.
Di sinilah nilai strategis Torcal menjadi lebih besar daripada sekadar peluncuran satu model baru. Bentley telah menginvestasikan sekitar £350 juta atau sekitar US$465 juta untuk mempersiapkan fasilitas produksinya di Crewe, Inggris. Investasi tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi diperlakukan sebagai transformasi manufaktur jangka panjang, bukan sekadar eksperimen produk. Namun, perusahaan juga tidak lagi mengambil pendekatan yang terlalu agresif terhadap transisi listrik. Pada 2025, Bentley memperbarui strategi Beyond100+ dan membuka kemungkinan mempertahankan model bermesin pembakaran internal serta plug-in hybrid lebih lama sesuai dengan permintaan pelanggan. Perusahaan sebelumnya menargetkan seluruh produknya menjadi listrik, tetapi perubahan kondisi pasar membuat fleksibilitas teknologi menjadi semakin penting. Bentley Motors menyatakan bahwa model hybrid akan tetap tersedia setidaknya hingga 2035 dan bahwa strategi perusahaan disesuaikan dengan perkembangan pasar serta preferensi konsumen.
Kondisi Bentley juga mencerminkan perubahan lebih luas di segmen kendaraan mewah. Ferrari baru saja memasuki pasar kendaraan listrik dengan model Luce yang memiliki harga jauh lebih tinggi, sekitar €550.000, tetapi peluncurannya mendapatkan reaksi negatif dari sebagian penggemar dan investor karena desainnya dianggap terlalu berbeda dari karakter tradisional Ferrari. Di sisi lain, Lamborghini, yang sama-sama berada di bawah Volkswagen Group, menunda kendaraan listrik pertamanya hingga akhir dekade, sementara McLaren menyatakan belum memiliki rencana memproduksi EV. Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan elektrifikasi di segmen ultra-mewah bukan semata-mata soal kemampuan teknologi, melainkan juga mengenai seberapa jauh pelanggan bersedia mengubah kebiasaan dan ekspektasi mereka. Reuters mencatat bahwa sejumlah produsen mewah mengambil pendekatan lebih hati-hati karena permintaan pelanggan belum cukup kuat untuk mendukung peralihan penuh ke kendaraan listrik.
Karena itu, Torcal dapat dibaca sebagai eksperimen Bentley terhadap masa depan pasar mobil mewah. Harga yang lebih rendah dibanding sejumlah model ultra-mewah lainnya memberi ruang bagi Bentley untuk menjangkau pelanggan baru, sementara desain, material dan pengalaman berkendara tetap berusaha menjaga hubungan dengan sejarah merek. Perusahaan juga berencana memperluas kampanye peluncuran ke China pada tahun depan, sebuah pasar penting bagi kendaraan mewah sekaligus salah satu arena utama persaingan kendaraan listrik dunia. Quartz melaporkan bahwa Bentley melihat Torcal sebagai model yang dapat membuka pasar baru, dengan minat awal yang datang baik dari pelanggan lama maupun pembeli yang belum pernah memiliki Bentley.
Pertaruhan Bentley pada akhirnya bukan hanya apakah konsumen kaya bersedia membeli mobil listrik seharga US$230.000. Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah kendaraan listrik mampu mempertahankan alasan emosional yang selama ini membuat mobil mewah berbeda dari produk otomotif biasa. Torcal mencoba menjawabnya dengan kombinasi jarak tempuh panjang, akselerasi tinggi, pengisian cepat, kabin mewah, desain khas Bentley dan bahkan suara yang sengaja dirancang untuk menggantikan karakter mesin konvensional. Jika pendekatan tersebut mampu menarik pembeli baru tanpa membuat pelanggan lama merasa kehilangan identitas Bentley, maka kendaraan listrik tidak lagi sekadar menjadi simbol perubahan teknologi, tetapi dapat menjadi salah satu jalur baru pertumbuhan industri mobil mewah Eropa. Sebaliknya, bila konsumen tetap menganggap mesin konvensional sebagai bagian penting dari pengalaman memiliki mobil ultra-mewah, Torcal akan menjadi pengingat bahwa transisi menuju kendaraan listrik di kelas paling atas berlangsung jauh lebih rumit daripada sekadar mengganti mesin bensin dengan baterai.

