(Businesslounge Journal-Marketing & Services)
Contoh strategi penetapan harga lini produk
Berikut adalah lanjutan tiga contoh bagaimana berbagai bisnis dapat menggunakan strategi penetapan harga ini:
2. Perusahaan telepon seluler baru
Perusahaan telepon seluler menginginkan peluncuran yang sukses untuk lini telepon seluler barunya. Lini produknya mencakup model dasar dan beberapa model dengan fitur yang lebih canggih. Perusahaan juga membuat telepon dengan bahan berkualitas lebih baik dan desain yang lebih canggih dan menambahkannya ke lininya. Perusahaan menggunakan harga pemimpin untuk peluncurannya, menetapkan harga rendah untuk model telepon dasar guna menarik pelanggan. Perusahaan memberi harga model lain, termasuk telepon kelas atas, dengan harga yang lebih menguntungkan. Perusahaan bermaksud untuk menutup kerugian dari penjualan model dasar dengan harga yang rendah dengan menjual model dengan harga lebih tinggi kepada sebagian pelanggan baru ini.
3. Produsen mobil yang sudah ada
Produsen mobil yang sudah ada ingin menarik minat konsumen yang peduli lingkungan. Untuk melakukan ini, perusahaan memperluas lini produknya untuk menyertakan mobil listrik baru. Perusahaan memutuskan untuk menggunakan strategi bundling harga guna meningkatkan daya tarik mobil listriknya dan membuatnya terjangkau bagi lebih banyak konsumen. Perusahaan menggabungkan mobil listrik barunya dengan stasiun pengisian daya rumah dan asuransi serta menawarkan paket tersebut dengan harga diskon dibandingkan dengan membeli produk secara terpisah.
Pertimbangan untuk menerapkan lini produk dan strategi harga
Faktor yang perlu dipertimbangkan saat memutuskan untuk menerapkan strategi ini adalah:
-Tujuan lini produk: Mengingat tujuan lini produk dapat membantu menentukan lini produk dan strategi harga yang paling tepat. Mengajukan pertanyaan seperti, ‘Apa yang ingin kita capai dengan lini produk ini?’ dapat membantu mengidentifikasi tujuan.
-Jenis produk: Jenis produk dapat menentukan strategi terbaik yang akan digunakan. Misalnya, strategi penetapan harga pemimpin mungkin tidak cocok untuk produk dengan biaya produksi tinggi.
-Ukuran perusahaan: Bisnis kecil mungkin tidak memiliki sumber daya atau kapasitas untuk menerapkan beberapa lini produk dan strategi penetapan harga. Perusahaan besar biasanya memiliki lebih banyak fleksibilitas dan mungkin dapat mengintegrasikan berbagai merek ke dalam lini produk mereka.
-Permintaan konsumen: Memahami permintaan konsumen membantu memastikan bahwa lini produk mencakup apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen. Ini juga dapat membantu menentukan titik harga mana yang paling mungkin berhasil.
-Lanskap ekonomi: Kondisi ekonomi saat ini dapat memengaruhi strategi dan penetapan harga lini produk. Misalnya, menggunakan strategi pemimpin rugi selama resesi mungkin tidak efektif, karena konsumen mungkin cenderung tidak membelanjakan uang untuk produk tambahan di lini produk.

