(Business Lounge Journal – News and Insight)
Perusahaan makanan asal Jepang, Ajinomoto, kembali menarik perhatian pasar dengan strategi unik untuk menghidupkan permintaan di pasar domestiknya. Alih-alih hanya mengandalkan produk lokal Jepang, perusahaan ini justru memanfaatkan merek global dari Thailand dan Brasil yang terbukti populer, yaitu mi instan Yum Yum dan bumbu serbaguna Sazón.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Ajinomoto untuk menghadapi tantangan di pasar makanan Jepang yang cenderung stagnan akibat populasi menua dan perubahan pola konsumsi. Dengan membawa rasa internasional yang sudah sukses di negara lain, Ajinomoto berharap dapat menarik minat konsumen Jepang yang semakin tertarik pada cita rasa global.
Mengandalkan Produk Global yang Sudah Terbukti Laris
Mi instan Yum Yum sebenarnya merupakan merek yang sangat populer di Thailand dan berbagai negara Asia Tenggara. Produk ini dikenal dengan rasa yang kuat, kuah yang kaya bumbu, serta harga yang terjangkau. Melihat popularitas tersebut, Ajinomoto mencoba memperkenalkan kembali produk ini kepada konsumen Jepang yang kini semakin terbuka terhadap kuliner internasional.
Sementara itu, Sazón adalah bumbu masak yang sangat terkenal di Brasil dan Amerika Latin. Bumbu ini dirancang untuk memberikan rasa gurih dan kompleks hanya dengan satu sachet kecil, sehingga memudahkan proses memasak di rumah. Di Brasil, Sazón telah lama menjadi bagian dari dapur sehari-hari banyak keluarga.
Ajinomoto melihat peluang besar untuk menghadirkan pengalaman memasak yang lebih praktis bagi konsumen Jepang yang semakin sibuk. Dengan konsep bumbu siap pakai seperti Sazón, perusahaan berharap dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap memasak makanan rumahan dengan cita rasa berbeda.
Strategi Baru Menghadapi Pasar Jepang yang Menantang
Pasar makanan di Jepang saat ini menghadapi sejumlah tantangan struktural. Populasi yang menurun dan menua membuat pertumbuhan konsumsi makanan menjadi lebih lambat dibandingkan beberapa dekade lalu. Selain itu, gaya hidup modern membuat banyak orang lebih memilih makanan siap saji atau makan di luar rumah.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Ajinomoto mulai memanfaatkan jaringan globalnya yang luas. Sebagai perusahaan multinasional dengan operasi di puluhan negara, Ajinomoto memiliki portofolio produk yang sangat beragam. Strategi “mengimpor kembali” produk yang sukses di luar negeri ke pasar Jepang menjadi cara baru untuk menciptakan inovasi tanpa harus memulai dari nol.
Langkah ini juga mencerminkan perubahan selera konsumen Jepang yang semakin tertarik pada makanan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, hidangan Asia Tenggara dan Amerika Latin mulai mendapat perhatian lebih besar di Jepang, terutama di kalangan generasi muda.
Menggabungkan Inovasi Global dan Pasar Lokal
Dengan memanfaatkan kekuatan merek global seperti Yum Yum dan Sazón, Ajinomoto berharap dapat menciptakan gelombang baru dalam industri makanan Jepang. Strategi ini tidak hanya memperkaya pilihan produk bagi konsumen, tetapi juga menunjukkan bagaimana perusahaan Jepang dapat memanfaatkan jaringan global untuk tetap relevan di pasar domestik.
Jika berhasil, pendekatan ini bisa menjadi model bagi perusahaan makanan lain di Jepang yang menghadapi tantangan serupa: menggunakan inovasi global untuk menghidupkan kembali permintaan di pasar lokal yang matang.

