(Business Lounge – Global News) Perusahaan modal ventura Antler kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu investor tahap awal paling agresif di dunia startup global. Sepanjang tahun lalu, Antler melakukan lebih dari 400 investasi, sebagian besar diarahkan ke perusahaan rintisan tahap sangat awal dengan sentuhan kecerdasan buatan. Tahun ini, firma tersebut tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah investasi menjadi sekitar 500, tetapi juga baru saja mengamankan tambahan dana sebesar US$160 juta untuk mengisi ulang amunisi investasinya.
Antler dikenal dengan pendekatan yang tidak lazim dibandingkan firma ventura tradisional. Alih-alih menunggu startup matang, Antler kerap masuk bahkan sebelum perusahaan resmi terbentuk, dengan mendukung para pendiri sejak tahap ide. Model ini memungkinkan Antler membangun portofolio yang sangat luas dan terdiversifikasi secara geografis maupun sektoral, sekaligus menempatkannya di garis depan gelombang startup AI yang terus bermunculan.
Menurut laporan The Wall Street Journal, fokus Antler pada startup tahap awal berbasis AI mencerminkan keyakinan bahwa nilai terbesar dari revolusi AI justru akan tercipta di lapisan paling awal ekosistem, ketika teknologi baru masih dibentuk oleh tim kecil yang lincah. Antler melihat peluang di berbagai bidang, mulai dari perangkat lunak perusahaan, fintech, healthtech, hingga alat produktivitas berbasis AI generatif.
Tambahan dana US$160 juta tersebut akan digunakan untuk mendukung program-program Antler di berbagai kawasan, termasuk Amerika Utara, Eropa, Asia, dan pasar berkembang lainnya. Firma ini mengoperasikan model “residency” yang mengumpulkan calon pendiri, membantu mereka membentuk tim, memvalidasi ide, lalu menyediakan modal awal. Skala global ini memungkinkan Antler menangkap tren lokal sekaligus mengekspornya ke pasar internasional.
Bloomberg mencatat bahwa strategi volume tinggi Antler berbeda dengan banyak firma ventura yang kini lebih selektif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun Antler justru memandang lingkungan saat ini sebagai peluang. Penurunan valuasi startup dan berkurangnya persaingan dari investor tahap lanjut membuka ruang lebih besar bagi investor tahap awal untuk masuk dengan harga yang lebih rasional.
Target 500 investasi dalam setahun menunjukkan betapa percaya dirinya Antler terhadap pipeline startup AI. Firma ini menilai bahwa AI bukan sekadar satu sektor, melainkan lapisan teknologi yang akan meresap ke hampir semua industri. Dengan pendekatan tersebut, Antler tidak mencoba menebak “pemenang besar” sejak awal, melainkan membangun portofolio luas yang memberi peluang lebih besar untuk menangkap outlier di kemudian hari.
Dari perspektif industri modal ventura, langkah Antler juga mencerminkan perubahan struktur pendanaan startup. Banyak perusahaan rintisan kini dapat membangun produk awal dengan modal yang relatif kecil berkat kemajuan AI dan komputasi awan. Hal ini memperkuat relevansi model investasi mikro dalam jumlah besar, seperti yang diterapkan Antler, dibandingkan taruhan besar pada segelintir startup.
Financial Times menilai bahwa strategi ini memang membawa risiko, terutama dari sisi kualitas portofolio dan kebutuhan pendampingan intensif. Namun Antler berargumen bahwa keunggulan mereka justru terletak pada sistem, jaringan mentor, dan proses seleksi berulang yang telah teruji di berbagai negara. Dengan kata lain, skala bukan sekadar soal jumlah, tetapi juga tentang kemampuan mengelola kompleksitas.
Dengan dana baru dan target investasi yang semakin ambisius, Antler menempatkan dirinya sebagai salah satu mesin pencetak startup paling aktif di dunia. Di tengah gelombang AI yang terus berkembang, firma ini bertaruh bahwa masa depan inovasi akan lahir dari ratusan percobaan kecil, bukan dari satu atau dua taruhan besar.

