(Business Lounge Journal – News and Insight)
Setelah Google mencuri perhatian publik lewat fenomena “Nano Banana”, OpenAI akhirnya merespons. Bukan dengan gimik, melainkan lewat peningkatan substansial pada pengalaman ChatGPT Images. Pada Selasa lalu, OpenAI resmi meluncurkan GPT Image 1.5, model generasi gambar terbaru yang diklaim lebih cepat, lebih murah, dan lebih konsisten—sebuah sinyal jelas bahwa persaingan AI gambar kini masuk fase baru: bukan lagi soal “bisa bikin gambar”, melainkan seberapa stabil, berulang, dan siap pakai untuk kebutuhan nyata.
Langkah ini datang di momen yang sangat strategis. Dalam beberapa pekan terakhir, Google ramai dipuji karena kemampuan Gemini—yang oleh komunitas internet dijuluki Nano Banana—dalam menghasilkan dan mengedit gambar secara percakapan tanpa merusak detail penting. Tren tersebut memunculkan pertanyaan besar di industri: apakah Google mulai menyalip OpenAI dalam perlombaan AI generatif?
Jawaban OpenAI tampaknya tegas: belum.
GPT Image 1.5: Lebih Cepat, Lebih Murah, Lebih Konsisten
Dalam pembaruan terbarunya, OpenAI menyebut GPT Image 1.5 hingga empat kali lebih cepat dibanding versi sebelumnya. Model ini juga tersedia melalui API dengan nama gpt-image-1.5, menandakan bahwa OpenAI tidak hanya membidik pengguna kasual, tetapi juga pengembang dan tim bisnis.
Dari sisi pengalaman pengguna, ChatGPT Images kini hadir dengan tab Images khusus di sidebar, lengkap dengan preset filter dan saran prompt. Perubahan ini terlihat sederhana, tetapi menyiratkan strategi yang jelas: OpenAI ingin format visual yang berpotensi viral—yang sebelumnya ramai di platform lain—tinggal dan berkembang di ekosistem ChatGPT.
Dalam video pratinjau, OpenAI menampilkan perbandingan gambar berdampingan, seperti suasana Chelsea, London tahun 1970-an, hingga mekanik yang sedang memperbaiki mobil. Fokus utamanya bukan sekadar kualitas visual, melainkan konsistensi dunia: wajah tetap sama, pencahayaan tidak berubah drastis, dan konteks visual tidak “diam-diam diganti” saat dilakukan pengeditan berulang.
Di sinilah OpenAI tampaknya melihat inti kompetisi sesungguhnya.
Nano Banana dan Daya Tarik “Edit Tanpa Rusak”
Popularitas Nano Banana—nama tidak resmi untuk model gambar Gemini—lahir dari satu kekuatan utama: kemampuan iteratif. Pengguna bisa meminta gambar tertentu, lalu mengubah detail spesifik tanpa menghancurkan keseluruhan komposisi. Inilah jenis “keajaiban kecil” yang mengubah sebuah alat menjadi tren.
Secara teknis, Google memetakan branding ini ke mesin di balik layar:
- Gemini 2.5 Flash Image untuk Nano Banana
- Gemini 3 Pro Preview untuk Nano Banana Pro
Dalam materi pengembangnya, Google menekankan kontrol kamera dan pencahayaan, pembuatan mockup dari banyak gambar, serta output kaya teks seperti poster dan diagram. Nano Banana Pro bahkan diklaim mampu menggabungkan hingga 14 gambar sekaligus, menjaga konsistensi hingga lima orang, dan menghasilkan teks visual yang lebih rapi untuk undangan, poster, atau diagram kontekstual.
Pendekatan Google ini jelas menyasar pengguna kreatif dan profesional yang membutuhkan presisi, bukan sekadar visual menarik.
OpenAI Menyasar Dunia Bisnis dan Brand
OpenAI bergerak di jalur yang sangat mirip, tetapi dengan aksen berbeda. Dalam pengumuman resminya, GPT Image 1.5 diposisikan sebagai model yang lebih andal dalam menjaga logo, identitas visual, dan elemen brand di berbagai iterasi. Target pasarnya pun jelas: tim e-commerce, pemasaran, dan brand yang ingin membangun katalog produk lengkap dari satu gambar sumber.
Dari sisi biaya, OpenAI juga bermain agresif. GPT Image 1.5 disebut 20% lebih murah dibanding GPT Image 1, dengan skema harga:
- $8 per 1 juta token gambar input
- $2 per 1 juta token input cache
- $32 per 1 juta token gambar output
Ini menguatkan posisi OpenAI sebagai pemain yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga kompetitif secara ekonomi—faktor krusial bagi penggunaan skala besar.
Soal Kepercayaan dan Watermark
Satu isu penting yang mulai mengemuka adalah kepercayaan. Google, misalnya, secara terbuka menyematkan watermark tak terlihat SynthID pada gambar yang dibuat atau diedit dengan Gemini 2.5 Flash Image. Untuk pengguna gratis dan Pro, Google juga menambahkan watermark visual “Gemini sparkle”, meskipun watermark ini dihilangkan untuk pelanggan Ultra dan penggunaan di AI Studio.
Langkah ini menunjukkan kehati-hatian Google agar popularitas Nano Banana tidak berbalik menjadi masalah kredibilitas, terutama di tengah kekhawatiran soal deepfake dan manipulasi visual.
Menariknya, baik Google maupun OpenAI kini sama-sama menjauh dari kesan “mesin sulap satu trik”. Fokus mereka beralih ke fitur praktis—kontrol, konsistensi, dan kegunaan profesional—agar AI gambar benar-benar terintegrasi dalam alur kerja, bukan sekadar hiburan sesaat.
Bukan Terpeleset, Tapi Berakselerasi
Google mungkin telah melempar “kulit pisang” ke lintasan balap AI. Tapi OpenAI tidak terpeleset. Sebaliknya, ia mempercepat langkah.
Dengan GPT Image 1.5, OpenAI menunjukkan bahwa persaingan AI gambar telah naik kelas. Yang diperebutkan kini bukan lagi perhatian sesaat di media sosial, melainkan kepercayaan, konsistensi, dan kesiapan untuk skala industri. Dan di medan inilah, perlombaan sesungguhnya baru dimulai.

