(Business Lounge – Global News) Sanofi menyepakati akuisisi pembuat vaksin Dynavax Technologies senilai sekitar US$2,2 miliar, menandai akuisisi kelima raksasa farmasi Prancis tersebut sepanjang tahun ini. Langkah ini mempertegas ambisi Sanofi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis vaksin dan imunologi, sekaligus memperluas pijakan di pasar Amerika Serikat yang semakin kompetitif.
Dynavax dikenal sebagai pengembang vaksin hepatitis B yang telah disetujui di AS, serta memiliki teknologi adjuvan imun yang dinilai bernilai strategis. Produk utamanya, vaksin hepatitis B dengan respons imun yang lebih cepat dibandingkan vaksin konvensional, telah menjadi salah satu sumber pendapatan utama perusahaan bioteknologi tersebut. Selain itu, Dynavax juga mengembangkan kandidat vaksin herpes zoster atau shingles yang masih berada dalam tahap pengembangan, membuka peluang jangka panjang bagi portofolio Sanofi.
Menurut laporan Reuters, akuisisi ini akan memperkuat posisi Sanofi di segmen vaksin dewasa, area yang dipandang memiliki potensi pertumbuhan stabil seiring penuaan populasi global dan meningkatnya fokus sistem kesehatan pada pencegahan penyakit. Sanofi sendiri telah lama menjadi pemain utama di pasar vaksin melalui unit Sanofi Pasteur, dengan portofolio yang mencakup vaksin influenza, polio, hingga penyakit endemik di negara berkembang.
Kesepakatan dengan Dynavax juga mencerminkan strategi Sanofi yang semakin agresif dalam melakukan konsolidasi portofolio melalui akuisisi terarah. Sepanjang tahun ini, perusahaan telah mengumumkan serangkaian pembelian untuk memperkuat pipeline obat dan vaksin, sejalan dengan upaya manajemen mengurangi ketergantungan pada produk lama dan mendorong pertumbuhan berbasis inovasi. Bloomberg mencatat bahwa manajemen Sanofi memandang vaksin dan imunologi sebagai pilar utama nilai jangka panjang perusahaan.
Bagi Dynavax, akuisisi ini memberikan kepastian finansial sekaligus akses ke jaringan distribusi global dan kapasitas produksi Sanofi. Perusahaan bioteknologi tersebut selama bertahun-tahun mengandalkan kemitraan dan pasar AS sebagai sumber utama pendapatan, sehingga bergabung dengan grup farmasi besar membuka peluang komersialisasi yang lebih luas. Investor melihat transaksi ini sebagai validasi atas nilai teknologi adjuvan yang dikembangkan Dynavax.
Di sisi pasar, transaksi ini terjadi di tengah meningkatnya minat perusahaan farmasi besar untuk mengamankan aset vaksin dan teknologi imun, setelah pandemi global menggarisbawahi nilai strategis kemampuan respons cepat terhadap penyakit menular. Financial Times menilai bahwa perusahaan dengan portofolio vaksin kuat kini dipandang lebih tahan terhadap siklus bisnis farmasi yang fluktuatif.
Meski demikian, integrasi Dynavax ke dalam struktur Sanofi akan tetap menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menyelaraskan pengembangan riset dan strategi komersial. Namun dengan rekam jejak akuisisi yang semakin aktif tahun ini, Sanofi tampaknya siap menanggung risiko tersebut demi memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama global di bidang vaksin.

