Diageo

Diageo Pangkas Target, Ujian Berat Bos Baru

(Business Lounge – Global News) Saham Diageo tergelincir tajam di London setelah perusahaan memangkas panduan kinerja dan dividen, membuatnya menjadi salah satu pemberat utama di FTSE 100. Reaksi pasar tidak setengah-setengah. Penurunan lebih dari enam persen dalam satu sesi mencerminkan kegelisahan investor terhadap arah bisnis raksasa minuman beralkohol tersebut, terutama setelah manajemen mengakui bahwa pasar Amerika Serikat tengah kehilangan tenaga.

Berbagai laporan media internasional seperti Financial Times, Bloomberg, dan Reuters menggambarkan langkah pemangkasan ini sebagai momen krusial bagi Diageo. Amerika Serikat selama ini menjadi mesin pertumbuhan utama, rumah bagi merek-merek premium yang menopang margin tinggi. Ketika konsumsi di pasar itu tersendat, dampaknya terasa sampai ke London.

Pelemahan di AS bukan sekadar angka penjualan yang turun. Distributor mengurangi persediaan setelah periode penumpukan stok pada tahun-tahun sebelumnya. Konsumen pun lebih berhitung dalam membelanjakan uangnya. Inflasi yang bertahan lebih lama dari perkiraan dan perubahan preferensi gaya hidup membuat kategori minuman keras premium tak lagi melaju sekencang dulu. Dalam analisis Wall Street Journal, tekanan ini mencerminkan pergeseran struktural, bukan sekadar fluktuasi musiman.

Bos baru Diageo mewarisi situasi yang tidak ringan. Ia datang dengan mandat pemulihan, bukan ekspansi agresif. Pemangkasan panduan dan dividen menjadi penanda bahwa manajemen memilih mereset ekspektasi pasar lebih awal, alih-alih mempertahankan target ambisius yang berisiko meleset. Dalam wawancara yang dikutip CNBC, eksekutif perusahaan menekankan pentingnya disiplin biaya dan efisiensi operasional sebagai fondasi perbaikan.

Dividen yang dipangkas mengirim pesan kuat. Bagi investor jangka panjang, distribusi kas adalah daya tarik utama saham konsumsi global. Ketika angka itu diturunkan, muncul pertanyaan tentang kekuatan arus kas dan keyakinan manajemen terhadap pemulihan cepat. Namun perusahaan berdalih bahwa fleksibilitas keuangan jauh lebih penting saat lanskap berubah cepat.

Portofolio Diageo sebenarnya luas, dari bir Guinness hingga berbagai minuman keras premium. Namun pasar minuman global sedang bergeser. Generasi muda cenderung mengurangi konsumsi alkohol atau beralih ke alternatif rendah alkohol. Data industri yang dirangkum The Economist menunjukkan pertumbuhan kategori minuman keras premium melambat dibanding periode sebelum pandemi. Diageo perlu menyesuaikan taktik pemasaran dan distribusi agar tetap relevan.

Strategi yang tengah disiapkan mencakup perapihan rantai pasok dan peninjauan ulang struktur biaya. Perusahaan juga menyoroti potensi pasar berkembang sebagai sumber pertumbuhan baru. India dan beberapa negara Afrika disebut sebagai area yang masih memiliki ruang ekspansi. Namun kontribusinya belum mampu menggantikan skala pasar AS.

Investor kini menilai seberapa cepat turnaround bisa menghasilkan dampak nyata. Dalam laporan analis yang dikutip Bloomberg Intelligence, kunci pemulihan terletak pada normalisasi inventaris distributor di Amerika serta stabilisasi permintaan konsumen. Tanpa dua hal itu, pertumbuhan organik akan sulit kembali ke level historis.

Tekanan terhadap saham juga mencerminkan ekspektasi tinggi yang sebelumnya melekat pada Diageo. Selama bertahun-tahun perusahaan dipandang sebagai saham defensif dengan pertumbuhan stabil dan margin tebal. Ketika realitas berubah, koreksi harga pun terasa lebih dalam.

Bos baru memiliki ruang untuk membentuk ulang strategi. Ia menekankan pentingnya fokus pada merek inti dan mengurangi kompleksitas portofolio. Kampanye pemasaran yang lebih terarah serta inovasi produk menjadi bagian dari agenda. Langkah ini membutuhkan waktu, sementara pasar saham cenderung menuntut hasil cepat.

Di tengah gejolak ini, Diageo tetap memiliki aset kuat: jaringan distribusi global, merek yang dikenal luas, dan pengalaman panjang dalam mengelola siklus konsumsi. Tantangannya adalah mengembalikan kepercayaan pasar bahwa perusahaan mampu beradaptasi dengan realitas baru.

Penurunan saham di London mungkin terasa menyakitkan, namun bagi manajemen, ini menjadi titik awal yang jujur. Dengan target yang disesuaikan dan neraca yang dijaga, Diageo mencoba menata ulang fondasi sebelum melangkah lagi. Investor akan menunggu kuartal-kuartal berikutnya untuk melihat apakah janji pemulihan berubah menjadi angka nyata.