Business Lounge Journal Outlook 2026: Menavigasi Perdagangan dan Investasi di Tengah Ketidakpastian Global

(Business Lounge Journal – Event)

Di tengah lanskap global yang semakin kompleks—ditandai oleh fragmentasi geopolitik, volatilitas pasar, dan perubahan arsitektur perdagangan internasional—dialog strategis antar pelaku bisnis dan pemangku kepentingan global menjadi semakin penting. Dalam konteks inilah Business Lounge Journal Outlook 2026 – Opportunities and Challenges hadir sebagai platform diskusi lintas sektor yang mempertemukan perspektif diplomasi, hukum, dan praktik bisnis di lapangan.

Diselenggarakan melalui kolaborasi Business Lounge Journal (BLJ), TNB, Norton Rose Fulbright, Fortuna Shoes, dan Global Auction, forum ini menghadirkan diskusi tingkat tinggi melalui format fireside chat yang mempertemukan perwakilan Uni Eropa, duta besar, praktisi hukum internasional, serta pelaku industri ekspor.

Dalam pembukaan acara, Michael Judah, Founder BLJ, menekankan bahwa dunia saat ini berada dalam fase “global anxiety”—ketidakpastian yang meluas akibat konflik geopolitik, ketegangan perdagangan, hingga transformasi teknologi. Namun, di tengah kecemasan tersebut, satu hal tetap konstan: perdagangan global harus terus berjalan. Narasi ini menjadi kerangka utama diskusi, menempatkan perdagangan dan investasi sebagai tulang punggung stabilitas ekonomi global.

Ketidakpastian Global dan Urgensi Trade Continuity

Diskusi Business Lounge Journal Outlook 2026 menyoroti bagaimana turbulensi geopolitik telah mengubah cara negara dan korporasi memandang perdagangan internasional. Fragmentasi rantai pasok, kebijakan proteksionisme baru, hingga tekanan regulasi keberlanjutan menciptakan realitas baru bagi pelaku usaha lintas batas.

Namun, di balik tantangan tersebut, muncul peluang strategis bagi negara-negara emerging markets, termasuk Indonesia. Dengan posisi geografis yang strategis, basis manufaktur yang berkembang, serta pasar domestik yang besar, Indonesia dipandang sebagai emerging global trade player yang semakin relevan dalam konfigurasi perdagangan global.

Para pembicara menekankan bahwa kontinuitas perdagangan bukan hanya isu ekonomi, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial dan dinamika global. Dalam konteks ini, diplomasi ekonomi, kepastian hukum, dan kesiapan sektor swasta menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum perdagangan dan investasi.

Perspektif Multisektor dari Para Pembicara Kunci

Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh kunci yang merepresentasikan perspektif diplomasi, hukum, dan praktik bisnis:

Carsten Sorensen, Head of Trade EU Delegation, mengulas dinamika hubungan dagang Uni Eropa–Indonesia, termasuk peluang kolaborasi di sektor manufaktur, keberlanjutan, dan teknologi. Ia menyoroti pentingnya keselarasan regulasi dan transparansi kebijakan untuk mendorong arus investasi yang berkelanjutan.

H.E. Nikos Panayiotou, Ambassador of Cyprus, memberikan perspektif negara kecil yang berperan strategis dalam perdagangan global dan jasa keuangan internasional. Ia menekankan peran negara-negara hub dalam menghubungkan pasar Eropa, Timur Tengah, dan Asia, sekaligus membuka peluang kerja sama baru dengan Indonesia.

Dari sisi hukum internasional, Jeremiah Purba dari Norton Rose Fulbright membahas kerangka regulasi dan risiko hukum dalam perdagangan lintas batas. Ia menekankan bahwa kepastian hukum dan struktur kontraktual yang kuat menjadi fondasi bagi investor dan eksportir untuk menavigasi volatilitas global.

Sementara itu, Joseph Clen, eksportir dari Fortuna Shoes Indonesia, membawa perspektif praktis dari dunia industri. Ia berbagi pengalaman tentang bagaimana pelaku manufaktur dan eksportir menghadapi tantangan rantai pasok, standar global, serta perubahan preferensi pasar internasional.

Audiens: Pelaku Perdagangan di Garis Depan Ekonomi

Business Lounge Journal Outlook 2026 dihadiri oleh eksportir, importir, pemimpin bisnis, profesional hukum, dan pelaku industri yang secara langsung terlibat dalam perdagangan internasional. Bagi audiens Indonesia, diskusi ini memiliki relevansi praktis—mulai dari pemahaman dinamika perdagangan global hingga strategi mitigasi risiko dalam ekspansi internasional.

Forum ini juga berfungsi sebagai ruang networking strategis, mempertemukan pelaku bisnis dengan perwakilan internasional dan para ahli industri, sehingga membuka peluang kolaborasi lintas sektor dan lintas negara.

Business Lounge Journal Outlook 2026 sebagai Platform Strategic Dialogue

Lebih dari sekadar forum diskusi, Business Lounge Journal Outlook 2026 diposisikan sebagai platform strategic dialogue yang mempertemukan perspektif global dengan kebutuhan dunia usaha. Di sinilah diskursus global diterjemahkan ke dalam strategi korporasi yang relevan bagi pelaku bisnis Indonesia.

Bagi Business Lounge Journal, acara ini menegaskan positioning sebagai bridge antara dunia bisnis dan diskursus global—sebuah platform kurasi pemikiran strategis yang tidak hanya melaporkan tren, tetapi juga membentuk percakapan bisnis di Indonesia.

Dalam era ketidakpastian global, forum seperti Business Lounge Journal Outlook 2026 menjadi semakin relevan. Bukan hanya sebagai ruang diskusi, tetapi sebagai kompas strategis bagi pelaku usaha yang ingin tetap kompetitif, adaptif, dan terhubung dengan dinamika perdagangan global yang terus berevolusi.