(Business Lounge Journal – Finance)
Bisa jadi tahun 2025 lalu adalah tahun di mana keuangan Anda sedikit berantakan, lantaran banyaknya pengeluaran yang sifatnya darurat atau mendadak, atau adanya cobaan ekonomi lainnya. Namun, jika hal ini tidak segera diatasi, maka mungkin saja tahun 2026 akan menjadi tahun yang berat bagi Anda.
Sering kali pemikiran ini muncul di kala banyaknya pengeluaran: bagaimana ya cara terbaik untuk memulai mengatur keuangan dengan baik? Apakah harus ada pengeluaran yang dipotong? Atau menyelesaikan utang terlebih dahulu?
Yuk, mari sama-sama kita lihat beberapa langkah untuk mengatur keuangan secara efektif:
A. Menambah Penghasilan
Menambah penghasilan adalah salah satu cara paling efektif untuk menyelesaikan masalah keuangan kita, terlebih lagi yang berkaitan dengan utang. Dengan menambah penghasilan, hasilnya dapat dialokasikan untuk menyelesaikan utang, bahkan juga dapat dialokasikan sebagai dana darurat yang selama ini sering terpakai. Pastikan pendapatan ekstra ini benar-benar dimanfaatkan untuk keperluan yang mendesak, misalnya menyelesaikan utang atau ditabung, dan bukan untuk kebutuhan yang sifatnya konsumtif atau tidak mendesak.
B. Menyelesaikan Utang
Hal ini sering kali menjadi beban bagi banyak orang secara pribadi, yaitu perihal keuangan, khususnya utang. Tidak dapat dipungkiri, ketika memiliki cicilan atau utang yang harus dibayarkan setiap bulannya, ada baiknya tidak menambah utang baru dalam beberapa bulan ke depan sampai utang lama selesai.
Fokus utama kita adalah agar di penghujung tahun semua utang sudah lunas atau setidaknya terselesaikan dengan baik. Meskipun kita dapat melunasi utang secara sekaligus atau bertahap setelah menerima gaji bulanan, tetap hindari membuka utang baru agar tidak menambah beban keuangan.
C. Cek Keuangan Secara Berkala
Langkah ini sangat penting karena sering kali terabaikan hingga akhirnya menumpuk. Dengan melakukan pengecekan keuangan secara rutin, kita dapat menjaga kesehatan keuangan dengan lebih baik. Penting untuk melakukan evaluasi kondisi keuangan secara menyeluruh, setidaknya pada akhir kuartal pertama.
Pastikan juga untuk meninjau rasio utang, jumlah tabungan, serta aset lain yang dimiliki. Jika mengalami kesulitan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan tersertifikasi agar memperoleh solusi terbaik sesuai kondisi finansial.
D. Evaluasi Berkala
Tidak kalah penting untuk terus mengevaluasi arus kas. Jangan sampai salah langkah dengan melakukan pemotongan pengeluaran secara acak. Fokuslah pada pengeluaran yang sifatnya konsumtif, misalnya dengan mengurangi atau menghilangkan pengeluaran yang hanya didorong oleh gaya hidup sementara. Dengan begitu, kita dapat menciptakan surplus arus kas.
Surplus ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang lebih produktif, seperti menabung, berinvestasi, atau membeli produk yang relevan dengan kebutuhan.
Nah, silakan dicoba karena lebih cepat lebih baik, mumpung masih di awal tahun. Semoga keuangan kita di tahun 2026 ini tetap aman. Yuk, semangat semuanya!

