(Business Lounge Journal – Global news)
Presiden Donald Trump mengumumkan awal pekan ini bahwa Microsoft sedang dalam diskusi dengan ByteDance untuk mengakuisisi TikTok.
Trump menyatakan minatnya untuk melihat proses penawaran yang kompetitif di antara perusahaan-perusahaan Amerika dalam kepemilikan platform media sosial populer tersebut. Meskipun demikian, baik Microsoft maupun ByteDance belum memberikan komentar terkait laporan ini.
Pada masa jabatan pertama Trump, pemerintah AS mengungkapkan kekhawatiran terhadap kepemilikan TikTok oleh ByteDance, perusahaan asal Tiongkok. Kekhawatiran ini mendorong perintah agar TikTok memisahkan operasi AS-nya dari perusahaan induk, dengan Microsoft menjadi salah satu perusahaan yang dipertimbangkan untuk akuisisi pada saat itu.
Dalam percakapan dengan wartawan pada hari Senin, Trump mengindikasikan bahwa kemungkinan kesepakatan ini dapat memicu perang penawaran antara beberapa perusahaan Amerika. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pihak lain yang mungkin terlibat dalam negosiasi tersebut. Trump tampaknya berupaya memastikan bahwa kepemilikan TikTok selaras dengan kepentingan nasional AS, sekaligus mendorong persaingan dalam pasar akuisisi teknologi.
Jika Microsoft berhasil mengakuisisi TikTok, ini akan menjadi momen penting dalam perkembangan industri teknologi dan geopolitik. Para analis mencatat bahwa akuisisi ini dapat memberikan Microsoft pijakan kuat di sektor media sosial, yang saat ini didominasi oleh perusahaan seperti Facebook dan Snapchat. Kedua platform ini juga menghadapi sorotan terkait masalah privasi data dan pengelolaan platform.
ByteDance, sebagai perusahaan induk TikTok yang berbasis di Beijing, terus membela operasinya dengan menegaskan komitmennya terhadap keamanan dan privasi data pengguna. Perusahaan juga berusaha menjauhkan operasi internasional TikTok dari pengawasan ketat, dengan menekankan bahwa operasi TikTok di luar Tiongkok, khususnya di pasar AS, memiliki tingkat otonomi tertentu.
Kekuatiran Microsoft Sebelumnya
Jika kita mengingat ke belakang, maka pada Juli 2024 pernah diberitakan bagaimana TikTok telah menjadi konsumen besar bagi Microsoft, tetapi bukan untuk model AI milik Microsoft sendiri. Sejak Maret 2024, TikTok dilaporkan menghabiskan $20 juta per bulan untuk membeli model OpenAI melalui Microsoft, menurut sumber anonim yang dikutip oleh The Information. Pengeluaran besar TikTok tersebut mencakup sekitar 25% dari pendapatan AI Microsoft.
Namun, hal ini menimbulkan risiko bagi Microsoft. ByteDance dikabarkan tengah mengembangkan model AI-nya sendiri, bahkan menggunakan teknologi OpenAI untuk tujuan tersebut. Jika pengembangan ini berhasil, TikTok kemungkinan tidak lagi memerlukan layanan OpenAI maupun Microsoft. Risiko serupa juga dihadapi oleh perusahaan seperti Nvidia, di mana pelanggan utamanya—termasuk Microsoft—menggunakan perangkat kerasnya untuk membangun chip AI mereka sendiri, yang dapat mengurangi ketergantungan pada produk Nvidia di masa depan.
Minggu-minggu Penentu bagi Microsoft
Mengacu pada pernyataan Trump yang menargetkan keputusan terkait masa depan TikTok dalam waktu sekitar 30 hari, beberapa minggu ke depan diperkirakan akan menjadi periode yang dinamis. Dampak potensial terhadap pertumbuhan basis pengguna, strategi monetisasi platform, dan operasi global TikTok masih menjadi tanda tanya. Hal ini menjadi semakin penting karena TikTok telah menjadi platform utama bagi para pembuat konten di seluruh dunia, yang meningkatkan nilai strategisnya bagi calon pemilik Amerika.
Secara historis, akuisisi teknologi kerap menimbulkan kekhawatiran dari regulator terkait perilaku monopolistik dan implikasi privasi. Jika pembicaraan Microsoft dan ByteDance berlanjut, kemungkinan besar akan ada pengawasan dari badan pengatur di tingkat domestik maupun internasional. Hasil dari tinjauan regulasi ini dapat sangat mempengaruhi keputusan akhir akuisisi serta posisi strategis Microsoft di lanskap teknologi global.