Apple

Apple Ajukan Tawaran $150 Juta untuk Hak Siar F1 di AS

(Business Lounge – Global News) Apple dikabarkan tengah mengajukan tawaran besar senilai hingga $150 juta untuk memperoleh hak siar Formula 1 di Amerika Serikat, sebuah langkah strategis yang bisa menggeser posisi ESPN milik Disney dan menandai ambisi serius Apple di dunia olahraga global. Seperti dilaporkan oleh The Wall Street Journal dan dikonfirmasi oleh sejumlah sumber Reuters, pembicaraan ini masih berlangsung, namun besarnya angka yang diajukan menjadikan Apple sebagai kandidat terkuat untuk mendapatkan hak eksklusif penyiaran.

Tawaran ini disebutkan jauh lebih tinggi dari nilai kontrak F1 saat ini dengan ESPN, yang menurut laporan sebelumnya hanya bernilai sekitar $85 juta untuk periode tiga tahun. Jika kesepakatan baru tercapai mendekati angka yang diajukan Apple, F1 akan menikmati peningkatan pendapatan siaran lebih dari 70% di pasar AS, yang saat ini menjadi fokus utama ekspansi olahraga balap tersebut.

Apple selama beberapa tahun terakhir memang memperluas ambisinya dalam dunia streaming olahraga. Setelah mengamankan hak siar Major League Soccer (MLS) dengan nilai hampir $2,5 miliar dalam kesepakatan 10 tahun, perusahaan yang berbasis di Cupertino ini tampak ingin menjadikan Apple TV+ sebagai pusat konten olahraga premium. Potensi akuisisi hak siar F1 akan memperluas cakupan mereka dari sepak bola ke motorsport, sekaligus memperkuat daya saing mereka terhadap Amazon Prime Video, ESPN+, dan Peacock milik NBC.

Formula 1 sendiri telah mengalami pertumbuhan luar biasa di Amerika Serikat dalam lima tahun terakhir. Berkat serial dokumenter Netflix Drive to Survive, basis penggemar F1 di AS meningkat pesat, dengan jumlah penonton siaran langsung balapan melonjak signifikan. Musim 2023 mencatat rata-rata 1,1 juta penonton per balapan di ESPN, menjadikannya salah satu musim terpopuler dalam sejarah F1 di Amerika.

Bukan kebetulan pula bahwa musim 2023 dan 2024 menghadirkan tiga Grand Prix di tanah Amerika: Miami, Austin (Texas), dan Las Vegas. Hal ini menandakan pentingnya pasar AS bagi Liberty Media, pemilik F1, yang secara aktif mendorong pertumbuhan merek dan pengalaman balap F1 di luar Eropa. Tawaran dari Apple datang pada saat yang sangat strategis: ketika F1 sedang mempertimbangkan cara terbaik untuk mengkapitalisasi momentum di Amerika.

Dari sisi Apple, hak siar F1 bisa memperkuat narasi eksklusivitas dan kualitas yang menjadi ciri khas platform mereka. Tidak seperti layanan streaming lainnya yang sering kali bersaing dalam jumlah konten, Apple memilih pendekatan kurasi—memilih hanya beberapa konten premium dengan produksi tinggi dan nilai siar eksklusif. Strategi ini sebelumnya berhasil lewat serial seperti Ted Lasso dan Severance, dan kini mereka mengincar pengalaman langsung, seperti olahraga, untuk menarik audiens yang lebih luas.

Menurut laporan dari Bloomberg, Apple juga mempertimbangkan model distribusi yang lebih fleksibel: sebagian siaran akan tetap eksklusif di Apple TV+, sementara beberapa balapan besar seperti Grand Prix Monaco atau Las Vegas bisa di-streaming secara gratis sebagai bagian dari promosi massal. Hal ini serupa dengan pendekatan yang mereka lakukan di MLS, di mana pertandingan tertentu dapat diakses tanpa langganan penuh.

Namun, jika kesepakatan ini terwujud, akan muncul pertanyaan besar dari sisi penggemar: akankah beralihnya hak siar F1 ke Apple membuat penonton harus berlangganan layanan tambahan hanya untuk menonton balapan? Di tengah inflasi dan semakin banyaknya platform berbayar, konsumen AS mulai selektif dalam memilih langganan, dan fragmentasi siaran olahraga menjadi isu sensitif yang bisa menimbulkan reaksi negatif jika tidak ditangani dengan bijak.

ESPN, sebagai pemegang hak siar saat ini, tentu tidak tinggal diam. Meski belum merilis pernyataan resmi, beberapa analis industri menyebut bahwa Disney kemungkinan akan mengajukan penawaran balik untuk mempertahankan properti olahraga bergengsi ini. Dalam portofolio ESPN, F1 merupakan salah satu acara internasional dengan pertumbuhan tercepat dan termasuk konten olahraga dengan demografi penonton muda—segmen yang sangat diincar pengiklan.

Jika Apple memenangkan hak siar F1, itu juga akan memperdalam hubungan perusahaan dengan dunia otomotif dan teknologi kendaraan. Perusahaan ini diketahui tengah mengembangkan Apple Car dan juga telah mengintegrasikan banyak fitur otomotif dalam iOS melalui Apple CarPlay. Kolaborasi dengan F1 dapat membuka jalur baru bagi integrasi teknologi otomotif, sponsor, dan bahkan eksperimen augmented reality dalam siaran olahraga.

Di luar AS, kesepakatan ini juga akan dipantau oleh pasar media global. Jika Apple sukses membangun model distribusi F1 yang menguntungkan dan menarik di AS, bukan tidak mungkin mereka akan mengejar hak siar di wilayah lain, termasuk Eropa dan Asia, di tahun-tahun mendatang. Hal ini akan menantang dominasi penyiar tradisional seperti Sky Sports di Inggris atau DAZN di Jepang dan Jerman.

Para analis media melihat langkah Apple sebagai sinyal kuat bahwa era dominasi jaringan TV kabel dalam olahraga semakin menipis. Layanan streaming yang sebelumnya hanya pelengkap, kini menjadi pemain utama dalam perang hak siar—dan Apple, dengan kekuatan finansial serta integrasi vertikalnya, punya peluang besar untuk mengubah lanskap penyiaran olahraga secara permanen.

Bagi Formula 1, tawaran ini adalah validasi terhadap strategi globalisasi yang telah mereka bangun sejak Liberty Media mengambil alih pada 2017. Dulu dianggap terlalu Eropa dan eksklusif, F1 kini menjadi tontonan global dengan daya tarik budaya pop yang luas. Jika dikombinasikan dengan infrastruktur teknologi Apple, olahraga ini bisa melesat ke era baru, dengan pengalaman menonton yang jauh lebih canggih dan personal.

Kesepakatan ini belum resmi diumumkan, tetapi jika terealisasi, dunia olahraga akan menyaksikan bukan hanya transfer hak siar, tetapi juga pergeseran besar dalam cara balapan F1 dikonsumsi, disiarkan, dan dipasarkan di abad ke-21. Dan Apple, sekali lagi, akan berada di garis depan perubahan tersebut.