(Business Lounge – Global News) Selama ini Costco identik dengan lorong gudang raksasa, paket tisu ukuran keluarga, dan hot dog legendaris seharga 1,50 dolar AS yang nyaris tak pernah naik harga. Namun di balik citra ritel berbiaya rendah itu, Costco diam-diam membangun bisnis yang jauh dari rak dan palet barang: penjualan liburan. Setelah merintisnya dengan langkah hati-hati sekitar 25 tahun lalu, lini perjalanan Costco kini menghasilkan pemesanan bernilai miliaran dolar dari kapal pesiar, paket wisata, hingga sewa mobil.
Masuknya Costco ke bisnis perjalanan pada awalnya bukan untuk menjadi agen wisata besar, melainkan perpanjangan logis dari proposisi nilai mereka. Anggota Costco membayar iuran tahunan dengan imbalan harga kompetitif dan kurasi produk yang dipercaya. Prinsip yang sama diterapkan pada liburan. Costco tidak menawarkan ribuan pilihan, melainkan paket terbatas dengan nilai yang jelas, sering kali disertai keuntungan tambahan seperti kredit onboard kapal pesiar, peningkatan kamar, atau kartu belanja Costco.
Model ini bekerja karena menyentuh dua titik sensitif konsumen sekaligus: harga dan kepercayaan. Di tengah industri perjalanan yang penuh biaya tersembunyi dan promosi yang membingungkan, Costco tampil sebagai perantara yang terasa jujur dan sederhana. Konsumen tidak hanya membeli tiket atau hotel, tetapi membeli rasa aman bahwa mereka tidak ditipu. Skala keanggotaan Costco memberi daya tawar besar terhadap maskapai, operator kapal pesiar, dan jaringan hotel, sehingga perusahaan dapat menekan harga tanpa harus terlibat dalam perang diskon terbuka.
Pertumbuhan bisnis perjalanan Costco juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen. Setelah pandemi, belanja pengalaman semakin diutamakan dibandingkan barang. Costco, yang selama ini dikenal sebagai penjual barang fisik, justru diuntungkan karena memiliki basis pelanggan setia dengan daya beli tinggi. Anggota Costco cenderung berpendapatan lebih baik dan bersedia membelanjakan uang untuk liburan keluarga atau perjalanan jarak jauh, selama nilai yang ditawarkan terasa sepadan.
Dari sisi bisnis, perjalanan menawarkan margin yang menarik tanpa kompleksitas logistik gudang. Costco tidak perlu menyimpan inventaris fisik atau mengelola rantai pasok yang rumit. Perusahaan bertindak sebagai kurator dan negosiator, memanfaatkan reputasi merek untuk menggerakkan volume transaksi. Bagi mitra perjalanan, akses ke jutaan anggota Costco berarti tingkat pemesanan yang stabil dan biaya pemasaran yang lebih rendah.
Meski begitu, Costco tetap berhati-hati agar bisnis liburan tidak menggerus identitas intinya. Promosi perjalanan jarang didorong agresif di toko, dan penawarannya tetap selektif. Pendekatan ini menjaga agar Costco Vacation terasa sebagai manfaat eksklusif keanggotaan, bukan sekadar produk tambahan. Strategi ini selaras dengan filosofi lama Costco: menjaga loyalitas anggota lebih penting daripada memaksimalkan keuntungan jangka pendek.

