Foxconn dan Mitsubishi Fuso Bersatu Produksi Bus Listrik di Jepang

Transformasi menuju transportasi ramah lingkungan terus melaju kencang. Kali ini, raksasa manufaktur asal Taiwan, Foxconn, resmi menggandeng Mitsubishi Fuso Truck and Bus untuk memproduksi bus listrik di Jepang. Kedua perusahaan mengumumkan pembentukan perusahaan patungan (joint venture) yang akan fokus mengembangkan dan memproduksi bus listrik untuk pasar domestik Jepang maupun pasar global.

Perusahaan patungan ini akan dimiliki secara seimbang, masing-masing 50 persen oleh Foxconn dan Mitsubishi Fuso. Rencananya, entitas baru tersebut akan resmi berdiri pada tahun ini, dengan kantor pusat berlokasi di Kawasaki, sebuah kota di selatan Tokyo yang juga menjadi markas besar Mitsubishi Fuso. Untuk kegiatan produksi, perusahaan ini akan memanfaatkan pabrik Mitsubishi Fuso di Toyama, wilayah pesisir Laut Jepang yang sudah lama menjadi basis manufaktur kendaraan komersial.

Kolaborasi ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari kesepakatan strategis yang telah diumumkan pada Agustus lalu. Saat itu, Foxconn dan Mitsubishi Fuso menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki kerja sama di bidang bus nol emisi dan solusi mobilitas bersih. Pembentukan perusahaan patungan ini menandai langkah konkret dari komitmen tersebut, sekaligus memperdalam hubungan kedua perusahaan dalam menghadapi perubahan besar di industri transportasi.

Foxconn dikenal luas sebagai produsen elektronik terbesar di dunia dan mitra utama berbagai merek teknologi global. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini juga agresif masuk ke sektor kendaraan listrik, termasuk mobil penumpang, baterai, dan platform kendaraan pintar. Sementara itu, Mitsubishi Fuso memiliki pengalaman panjang dan reputasi kuat dalam produksi truk dan bus, khususnya di pasar Jepang dan Asia.

Menariknya, perusahaan patungan ini tidak hanya akan fokus pada bus listrik. Dalam pengumuman resminya, disebutkan bahwa entitas baru tersebut juga akan terus meningkatkan dan menyempurnakan lini bus bermesin pembakaran internal milik Mitsubishi Fuso. Hal ini menunjukkan pendekatan transisi yang realistis, mengingat kebutuhan pasar dan infrastruktur kendaraan listrik yang masih berkembang di berbagai negara.

Presiden dan CEO Mitsubishi Fuso, Karl Deppen, menyatakan bahwa kolaborasi ini menggabungkan kekuatan terbaik dari kedua perusahaan. Menurutnya, pengalaman panjang Mitsubishi Fuso di industri bus dan truk, dipadukan dengan keahlian teknologi serta skala manufaktur Foxconn, akan mempercepat transformasi industri bus secara global.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini bertujuan menghadirkan solusi mutakhir bagi sektor transportasi publik, yang kini dituntut untuk lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan. Dengan meningkatnya tekanan global untuk menurunkan emisi karbon, bus listrik dipandang sebagai salah satu elemen kunci dalam menciptakan sistem transportasi masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Bagi Jepang, proyek ini memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat inovasi kendaraan bersih. Sementara bagi Foxconn, kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaknya di industri kendaraan listrik global, tidak hanya sebagai pemasok komponen, tetapi juga sebagai produsen kendaraan secara langsung.