ASML Yakin Pertumbuhan Chip AI Tembus 20% hingga 2030

(Business Lounge Journal – News)

Perusahaan pembuat mesin semikonduktor terbesar di dunia, ASML, semakin yakin bahwa masa depan industri chip akan terus digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI). Dalam pandangan terbarunya, ASML memperkirakan pasar chip logika canggih dan chip memori untuk komputasi AI akan tumbuh lebih dari 20% dalam beberapa tahun ke depan dan tetap menjadi motor utama industri semikonduktor hingga setidaknya tahun 2030.

Optimisme ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan akan pusat data AI, komputasi awan, serta aplikasi berbasis machine learning yang kini merambah berbagai sektor, mulai dari teknologi, otomotif, hingga layanan kesehatan. Chip-chip berperforma tinggi menjadi tulang punggung semua perkembangan tersebut, dan di sinilah peran ASML menjadi sangat krusial.

ASML dikenal sebagai pemasok tunggal mesin litografi ekstrem ultraviolet (EUV), teknologi mutakhir yang digunakan untuk memproduksi chip-chip paling canggih di dunia. Mesin ini digunakan oleh raksasa semikonduktor seperti TSMC, Samsung, dan Intel untuk membuat prosesor dan chip memori generasi terbaru. Tanpa teknologi ASML, pengembangan chip AI berukuran semakin kecil namun bertenaga besar akan nyaris mustahil dilakukan.

Menurut ASML, permintaan chip untuk AI tidak hanya datang dari prosesor logika canggih, tetapi juga dari chip memori berkecepatan tinggi. Model AI modern membutuhkan kapasitas penyimpanan dan kecepatan akses data yang sangat besar, sehingga mendorong lonjakan investasi pada teknologi memori seperti DRAM dan high-bandwidth memory (HBM).

Namun di balik prospek cerah tersebut, ASML juga mengambil langkah efisiensi yang cukup signifikan. Perusahaan asal Belanda ini mengumumkan pemangkasan sekitar 1.700 karyawan secara global. Langkah ini bukan karena melemahnya bisnis, melainkan bagian dari strategi untuk membuat tim teknik mereka lebih “lincah” dan adaptif terhadap perubahan teknologi yang sangat cepat. Namun langkah ini sama sekali tidak mengurangi optimisme mereka.

Manajemen ASML menilai struktur organisasi yang terlalu besar dapat memperlambat inovasi. Dengan tim yang lebih ramping, perusahaan berharap dapat mempercepat pengembangan teknologi baru, meningkatkan produktivitas, dan tetap unggul di tengah persaingan industri semikonduktor yang semakin ketat.

Langkah ini mencerminkan realitas baru industri teknologi global. Di satu sisi, permintaan terhadap produk AI melonjak tajam. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan teknologi dituntut untuk terus menata ulang strategi internal agar tetap efisien dan responsif. Fenomena ini juga terlihat pada banyak perusahaan teknologi besar lainnya yang melakukan restrukturisasi, meski pasar AI sedang tumbuh pesat.

Ke depan, ASML percaya bahwa gelombang AI masih berada pada fase awal. Selama AI terus berkembang dan diadopsi secara luas, kebutuhan akan chip canggih akan terus meningkat. Dengan posisi strategisnya di rantai pasok global, ASML diperkirakan akan tetap menjadi pemain kunci yang menentukan arah industri semikonduktor dunia dalam dekade ini.