(Business Lounge Journal – News and Insight)
Pasar mobil baru di Inggris terus mengalami penurunan pada Februari 2025, menandai bulan kelima berturut-turut dalam tren negatif ini. Menurut laporan terbaru dari Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT), jumlah pendaftaran mobil baru mencapai 84.054 unit bulan lalu, turun dari 84.886 unit pada Februari tahun sebelumnya. Meskipun terdapat peningkatan dalam pembelian mobil oleh individu dan bisnis, hal ini tidak cukup untuk mengimbangi penurunan signifikan dalam registrasi kendaraan armada.
Menurut laporan yang dikutip dari The Guardian, penurunan penjualan mobil di Inggris telah menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri otomotif. SMMT menyebutkan bahwa salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tren ini adalah ketidakpastian ekonomi dan perubahan kebijakan terkait kendaraan listrik dan emisi karbon.
Dari segi kategori pembeli, data menunjukkan bahwa pembelian mobil oleh pelanggan individu dan bisnis mengalami peningkatan yang moderat, tetapi penurunan signifikan dalam registrasi kendaraan armada terus membebani pasar secara keseluruhan. Financial Times melaporkan bahwa banyak perusahaan mengurangi investasi mereka dalam kendaraan baru akibat ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya biaya operasional.
Menurut BBC News, beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap turunnya angka penjualan mobil di Inggris antara lain adalah inflasi, suku bunga tinggi, dan kebijakan pajak kendaraan yang lebih ketat. Konsumen dan perusahaan cenderung menunda pembelian kendaraan baru karena meningkatnya biaya pinjaman dan ketidakpastian mengenai kebijakan emisi kendaraan.
Selain itu, transisi ke kendaraan listrik juga menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah Inggris telah mengumumkan target ambisius untuk mengurangi kendaraan berbahan bakar fosil dalam beberapa tahun mendatang. Namun, menurut Reuters, banyak konsumen masih ragu untuk beralih ke kendaraan listrik karena harga yang lebih tinggi, keterbatasan infrastruktur pengisian daya, serta ketidakpastian terkait insentif pemerintah.
Penurunan permintaan ini memberikan dampak signifikan bagi produsen mobil dan dealer di seluruh Inggris. Bloomberg melaporkan bahwa beberapa produsen mobil mengalami tekanan finansial akibat penurunan volume penjualan, sementara banyak dealer menghadapi stok kendaraan yang menumpuk dan kesulitan dalam mencapai target penjualan.
Salah satu merek yang paling terdampak adalah Vauxhall dan Ford, yang memiliki pangsa pasar besar di Inggris. Menurut The Telegraph, kedua perusahaan ini mengalami penurunan penjualan yang cukup tajam, terutama dalam kategori kendaraan konvensional berbahan bakar bensin dan diesel.
Namun, di sisi lain, beberapa produsen kendaraan listrik seperti Tesla dan BYD mencatatkan pertumbuhan penjualan yang lebih baik dibandingkan merek-merek tradisional. CNBC melaporkan bahwa permintaan untuk kendaraan listrik terus meningkat, meskipun masih menghadapi tantangan dalam adopsi massal.
Para analis memperkirakan bahwa pasar mobil Inggris akan terus menghadapi tekanan dalam beberapa bulan mendatang. Menurut laporan dari The Economist, beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pemulihan pasar meliputi kebijakan pemerintah terkait insentif kendaraan listrik, stabilisasi ekonomi, serta peningkatan infrastruktur pengisian daya untuk kendaraan listrik.
Sementara itu, SMMT tetap optimistis bahwa pasar otomotif Inggris dapat kembali pulih dalam jangka panjang. Mereka menyerukan lebih banyak dukungan dari pemerintah dalam bentuk kebijakan yang lebih jelas dan insentif bagi konsumen untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Dengan ketidakpastian yang masih melingkupi industri ini, produsen dan dealer kendaraan di Inggris perlu terus beradaptasi dan mencari strategi baru untuk menarik minat konsumen. Apakah pasar mobil Inggris akan kembali bangkit atau terus mengalami penurunan akan sangat bergantung pada respons industri dan kebijakan pemerintah dalam menghadapi tantangan ini.