Orsted

Orsted Jual Bisnis Darat Demi Nafas Baru

(Business Lounge – Global News) Perusahaan energi terbarukan asal Denmark, Orsted, kembali membuat langkah besar dengan menjual bisnis tenaga angin daratnya senilai sekitar 1,7 miliar dolar. Keputusan ini muncul di tengah proses restrukturisasi besar yang sedang dijalankan perusahaan untuk memperkuat kondisi keuangan setelah menghadapi tekanan biaya proyek dan perubahan arah pasar energi global. Laporan Bloomberg menggambarkan penjualan aset tersebut sebagai bagian dari strategi divestasi yang dirancang untuk mengumpulkan dana segar sekaligus merapikan portofolio bisnis.

Penjualan ini terjadi hampir bersamaan dengan kabar positif dari Amerika Serikat, di mana seorang hakim memutuskan proyek angin lepas pantai Orsted yang sempat tertunda bisa kembali berjalan. Menurut Reuters, keputusan hukum tersebut memberi angin segar bagi perusahaan yang selama dua tahun terakhir berjuang menghadapi pembengkakan biaya, suku bunga tinggi, serta tantangan rantai pasok. Proyek-proyek besar yang sebelumnya tertahan kini punya peluang untuk kembali bergerak, memberi harapan bagi investor yang menunggu kepastian arah bisnis Orsted.

Bisnis angin darat yang dilepas mencakup sejumlah proyek di Amerika Utara dan Eropa. Orsted selama ini dikenal sebagai pionir energi angin lepas pantai, namun ekspansi agresif di berbagai segmen membuat beban investasi meningkat tajam. Dengan menjual unit darat, perusahaan berusaha mengurangi tekanan finansial sekaligus fokus pada area yang dianggap memiliki keunggulan kompetitif lebih kuat. Analisis dari Financial Times menilai langkah ini sebagai upaya menyederhanakan strategi setelah periode ekspansi yang terlalu luas.

Restrukturisasi yang dijalankan Orsted bukan sekadar penjualan aset tunggal. Perusahaan telah mengumumkan program divestasi skala besar yang mencakup berbagai proyek non-inti. Dana hasil penjualan diharapkan dapat memperbaiki neraca keuangan dan memberi ruang bagi investasi yang lebih selektif. Bagi perusahaan energi terbarukan, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan proyek dan stabilitas finansial menjadi tantangan berat, terutama saat biaya pembangunan turbin dan infrastruktur melonjak.

Industri angin global memang sedang menghadapi fase yang tidak mudah. Harga material naik, biaya pembiayaan meningkat, dan proses perizinan di beberapa negara berjalan lambat. Banyak proyek yang sebelumnya terlihat menguntungkan berubah menjadi lebih kompleks dari sisi ekonomi. CNBC melaporkan bahwa beberapa pengembang angin besar mulai meninjau ulang strategi investasi mereka, menunda proyek tertentu, atau mencari mitra baru untuk berbagi risiko.

Di tengah kondisi itu, keputusan hakim Amerika yang mengizinkan proyek angin Orsted dilanjutkan menjadi kabar penting. Proyek tersebut sempat tertahan karena gugatan hukum terkait dampak lingkungan dan proses izin. Ketika hambatan tersebut mulai terbuka, peluang pertumbuhan kembali muncul. Orsted tampaknya ingin memanfaatkan momentum ini dengan memastikan arus kas perusahaan tetap kuat melalui penjualan aset yang tidak lagi menjadi prioritas utama.

Bagi pasar, langkah Orsted mencerminkan perubahan pendekatan industri energi terbarukan yang sebelumnya dikenal agresif dalam ekspansi. Sekarang banyak perusahaan memilih jalur yang lebih selektif, mengutamakan profitabilitas daripada sekadar memperbanyak proyek. Analis yang dikutip Bloomberg menyebut investor kini lebih menghargai disiplin finansial dibanding ambisi pertumbuhan cepat tanpa perhitungan risiko yang matang.

Keputusan menjual bisnis angin darat juga memberi gambaran bahwa transisi energi tidak selalu berjalan mulus. Perusahaan yang dulu berada di garis depan revolusi hijau kini harus menyesuaikan strategi dengan realitas pasar yang berubah cepat. Orsted mencoba membangun kembali fondasi bisnisnya, menjaga fokus pada proyek yang dianggap memiliki potensi jangka panjang lebih jelas.

Langkah ini bisa dilihat sebagai sinyal bahwa industri energi terbarukan memasuki fase kedewasaan baru. Tidak lagi sekadar mengejar kapasitas terpasang, perusahaan mulai mengutamakan efisiensi modal dan keberlanjutan finansial. Dengan menata ulang portofolio, Orsted berharap dapat kembali membangun kepercayaan pasar sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain utama di sektor angin lepas pantai.

Cerita Orsted menunjukkan bahwa perubahan arah dalam industri energi sering kali terjadi di balik layar keputusan finansial yang besar. Penjualan aset bernilai miliaran dolar bukan hanya soal angka, tetapi refleksi dari upaya perusahaan bertahan di tengah lanskap energi yang terus bergeser. Saat proyek angin kembali mendapat lampu hijau di Amerika dan restrukturisasi berjalan, Orsted berusaha menemukan ritme baru, menjaga keseimbangan antara idealisme energi hijau dan realitas bisnis yang menuntut ketahanan kas serta strategi yang lebih tajam.