(Business Lounge – Automotive) Banyak pengemudi di Maryland kini mendapati bahwa mobil lama yang mereka gunakan sehari-hari secara administratif diperlakukan sebagai kendaraan bersejarah. Menurut laporan The Wall Street Journal, hal ini terjadi karena negara bagian tersebut mengizinkan kendaraan berusia 20 tahun atau lebih untuk didaftarkan sebagai mobil bersejarah tanpa kewajiban inspeksi keselamatan rutin dan dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan pelat nomor biasa.
Media tersebut menjelaskan bahwa perbedaan biaya menjadi pendorong utama. Pelat standar di Maryland dapat mencapai ratusan dolar per tahun, sementara pelat historic hanya membutuhkan biaya yang jauh lebih kecil dan sering kali dibayar satu kali. Dalam kondisi seperti itu, pemilik mobil lama dari awal 2000-an seperti Toyota Camry, Honda Accord, atau Ford Explorer melihat pendaftaran sebagai kendaraan bersejarah sebagai cara paling masuk akal untuk mengurangi beban biaya kepemilikan.
Akibatnya, jumlah kendaraan yang terdaftar sebagai mobil bersejarah melonjak tajam. The Wall Street Journal melaporkan bahwa kini terdapat ratusan ribu kendaraan dalam kategori tersebut, jauh melampaui jumlah mobil koleksi yang benar-benar memiliki nilai sejarah atau keunikan teknis. Banyak di antaranya hanyalah mobil tua yang tetap digunakan untuk aktivitas harian seperti bekerja atau mengantar anak ke sekolah.
Pejabat negara, sebagaimana dikutip oleh The Wall Street Journal, menilai bahwa sistem ini telah menyimpang dari tujuan awalnya. Mereka memandang sebagian kendaraan yang menggunakan pelat bersejarah sebagai mobil dengan kondisi yang mendekati kendaraan rongsokan, namun tetap diizinkan melaju di jalan tanpa pemeriksaan keselamatan berkala. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang meningkatnya risiko kecelakaan dan masalah lingkungan akibat kendaraan tua yang tidak lagi memenuhi standar modern.
Karena kendaraan berpelat historic dibebaskan dari inspeksi tahunan, mobil dengan rem aus, sistem kemudi bermasalah, atau emisi tinggi dapat terus beroperasi tanpa pengawasan teknis. The Wall Street Journal melaporkan bahwa situasi ini kini menjadi perhatian utama regulator transportasi di Maryland, yang mulai meninjau ulang apakah kebijakan tersebut masih sejalan dengan tujuan keselamatan publik.
Pemerintah negara bagian sedang mempertimbangkan berbagai perubahan, termasuk menaikkan batas usia kendaraan, membatasi seberapa sering mobil bersejarah boleh digunakan di jalan umum, serta menetapkan standar kondisi minimum. Menurut The Wall Street Journal, tujuan dari langkah ini adalah memastikan bahwa hanya kendaraan yang benar-benar layak disebut bersejarah yang mendapat perlakuan khusus.
Perdebatan ini menunjukkan bagaimana insentif finansial dapat mengubah perilaku masyarakat dalam skala besar. Di Maryland, definisi kendaraan bersejarah telah bergeser dari simbol pelestarian otomotif menjadi alat penghematan biaya. Dan di jalanan hari ini, sejarah sering kali terlihat dalam bentuk sedan dua dekade lalu yang masih dipaksa bekerja keras sebagai kendaraan harian.

