(Business Lounge – Global News) Raksasa investasi Apollo Global Management dikabarkan sedang menjajaki opsi untuk menjual AOL, salah satu pionir internet yang masih berada di bawah portofolionya. Menurut laporan Bloomberg dan Reuters, nilai transaksi yang sedang dipertimbangkan bisa mencapai sekitar 1,5 miliar dolar AS.
Apollo sebelumnya mengakuisisi AOL pada 2021 sebagai bagian dari kesepakatan lebih besar ketika membeli bisnis AOL dan Yahoo dari Verizon. Langkah tersebut awalnya dimaksudkan untuk menggabungkan aset digital lama dengan strategi modernisasi media online. Namun, setelah beberapa tahun berjalan, fokus bisnis Apollo bergeser, dan aset seperti AOL dipertimbangkan untuk dijual kembali.
Meskipun nama AOL tidak lagi sepopuler masa kejayaannya pada era 1990-an hingga awal 2000-an, merek ini masih memiliki nilai historis dan basis aset digital tertentu yang menarik bagi calon pembeli. AOL tetap memiliki jaringan konten, teknologi iklan, serta sejumlah hak kekayaan intelektual yang bisa dimanfaatkan untuk strategi digital baru.
Menurut pengamat yang dikutip Financial Times, minat terhadap AOL kemungkinan datang dari perusahaan media digital atau private equity yang ingin mengonsolidasikan aset media klasik dengan platform modern. Nilai 1,5 miliar dolar dipandang wajar mengingat posisi AOL saat ini bukan sebagai pemain utama, tetapi sebagai merek dengan potensi transformasi.
Jika penjualan terealisasi, langkah ini akan mencerminkan strategi Apollo yang cenderung bersifat oportunistik: membeli aset undervalued, menata kembali, lalu menjual dengan valuasi lebih tinggi ketika pasar lebih siap. Namun, keberhasilan transaksi ini juga akan bergantung pada seberapa besar pembeli melihat nilai strategis AOL di tengah lanskap media online yang semakin padat dan dikuasai raksasa baru seperti Google, Meta, dan TikTok.

